Anda seringkali baru bisa tertidur setelah jam 1 atau jam 2 pagi? Kondisi ini 
biasa disebut insomnia, yaitu gangguan tidur. Penderita akan merasakan 
gejala-gejala seperti letih dan lelah sepanjang hari, secara terus menerus. 
Penderita akan mengalami kesulitan tidur atau selalu terbangun di tengah malam 
dan tidak dapat tidur kembali. Cemas dan stres berlebihan akibat beban 
pekerjaan disinyalir sebagai salah satu biang keladinya. Insomnia sebaiknya 
ditangani dengan baik agar tidak merembet seperti mengakibatkan terjadinya 
serangan jantung. Berikut cara mengatasinya:



*
Minimalisasikan asupan kafein seperti teh atau kopi. Bila Anda ingin 
mengkonsumsinya, lakukanlah di pagi hari, atau paling lambat 4 jam sebelum 
tidur di malam hari. Kafein yang dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur 
hanya akan menghambat datangnya rasa kantuk.
*
Melakukan ritual yang 'mendukung' sebelum tidur. Anda bisa memulainya dengan 
menggunakan aromaterapi, mandi air hangat, menyetel lagu favorit atau melapisi 
tempat tidur dengan selimut yang nyaman.
*
Gunakan tempat tidur hanya untuk tidur. Bila Anda ingin membaca atau menonton 
tv sebaiknya lakukan di tempat lain sehingga saat Anda pergi ke tempat tidur, 
'alarm' di tubuh Anda segera mengingatkan bahwa ini adalah waktu untuk tidur.
*
Hindari melihat jam terus menerus saat saat menjelang tidur. Kebiasaan ini 
hanya akan membuat Anda merasa tertekan. Tempatkan jam yang tidak bisa 
dijangkau pandangan mata Anda, jadi ketika terbangun Anda tidak terganggu 
dengan waktu sehingga langsung tertidur kembali.
*
Lakukan olahraga ringan 3-4 jam sebelum tidur. Kualitas tidur Anda akan menjadi 
lebih baik jika Anda teratur berolahraga selama 30 menit setiap harinya. Namun 
olahraga yang dilakukan pagi atau siang hari tidak akan mempengaruhi kualitas 
tidur Anda.

*Usahakan tidur di waktu yang sama setiap harinya, termasuk di akhir pekan. 
Bila pola ini sudah terbentuk, alarm tubuh Anda dengan mudah akan 'mematuhinya'.
* 
Atur cahaya lampu kamar menjadi remang-remang ketika Anda akan tidur. Gelap 
merangsang otak memproduksi melatonin yang membimbing mata untuk terpejam.

sumber : http: 




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke