~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Thanks 'N Best regards

bayou_neh
e-mail :[EMAIL PROTECTED]
============================


>From   : Yusmianah
Subject: KISMIS
Setan Tua di Lift KampusWaktu itu gua diajak teman jemput pacarnya yang kebagian 
kuliah sore.
Karena waktu itu gak ada kerjaan, akhirnya aku ikut saja. Sampai di kampus
pacarnya, temanku langsung menyuruhku menunggu di mobil karena katanya
nggak bakalan lama! Sampai waktu nunjukin jam 8 malam temanku nggak muncul-muncul
lagi, jadi akhirnya kuputuskan untuk menyusulnya ke atas.

Untungnya saat itu lift masih nyala, jadi aku segera menaiki salah satu
dan berharap segera menemukan temanku. Waktu itu aku sendirian dalam lift,
sampai di lantai 6 ada seorang ibu tua masuk ke dalam lift. Ibu itu berambut
panjang dan terlihat lelah. Ia terlihat pucat dan langsung berdiri di salah
satu sisi dalam lift. Beberapa saat kami saling terdiam, tiba-tiba ia bertanya
padaku memecahkan keheningan.

Ia bertanya, "Dik, saya boleh nyisir di sini yah?" Saya mengangguk sambil
tersenyum. Tiba-tiba ia menarik-narik rambutnya yang panjang itu, diam-diam
aku memperhatikan gerak-gerik ibu itu. Dengan kasar ia menarik rambutnya
sambil tangan yang satu lagi merogoh tas yang dibawanya.

Ia mengeluarkan sebuah sisir dan tiba-tiba ia merenggut rambutnya, dan
aku terperangah ketika aku melihat ia melepas kepalanya, ditaruh di tangan
satunya dan mulai menyisir sambil bersenandung kecil. Saat itu pula pintu
lift terbuka di lantai 13, aku langsung meloncat keluar dan sebelum pintu
lift tertutup aku mendengar ibu itu tertawa lirih. Hii..hii...hii...

Tanpa aku sadari ruangan di lantai 13 ternyata ruangan yang belum jadi
alias sedang dalam penyelesaian dan kosong. Aku kembali merinding dan cepat-cepat
pencet tombol lift untuk naik 2 lantai lagi, ke lantai 15 tempat temanku
jemput pacarnya. Sambil menunggu lift terbuka keringat dingin terus mengalir
di sekujur tubuhku. Belum hilang ketakutanku Ibu tua tadi sudah ada dan
duduk di pojok ruangan sambil terus menyisir kepalanya yang terlepas dan
tawanya yang bikin aku mau pingsan. Dengan sekuat tenaga aku gedor-gedor
pintu lift. Agar cepat-cepat terbuka.

Begitu lampu menyala tanda lift sudah sampai, hampir saja aku langsung
loncat ke dalamnya jika aku tidak melihat si setan tua itu sudah ada lagi
didalam lift. Tak tahan dengan kenyataan, aku akhirnya pingsan di pinggir
pintu lift. Hingga bau minyak angin menyadarkanku yang sudah dikelilingi
oleh temenku, pacarnya, satpam dan beberapa mahasiswa.

Rumah Hantu, Setan dan Jin

Cerita ini adalah kisah nyata yang ada di daerah Lamongan, tepatnya
di Jl. Sunan Drajat, Dusun Demangan, dimana daerah tersebut memang terkenal
dengan rumah angkernya. Kami sekeluarga membangun rumah disana. Beberapa
waktu menjelang selesai dikerjakan, banyak gangguan-gangguan aneh. Godaan
pertama tidak begitu menakutkan, hanya biasa saja. Namun godaan itu semakin
menjadi setelah selang waktu beberapa bulan.

Pernah kami lihat dengan mata kepala kami, satu keluarga menatap dinding
yang bergetar keras, dan suara orang yang menangis di belakang dapur. Pernah
kami alami sendiri sosok perempuan yang masih muda berjalan di depan kami
yang jaraknya 5 meter dari kolam kecil kami yang ada di samping rumah.

Gencarnya gangguan setan membuat kami sekeluarga tidak tahan, akhirnya
kamipun memutuskan untuk pindah rumah serta mengontrakan rumah kami yang
ada pada alamat di atas.

Beberapa hari ada seseorang yang mau mengontrak rumah kami tapi tidak
lama kemudian orang yang terakhir menempati justru meninggal. Terhitung
sudah 3 kali rumah kami dikontrak oleh temen temen nyokap, tapi tidak satu
pun yang mampu bertahan sampai 5 bulan.

Kabarnya, dulu tanah tempat dibangunnya rumah itu bekas kuburan massal.
Saya coba korek keterangan dari tetangga sebelah, tapi nggak ada satu pun
yang mau ngomong.

Suatu ketika kami menyempatkan diri datang ke Lamongan, kami terkejut
melihat rumah kami telah menjadi sarang kutu dan bisa dibilang seperti
kandang sapi. Nggak percaya?? Silahkan Anda buktikan datang dan tinggal
dua hari saja di rumah itu.

Yang pasti, rumah itu terakhir aku lihat bersama keluarga sudah banyak
perubahan. Temboknya sudah banyak ditumbuhin lumut dan tanaman merambat.
Ciri-ciri rumah: berloteng, pagar warna merah muda sudah kusam dan berkarat.
Samping rumah agak ke dalam sebelah kanan kalau dilihat dari luar terdapat
kolam. Dan untuk tabung air yang besar diluar saya kurang tau ..apa sekarang
masih ada atau tidak.

Sundel Bolong Itu Lagi Nyuci!

Ceritanya begini, aku waktu itu nonton TV hingga larut malam di rumah
tetanggaku, Wiji. Rumahnya memang dikelilingi dengan pohon bambu yang rimbun
dan gelap.

Saat film sudah berakhir aku pulang lewat pintu belakang. Nah waktu
itu sekitar 5 meter dari pintu belakang aku melihat ada orang mencuci pakaian.
Pikirku itu si Saji, perempuan setengah tua pembantunya Wiji. Saat mencuci
tampak rambutnya diriap menggerai menutupi bahu dan punggungnya, dan posisinya
juga membelakangiku.

"Ji...pulang dulu ya," pamitku. Hingga 3 kali aku ulangi, tapi Saji
tetap tidak mau menjawab, apalagi menoleh. Saat aku mau samperin, sekonyong-konyok
dia menoleh dengan wajah yang sangat mengerikan.

Kedua matanya bolong hitam, tulang hidung dan giginya kelihatan, serta
tampak serpihan-serpihan daging yang berbau busuk. Ia menatapku tajam.
Kontan saja aku berteriak, namun suara tak bisa keluar dari mulutku. Sementara
aku berlari tapi terasa berat sekali.

Akhirnya aku berteriak, "Tuhan tolong saya!" yang akhirnya bisa keluar
dari mulutku yang beberapa detik terkunci saking takutnya. Aku sudah tidak
berani lagi menengok ke belakang dan terus berlari melompati parit-parit
kecil hingga sampai ke rumahku, lalu aku ceritakan semua kejadian ke semua
anggota keluargaku.

Pocong Saat Perpisahan

Dunia lelembut ada kalanya bisa dilihat nyata, seperti yang dialami
Henny saat ketemu pocong menjelang wisuda D3-nya.

Kisah ini berawal ketika kami mengadakan acara perpisahan kuliah, rencananya
kami akan mengadakan perpisahan di villa. Karena bulan saat itu kebetulan
sekali adalah musim liburan sekolah jadi kami sulit sekali mendapatkan
villa yang kami inginkan, untungnya teman punya villa yang cukup bagus
dan tepat untuk acara kami.

Villa itu terletak di daerah Anyer, senang sekali karena di depan villa
ada laut yang luas. Itu sih kata teman-teman yang sudah survei kesana,
dan katanya lagi villa itu selain indah ada kolam renang air hangat juga,
pokoknya sempurna banget deh! Mana murah lagi harganya, mungkin karena
villa itu kepunyaan teman kami sendiri.

Kami berangkat seminggu setelah wisuda, kami berkumpul di kampus agar
mudah saja, selain itu juga kebanyakan dari kami rumahnya jauh-jauh. Kami
ke sana dengan menyewa 2 buah bus Hiba yang berukuran sedang, karena kami
terbagi dalam 2 kelas. Dasar anak-anak Indonesia tetap aja makai sistem
jam karet, janjian jam 10 eh malah datangnya jam 12. Aku dan temanku menunggu
dengan kesal sekali. Tapi... akhirnya terkumpul deh.

Karena kami berangkatnya siang, maka kami sampai villa sudah malam hari.
Rasa lelah terhapus setelah sampai dan istirahat sebentar. Villa ini terlihat
megah dan nyaman, villa ini terdapat 6 kamar, kami memilih kamar masing-masing,
aku beserta gangku memilih kamar yang cukup luas, maklum kami berjumlah
5 orang. Ternyata ada 6 orang lagi yang tidak kebagian kamar, tapi tidak
apa-apa toh mereka laki-laki.

Setelah acara makan malam kami berkumnpul diruang tengah, ada yang main
gitar, ada yang main kartu walau tidak memakai uang, dan ada juga yang
sekedar ngobrol-ngobrol santai.

Tanpa sadar waktu telah menunjukkan pukul 00:15 malam, yang tinggal
hanya aku dan tiga temanku yang sedang bergosip ria, teman-teman sudah
pada tidur semua. Tengah asyiknya kami bercerita tiba-tiba pintu depan
terdengar ada yang mengetuk.. duk..duk.. Suaranya kencang sekali, dengan
kesal aku bangun untuk membuka pintu.

Setelah aku buka ternyata tidak ada orangnya, dengan kesal aku berkata:
"Eh iseng amat sih! Jangan main-main ya! Udah malam nich! Loe orang apa
setan?" Belum selesai aku berkata, tiba-tiba aku melihat dari arah kanan
seperti bayangan putih mirip dengan orang yang telah dibalut kain, dengan
kata lain Pocong! Karena aku takut sekali, kemudian aku masuk untuk bercerita
kepada temanku.

Aku bercerita kepada temanku dan ketika aku sedang bercerita tiba-tiba
pintu diketuk kembali, kami serentak kaget dan takut sekali, karena tiba-tiba
kami mencium bau bunga kuburan yang sangat menyengat sekali, tanpa pikir
panjang lagi kami kabur masuk kamar dan kami melihat teman-teman sudah
ada yang tidur dengan nyenyak sekali. Karena tidak mau membuat yang lain
takut maka kami tidak menceritakan kejadian tadi.

Kini sudah pukul 02:00 malam, entah mengapa aku bersama temanku Feny
tidak bisa tidur, mungkin karena kami takut dan entah lah...

Akhirnya kami putuskan untuk berbincang-bincang saja, kami pikir toh
hampir pagi, kami ngobrol sambil memandangi teman-teman yang tertidur dengan
lelap sekali. Entah gimana tiba-tiba aku melihat di pojok belakang lemari,
aku melihat pocong! Iya, pocong! Pocong yang aku lihat tadi di luar villa.
Aku takut sekali, dan aku berkata pada temanku Feny yang ada di sebelahku,
ternyata dia juga melihat apa yang aku lihat.

Feny terlihat takut sekali dan kulihat badannya mengigil penuh ketakutan.
Kemudian kami bersama-sama teriak sekencang-kencangnya.

Mendengar teriakan kami, teman-teman terbangun dan bertanya apa yang
terjadi pada kami. Kemudian kami menceritakan apa yang terjadi, maka kami
putuskan bersama-sama tidak tidur dan saling jaga, dan kalau ada yang mengantuk
kami bergantian sampai pagi.

Ketika sudah pagi kami putuskan untuk berbicara pada ketua panitia dari
acara ini, entah bagaimana, Dony ketua panitia juga berkata kalau dia juga
melihat pocong ketika sedang melakukan inspeksi untuk mengontrol anak-anak
yang belum tidur.

Antara takut dan ngeri, kami putuskan untuk pindah kamar, tapi ya ampun
kamar cowok ini berantakan sekali dan jorok sekali, kami jadi tidak pindah
kamar saja, biarin deh ketemu setan daripada tidur di tempat yang jorok
banget. Malamnya kami tidur dengan tidak tenang sekali, dan kami putuskan
untuk membaca doa apa saja yang kami bisa, entah bagaiman tiba-tiba ada
suara yang menggema ke seluruh kamar.. "Kalian anak muda... sombong sekali
hingga berani mengganggu kami penunggu villa ini !!!!! ". Mendengarnya
kami jadi sangat takut, tanpa sadar aku terdiam dan menyedari bahwa yang
dimaksud suara tadi adalah aku yang memang telah kasar marah-marah kemarin
malam.

Tanpa sadar dalam hati aku memohon maaf atas semua kesalahanku dan memohon
pada Allah agar melindungi kami dari setan dan segala jenisnya. Aku membaca
ayat kursi dan belum habis aku membaca tiba-tiba ada suara yang berterima
kasih dan tiba-tiba kami melihat sebuah bayangan. Pocong itu lagi dan aku
mendengar bunyi...pocong itu berbunyi...duk..duk. Ternyata yang kami dengar
kemarin bukan bunyi pintu, tapi melainkan bunyi langkah pocong itu.

Kami berteriak dan aku tak sadarkan diri, kata teman-teman aku tadi
malam kesurupan dan mengoceh yang tidak karuan, untung saja ada orang pintar
yang menolong. Akhirnya kami selamat dan pulang ke Jakarta dengan penuh
suka cita, penuh dengan pengalaman yang mengerikan sekaligus pelajaran
buat kami agar dimanapun kami berada, kami akan ingat pada Allah SWT.

Genderuwo Curhat ke Gue

Kejadian ini benar-benar gue alami, dan sama sekali bukan rekayasa.
Gue mengalami apa yang dikatakan orang kesurupan. Tepatnya pada saat gue
dan tujuh temen gue pergi menginap di villa temen gue di kawasan Gunung
Salak Endah, Leuwiliang-Bogor, tanggal 26 Agustus 2003.

Pas saat itu kami sedang merayakan kelulusan kami dari SMA. Hari pertama,
kami tidak merasakan sesuatu hal ganjil, tapi saat hari kedua, sesuatu
yang ganjil mulai menampakkan jati dirinya.

Bermula dari temen cewek yang mau mandi sekitar jam 6 pagi. Ketika temen
gue itu lagi di kamar mandi, tiba-tiba dia dikejutkan oleh penampakkan
sesosok wanita bergaun hijau yang berada dipojokkan bak air, spontan aja
temen gue itu langsung teriak. Teriakan tadi membuat semua orang bangun
dari tempatnya. Temen gue itu mukanya langsung pucat banget, sampai-sampai
ia lupa pakai handuk.

Gue dan anak cowok yang lainnya langsung keluar cari pertolongan sama
penduduk setempat. Untungnya ada penunggu villa sebelah yang bisa menolong.
Setelah temen gue itu tenang, keadaan semakin membaik, si penunggu villa
sebelah itu bercerita kalau sebenarnya perempuan bergaun hijau tadi hanya
lewat sebentar. Katanya perempuan itu mau balik ke tempat asalnya tapi
sudah keburu pagi, jadi ia nunggu dulu sampai maghrib di kamar mandi tsb.

Untungnya si perempuan bergaun hijau itu sudah diantarkan oleh pria
penunggu villa sebelah tsb melalui transfer energi. Meskipun sudah aman,
tetep saja gue sama teman-teman belum mau memakai kamar mandi itu.

Setelah kejadian itu, kami tetap melanjutkan rencana kami untuk bakar
ayam malam harinya. Suasana bakar ayam, membuat kami lupa pada kejadian
yang baru menimpa teman kami. Saat bakar ayam, kira-kira pukul 10 malam,
kami tiba-tiba merasa ngantuk berat. Nggak berapa lama datang, kira-kira
ada 6 orang penduduk setempat yang datang memberi tahu kami, bahwa ada
seseorang yang sedang "menyirep" kami. Kami dianjurkan untuk tetap terjaga
agar tidak dimasuki oleh makhluk-makhluk ghaib yang dikirim oleh orang
tsb.

Teman gue yang punya villa itu, Aris, enggak tau kalau villa yang ia
miliki itu ternyata tanah sengketa antara kakeknya dengan jawara kampung
Leuwiliang tsb. Masalahnya si jawara itu sampai sekarang masih dendam sama
keluarga Aris, jadinya kalau ada siapapun yang menginap di villa tsb pasti
kena "sirep" orang tsb, tapi "sirepannya" selalu gak berhasil.

Aris sampai saat itu belum tahu, masalahnya nggak ada satu orang pun
di keluarganya yang ngasih tahu dia. Akhirnya kami terjaga, tapi hawa mistis
yang makin nyata membuat suasana malam itu jadi amat mencekam. Kami semua
berkumpul di satu ruangan dgn maksud tidak ada yang tidur satupun.

Suara lolongan anjing yang begitu menyayat mengindikasikan keberadaan
mahkluk halus di sekitar villa tsb, tapi ada temen kami yang tidak kuat
menahan ngantuk, ia pun tertidur. Bener saja baru beberapa menit ia tidur,
tahu-tahu dia kesurupan, anak-anak pada lari. Gue tiba-tiba saja mencari
si penunggu villa sebelah.

Masalahnya villa sebelah itu ternyata sudah nggak ada. Gue bingung setengah
mati, terus gue balik lagi ke villa. Cewek-cewek pada nangis ketakutan,
yang cowok pada megang temen gue yang kesurupan itu. Mulut gue mulai komat-kamit
baca ayat kursi, gue tepuk saja bahu temen gue itu.

Setelah itu gue melihat mahkluk menyerupai genderuwo yang gede banget.
Tahu-tahu makhluk itu ngobrol sama gue. Dia menceritakan kalau dia makhluk
yang dipanggil dari gunung Ceremei sama kakek-kakek yang sengaja dikirim
ke villa temen gue itu.

Ternyata itu mahkluk adalah pria si penunggu villa sebelah yang sempat
paginya nolongin kami. Ia sengaja menyamar jadi seorang pria, untuk mengusir
wanita bergaun hijau itu yang ternyata penunggu villa, yang dengan sengaja
ditempatkan oleh kakeknya Aris untuk menjaga villa itu dari kunjungan mahkluk
halus sejenisnya.

Makhluk halus itu "curhat' banyak sama gue. Dia menceritakan kalau ternyata
si kakek-kakek yang manggil dia itu, tidak kuasa untuk mengusir si wanita
bergaun hijau yang punya kekuatan lebih besar daripada kakek-kakek itu.
Banyak banget yang ia ceritain sama gue. Ia menceritakan juga kalau dia
bukanlah jin yang jahat. Ia mau disuruh sama si kakek-kakek itu karena
utang balas jasa.

Gue juga bingung, mau takut apa enggak, soalnya si genderuwo itu menyeramkan
banget tapi ia malah curhat sama gue. Setelah si genderuwo itu selesai
"curhat", dia malah pamitan sama gue dan minta maaf sudah melibatkan gue
dalam masalahnya.

Tiba-tiba gue terbangun dengan melihat orang-orang sudah mengerumunin
gue. Kata teman-teman, setelah gue menepuk bahu temen gue yang sebelumnya
kesurupan, gue langsung jatuh lemas dan enggak sadar diri selama 9 jam,
padahal gwe dari tadi mendengarkan si genderuwo itu "curhat", yang perasaan
gue nggak sampai satu jam.

Terus gue menceritakan apa saja yang baru gue alamin ke teman-teman
gue, tapi gue malah diketawain habis-habisan. Kata teman-teman gue, mana
ada genderuwo bisa "curhat" manusia. Sampai saat ini gue masih merasa kalau
si genderuwo itu masih suka memperhatikan gue. Setelah kejadian tsb, gue
sadar kalau ternyata enggak semua mahkluk halus itu jahat.

Hantu Ikut Main Kartu

Kejadiannya sekitar tahun 1997 di rumah sakit PMI Bogor. Waktu itu saya
sedang menengok teman yang sedang dirawat. Karena waktu sudah malam, saya
menemani dia untuk ngobrol dan menginap di rumah sakit.

Lewat tengah malam saya bersama beberapa teman tidak bisa tidur dan
keluar dari kamar rawat inap teman saya tersebut. Untuk menghilangkan kantuk
saya main kartu domino di depan kamar mayat. Setelah itu diusir oleh satpam
dan kita pindah ke dalam kamar mayat tersebut untuk melanjutkan permainan
kartu.

Selagi asik main kartu, temanku satu orang keluar untuk buang air kecil.
Tinggalah kami ber-4. Selang satu menit kemudian, teman kami yang ke kamar
kecil sudah kembali mengikuti permainan kartu dengan wajah pucat pasi dan
tangannya dingin.

Setelah itu terdengarlah orang yang mengetuk pintu setelah dibuka ternyata
teman kami yang ke kamar kecil baru kembali dan orang yang menyerupai teman
kami itu masih berada di antara kami.

Teman kami yang sebenarnya tidak berani masuk karena melihat ada 5 orang
bermain kartu selain dia. Kemudian teman kami yang baru datang dari kamar
kecil kemudian menjerit dan serentak kami kaget melihat dia lari.

Ketika kami perhatikan ternyata yang menyerupai teman kami wajahnya
berubah menjadi wajah yang rusak, serentak kamipun lari keluar dari ruangan
kamar mayat.

Sang wajah rusak berteriak, "jangan sekali-sekali main domino".

Kemudian kami menceritakan kepada satpam yang mengusir kami tadi dan
dia berkata, "Sukurin luh, udah saya bilang jangan main di sarang setan,
di situ memang penuh hantu penasaran".

Misteri Toilet Sarinah Thamrin

Kejadian ini baru saja terjadi, pada Kamis, malam Jumat 29 November
2001, pukul 8.30 PM, aku sedang berbelanja di Sarinah Thamrin. Setelah
muter-muter hampir 30 menit aku merasa pingin buang air kecil. Aku lantas
pamit sama temenku, ?Bentar ya, din (Dini) aku mo pipis dulu.? Langsung
ditimpali sama temenku, ? Ya udah gak perlu ditemenin kan? Tapi jangan
lama-lama ya!? Pesen dini padaku. Ia masih saja asyik melihat-lihat dan
memilih barang yang akan dibeli di Hero supermarket (sarinah lantai dasar).

Aku langsung naik ke lantai 1, setelah melewati elevator aku bergegas
menuju toilet. Suasana yang tampak adalah para pramuniaga toko sudah mulai
berkemas-kemas membereskan barang-barang karena memang sebentar lagi toko
mau tutup. Aku sudah tidak tahan lagi mau pipis?langsung saja aku masuk
toilet dan mengunci pintu dari dalam.

Tapi sebelum aku masuk kamar kecil, di dalam toilet itu aku sempat melihat
hanya ada seorang perempuan yang tampak merunduk seperti sedang membetulkan
tali sepatuya yang lepas. Namun aku tak peduli.

Ahh?lega batinku setelah selesai menunaikan hajat kecilku?setelah berbenah
aku mulai membuka pintu kamar kecil?aku bermaksud menuju kaca besar tempat
biasa orang berdandan. Betapa terkejutnya aku?hampir saja jantungku mau
copot demi melihat perempuan tadi yang pertama kali aku lihat sedang merunduk
membetulkan sepatu kini sudah melihatku dengan leher bolong, matanya hitam
(tak ada bola matanya) dan seluruh wajahnya rusak. Aku tak bisa berteriak
dan bergerak?astagfirullah?astagfirullah?aku istigfar dan terus menyebut
nama Allah?dan ajaib tiba-tiba kakiku bisa digerakkan sontak aja aku berlari
keluar.

Beberapa orang melihatku dengan keheranan, tapi aku tak peduli, aku
benar-benar ketakutan luar biasa. Sesampainya di Hero aku melihat temenku
Dini sudah ngantri mau bayar belanjaan. Akhirnya aku kasih uang untuk barang
belanjaanku ke dia dan aku tunggu di pintu keluar.

Aku ceritakan juga ke dia kejadian yang baru saja menimpaku dan dia
juga ketakutan. Seminggu setelah kejadian itu,tepatnya tanggal 5 Desember
2001, saat siang hari istirahat jam kantor aku dan dini kembali ke Sarinah,
eh pas aku lewat didekat toilet di situ sudah ada garis kuning (entahlah
garis polisi atau garis peringatan apa aku kurang jelas). Yang sempat aku
baca hanya tulisan ?TOILET PINDAH KE LT.II? ?misteri apalagi ini?
�
�
�
� 



[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark
Printer at MyInks.com. Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada.
http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511
http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/vbOolB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

ALAMAT EMAIL SETTING MILIS INI
--
Kirim pesan  : [EMAIL PROTECTED]
Daftar       : [EMAIL PROTECTED]
Batal Daftar : [EMAIL PROTECTED]
Email Normal : [EMAIL PROTECTED]
Mode Digest  : [EMAIL PROTECTED]
Nomail       : [EMAIL PROTECTED]
List Owner   : [EMAIL PROTECTED]
Bantuan      : [EMAIL PROTECTED]
--
http://ketawa.com/ 

Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/ 


Kirim email ke