Dear Mba Isti, Penyebab kejang tidak selalu epilepsi. Ada beberapa data pendukung yang perlu di jawab : 1. Apa kah ada riwayat kejang sebelumnya, jika ada, mulai usia berapa, berapa kali dalam sebulan? 2. Bagaimana jenis kejangnya, seperti klojotan, anggota gerak menegang lalu melemas berulang ulang? 3. Apa yang terjadi sebelum kejang? Apakah ada sesuatu yang dirasakan berbeda oleh anak anda, spt mencium bau sesuatu yang tidak dicium oleh orang lain, atau melihat kilatan cahaya, atau perasaan khwatir? 4. Apa yang terjadi sesudah kejang? Tertidur? 5. Berapa lama kejangnya? 6. Bagaimana kesadarannya saat kejang? Tidak sadar? 7. Apakah ada trauma kepala beberapa bulan sebelum kejang ini? seperti terbentur pada kepala, dll? Untuk diagnosa epilepsi sendiri tidak semudah itu, jadi harus melalui beberapa tahapan pemeriksaan, melakukan rekam EEG (rekam impuls listrik di otak), di observasi. Penyakit epilepsi tidak menular tetapi bisa diturunkan secara genetik. Epilepsi bisa dicegah dengan obat obatan yang sifatnya adalah mengurangi frekuensi kejang. Untuk lebih lanjut sebaiknya konsultasi ke dokter Neurologi atau spesialis saraf atau ke Neuro Paediatri (dr. Yetty Ramli, SpS di RSCM). Semoga membantu. salam,
Melyanti 0818 0868 1974 --- On Fri, 12/19/08, istibaz <[email protected]> wrote: From: istibaz <[email protected]> Subject: [Dokter Umum] kejang kejang pada anak To: [email protected] Date: Friday, December 19, 2008, 9:19 PM Selamat Pagi Dokter, Kemaren pagi anak saya satu-satunya putri usia 12 tahun pulang sekolah tiba-tiba kejang-kejang dirumah. Biasanya pulang sekolah kami jemput saat itu anak sudah pulang sendiri lebih awal dan habis mengikuti classmeeting disekolahnya. Apakah ini gejala epilepsi dokter? Jika ya apapenyakit ini bisa menular? Bagaimana menanggulanginya? Teimakasih dokter Rgrds Istibas [Non-text portions of this message have been removed]

