~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Thanks 'N Best regards bayou_neh e-mail :[EMAIL PROTECTED] ============================
>From : Yusmianah Subject: KISMIS Setan Tua di Lift KampusWaktu itu gua diajak teman jemput pacarnya yang kebagian kuliah sore. Karena waktu itu gak ada kerjaan, akhirnya aku ikut saja. Sampai di kampus pacarnya, temanku langsung menyuruhku menunggu di mobil karena katanya nggak bakalan lama! Sampai waktu nunjukin jam 8 malam temanku nggak muncul-muncul lagi, jadi akhirnya kuputuskan untuk menyusulnya ke atas. Untungnya saat itu lift masih nyala, jadi aku segera menaiki salah satu dan berharap segera menemukan temanku. Waktu itu aku sendirian dalam lift, sampai di lantai 6 ada seorang ibu tua masuk ke dalam lift. Ibu itu berambut panjang dan terlihat lelah. Ia terlihat pucat dan langsung berdiri di salah satu sisi dalam lift. Beberapa saat kami saling terdiam, tiba-tiba ia bertanya padaku memecahkan keheningan. Ia bertanya, "Dik, saya boleh nyisir di sini yah?" Saya mengangguk sambil tersenyum. Tiba-tiba ia menarik-narik rambutnya yang panjang itu, diam-diam aku memperhatikan gerak-gerik ibu itu. Dengan kasar ia menarik rambutnya sambil tangan yang satu lagi merogoh tas yang dibawanya. Ia mengeluarkan sebuah sisir dan tiba-tiba ia merenggut rambutnya, dan aku terperangah ketika aku melihat ia melepas kepalanya, ditaruh di tangan satunya dan mulai menyisir sambil bersenandung kecil. Saat itu pula pintu lift terbuka di lantai 13, aku langsung meloncat keluar dan sebelum pintu lift tertutup aku mendengar ibu itu tertawa lirih. Hii..hii...hii... Tanpa aku sadari ruangan di lantai 13 ternyata ruangan yang belum jadi alias sedang dalam penyelesaian dan kosong. Aku kembali merinding dan cepat-cepat pencet tombol lift untuk naik 2 lantai lagi, ke lantai 15 tempat temanku jemput pacarnya. Sambil menunggu lift terbuka keringat dingin terus mengalir di sekujur tubuhku. Belum hilang ketakutanku Ibu tua tadi sudah ada dan duduk di pojok ruangan sambil terus menyisir kepalanya yang terlepas dan tawanya yang bikin aku mau pingsan. Dengan sekuat tenaga aku gedor-gedor pintu lift. Agar cepat-cepat terbuka. Begitu lampu menyala tanda lift sudah sampai, hampir saja aku langsung loncat ke dalamnya jika aku tidak melihat si setan tua itu sudah ada lagi didalam lift. Tak tahan dengan kenyataan, aku akhirnya pingsan di pinggir pintu lift. Hingga bau minyak angin menyadarkanku yang sudah dikelilingi oleh temenku, pacarnya, satpam dan beberapa mahasiswa. Rumah Hantu, Setan dan Jin Cerita ini adalah kisah nyata yang ada di daerah Lamongan, tepatnya di Jl. Sunan Drajat, Dusun Demangan, dimana daerah tersebut memang terkenal dengan rumah angkernya. Kami sekeluarga membangun rumah disana. Beberapa waktu menjelang selesai dikerjakan, banyak gangguan-gangguan aneh. Godaan pertama tidak begitu menakutkan, hanya biasa saja. Namun godaan itu semakin menjadi setelah selang waktu beberapa bulan. Pernah kami lihat dengan mata kepala kami, satu keluarga menatap dinding yang bergetar keras, dan suara orang yang menangis di belakang dapur. Pernah kami alami sendiri sosok perempuan yang masih muda berjalan di depan kami yang jaraknya 5 meter dari kolam kecil kami yang ada di samping rumah. Gencarnya gangguan setan membuat kami sekeluarga tidak tahan, akhirnya kamipun memutuskan untuk pindah rumah serta mengontrakan rumah kami yang ada pada alamat di atas. Beberapa hari ada seseorang yang mau mengontrak rumah kami tapi tidak lama kemudian orang yang terakhir menempati justru meninggal. Terhitung sudah 3 kali rumah kami dikontrak oleh temen temen nyokap, tapi tidak satu pun yang mampu bertahan sampai 5 bulan. Kabarnya, dulu tanah tempat dibangunnya rumah itu bekas kuburan massal. Saya coba korek keterangan dari tetangga sebelah, tapi nggak ada satu pun yang mau ngomong. Suatu ketika kami menyempatkan diri datang ke Lamongan, kami terkejut melihat rumah kami telah menjadi sarang kutu dan bisa dibilang seperti kandang sapi. Nggak percaya?? Silahkan Anda buktikan datang dan tinggal dua hari saja di rumah itu. Yang pasti, rumah itu terakhir aku lihat bersama keluarga sudah banyak perubahan. Temboknya sudah banyak ditumbuhin lumut dan tanaman merambat. Ciri-ciri rumah: berloteng, pagar warna merah muda sudah kusam dan berkarat. Samping rumah agak ke dalam sebelah kanan kalau dilihat dari luar terdapat kolam. Dan untuk tabung air yang besar diluar saya kurang tau ..apa sekarang masih ada atau tidak. Sundel Bolong Itu Lagi Nyuci! Ceritanya begini, aku waktu itu nonton TV hingga larut malam di rumah tetanggaku, Wiji. Rumahnya memang dikelilingi dengan pohon bambu yang rimbun dan gelap. Saat film sudah berakhir aku pulang lewat pintu belakang. Nah waktu itu sekitar 5 meter dari pintu belakang aku melihat ada orang mencuci pakaian. Pikirku itu si Saji, perempuan setengah tua pembantunya Wiji. Saat mencuci tampak rambutnya diriap menggerai menutupi bahu dan punggungnya, dan posisinya juga membelakangiku. "Ji...pulang dulu ya," pamitku. Hingga 3 kali aku ulangi, tapi Saji tetap tidak mau menjawab, apalagi menoleh. Saat aku mau samperin, sekonyong-konyok dia menoleh dengan wajah yang sangat mengerikan. Kedua matanya bolong hitam, tulang hidung dan giginya kelihatan, serta tampak serpihan-serpihan daging yang berbau busuk. Ia menatapku tajam. Kontan saja aku berteriak, namun suara tak bisa keluar dari mulutku. Sementara aku berlari tapi terasa berat sekali. Akhirnya aku berteriak, "Tuhan tolong saya!" yang akhirnya bisa keluar dari mulutku yang beberapa detik terkunci saking takutnya. Aku sudah tidak berani lagi menengok ke belakang dan terus berlari melompati parit-parit kecil hingga sampai ke rumahku, lalu aku ceritakan semua kejadian ke semua anggota keluargaku. Pocong Saat Perpisahan Dunia lelembut ada kalanya bisa dilihat nyata, seperti yang dialami Henny saat ketemu pocong menjelang wisuda D3-nya. Kisah ini berawal ketika kami mengadakan acara perpisahan kuliah, rencananya kami akan mengadakan perpisahan di villa. Karena bulan saat itu kebetulan sekali adalah musim liburan sekolah jadi kami sulit sekali mendapatkan villa yang kami inginkan, untungnya teman punya villa yang cukup bagus dan tepat untuk acara kami. Villa itu terletak di daerah Anyer, senang sekali karena di depan villa ada laut yang luas. Itu sih kata teman-teman yang sudah survei kesana, dan katanya lagi villa itu selain indah ada kolam renang air hangat juga, pokoknya sempurna banget deh! Mana murah lagi harganya, mungkin karena villa itu kepunyaan teman kami sendiri. Kami berangkat seminggu setelah wisuda, kami berkumpul di kampus agar mudah saja, selain itu juga kebanyakan dari kami rumahnya jauh-jauh. Kami ke sana dengan menyewa 2 buah bus Hiba yang berukuran sedang, karena kami terbagi dalam 2 kelas. Dasar anak-anak Indonesia tetap aja makai sistem jam karet, janjian jam 10 eh malah datangnya jam 12. Aku dan temanku menunggu dengan kesal sekali. Tapi... akhirnya terkumpul deh. Karena kami berangkatnya siang, maka kami sampai villa sudah malam hari. Rasa lelah terhapus setelah sampai dan istirahat sebentar. Villa ini terlihat megah dan nyaman, villa ini terdapat 6 kamar, kami memilih kamar masing-masing, aku beserta gangku memilih kamar yang cukup luas, maklum kami berjumlah 5 orang. Ternyata ada 6 orang lagi yang tidak kebagian kamar, tapi tidak apa-apa toh mereka laki-laki. Setelah acara makan malam kami berkumnpul diruang tengah, ada yang main gitar, ada yang main kartu walau tidak memakai uang, dan ada juga yang sekedar ngobrol-ngobrol santai. Tanpa sadar waktu telah menunjukkan pukul 00:15 malam, yang tinggal hanya aku dan tiga temanku yang sedang bergosip ria, teman-teman sudah pada tidur semua. Tengah asyiknya kami bercerita tiba-tiba pintu depan terdengar ada yang mengetuk.. duk..duk.. Suaranya kencang sekali, dengan kesal aku bangun untuk membuka pintu. Setelah aku buka ternyata tidak ada orangnya, dengan kesal aku berkata: "Eh iseng amat sih! Jangan main-main ya! Udah malam nich! Loe orang apa setan?" Belum selesai aku berkata, tiba-tiba aku melihat dari arah kanan seperti bayangan putih mirip dengan orang yang telah dibalut kain, dengan kata lain Pocong! Karena aku takut sekali, kemudian aku masuk untuk bercerita kepada temanku. Aku bercerita kepada temanku dan ketika aku sedang bercerita tiba-tiba pintu diketuk kembali, kami serentak kaget dan takut sekali, karena tiba-tiba kami mencium bau bunga kuburan yang sangat menyengat sekali, tanpa pikir panjang lagi kami kabur masuk kamar dan kami melihat teman-teman sudah ada yang tidur dengan nyenyak sekali. Karena tidak mau membuat yang lain takut maka kami tidak menceritakan kejadian tadi. Kini sudah pukul 02:00 malam, entah mengapa aku bersama temanku Feny tidak bisa tidur, mungkin karena kami takut dan entah lah... Akhirnya kami putuskan untuk berbincang-bincang saja, kami pikir toh hampir pagi, kami ngobrol sambil memandangi teman-teman yang tertidur dengan lelap sekali. Entah gimana tiba-tiba aku melihat di pojok belakang lemari, aku melihat pocong! Iya, pocong! Pocong yang aku lihat tadi di luar villa. Aku takut sekali, dan aku berkata pada temanku Feny yang ada di sebelahku, ternyata dia juga melihat apa yang aku lihat. Feny terlihat takut sekali dan kulihat badannya mengigil penuh ketakutan. Kemudian kami bersama-sama teriak sekencang-kencangnya. Mendengar teriakan kami, teman-teman terbangun dan bertanya apa yang terjadi pada kami. Kemudian kami menceritakan apa yang terjadi, maka kami putuskan bersama-sama tidak tidur dan saling jaga, dan kalau ada yang mengantuk kami bergantian sampai pagi. Ketika sudah pagi kami putuskan untuk berbicara pada ketua panitia dari acara ini, entah bagaimana, Dony ketua panitia juga berkata kalau dia juga melihat pocong ketika sedang melakukan inspeksi untuk mengontrol anak-anak yang belum tidur. Antara takut dan ngeri, kami putuskan untuk pindah kamar, tapi ya ampun kamar cowok ini berantakan sekali dan jorok sekali, kami jadi tidak pindah kamar saja, biarin deh ketemu setan daripada tidur di tempat yang jorok banget. Malamnya kami tidur dengan tidak tenang sekali, dan kami putuskan untuk membaca doa apa saja yang kami bisa, entah bagaiman tiba-tiba ada suara yang menggema ke seluruh kamar.. "Kalian anak muda... sombong sekali hingga berani mengganggu kami penunggu villa ini !!!!! ". Mendengarnya kami jadi sangat takut, tanpa sadar aku terdiam dan menyedari bahwa yang dimaksud suara tadi adalah aku yang memang telah kasar marah-marah kemarin malam. Tanpa sadar dalam hati aku memohon maaf atas semua kesalahanku dan memohon pada Allah agar melindungi kami dari setan dan segala jenisnya. Aku membaca ayat kursi dan belum habis aku membaca tiba-tiba ada suara yang berterima kasih dan tiba-tiba kami melihat sebuah bayangan. Pocong itu lagi dan aku mendengar bunyi...pocong itu berbunyi...duk..duk. Ternyata yang kami dengar kemarin bukan bunyi pintu, tapi melainkan bunyi langkah pocong itu. Kami berteriak dan aku tak sadarkan diri, kata teman-teman aku tadi malam kesurupan dan mengoceh yang tidak karuan, untung saja ada orang pintar yang menolong. Akhirnya kami selamat dan pulang ke Jakarta dengan penuh suka cita, penuh dengan pengalaman yang mengerikan sekaligus pelajaran buat kami agar dimanapun kami berada, kami akan ingat pada Allah SWT. Genderuwo Curhat ke Gue Kejadian ini benar-benar gue alami, dan sama sekali bukan rekayasa. Gue mengalami apa yang dikatakan orang kesurupan. Tepatnya pada saat gue dan tujuh temen gue pergi menginap di villa temen gue di kawasan Gunung Salak Endah, Leuwiliang-Bogor, tanggal 26 Agustus 2003. Pas saat itu kami sedang merayakan kelulusan kami dari SMA. Hari pertama, kami tidak merasakan sesuatu hal ganjil, tapi saat hari kedua, sesuatu yang ganjil mulai menampakkan jati dirinya. Bermula dari temen cewek yang mau mandi sekitar jam 6 pagi. Ketika temen gue itu lagi di kamar mandi, tiba-tiba dia dikejutkan oleh penampakkan sesosok wanita bergaun hijau yang berada dipojokkan bak air, spontan aja temen gue itu langsung teriak. Teriakan tadi membuat semua orang bangun dari tempatnya. Temen gue itu mukanya langsung pucat banget, sampai-sampai ia lupa pakai handuk. Gue dan anak cowok yang lainnya langsung keluar cari pertolongan sama penduduk setempat. Untungnya ada penunggu villa sebelah yang bisa menolong. Setelah temen gue itu tenang, keadaan semakin membaik, si penunggu villa sebelah itu bercerita kalau sebenarnya perempuan bergaun hijau tadi hanya lewat sebentar. Katanya perempuan itu mau balik ke tempat asalnya tapi sudah keburu pagi, jadi ia nunggu dulu sampai maghrib di kamar mandi tsb. Untungnya si perempuan bergaun hijau itu sudah diantarkan oleh pria penunggu villa sebelah tsb melalui transfer energi. Meskipun sudah aman, tetep saja gue sama teman-teman belum mau memakai kamar mandi itu. Setelah kejadian itu, kami tetap melanjutkan rencana kami untuk bakar ayam malam harinya. Suasana bakar ayam, membuat kami lupa pada kejadian yang baru menimpa teman kami. Saat bakar ayam, kira-kira pukul 10 malam, kami tiba-tiba merasa ngantuk berat. Nggak berapa lama datang, kira-kira ada 6 orang penduduk setempat yang datang memberi tahu kami, bahwa ada seseorang yang sedang "menyirep" kami. Kami dianjurkan untuk tetap terjaga agar tidak dimasuki oleh makhluk-makhluk ghaib yang dikirim oleh orang tsb. Teman gue yang punya villa itu, Aris, enggak tau kalau villa yang ia miliki itu ternyata tanah sengketa antara kakeknya dengan jawara kampung Leuwiliang tsb. Masalahnya si jawara itu sampai sekarang masih dendam sama keluarga Aris, jadinya kalau ada siapapun yang menginap di villa tsb pasti kena "sirep" orang tsb, tapi "sirepannya" selalu gak berhasil. Aris sampai saat itu belum tahu, masalahnya nggak ada satu orang pun di keluarganya yang ngasih tahu dia. Akhirnya kami terjaga, tapi hawa mistis yang makin nyata membuat suasana malam itu jadi amat mencekam. Kami semua berkumpul di satu ruangan dgn maksud tidak ada yang tidur satupun. Suara lolongan anjing yang begitu menyayat mengindikasikan keberadaan mahkluk halus di sekitar villa tsb, tapi ada temen kami yang tidak kuat menahan ngantuk, ia pun tertidur. Bener saja baru beberapa menit ia tidur, tahu-tahu dia kesurupan, anak-anak pada lari. Gue tiba-tiba saja mencari si penunggu villa sebelah. Masalahnya villa sebelah itu ternyata sudah nggak ada. Gue bingung setengah mati, terus gue balik lagi ke villa. Cewek-cewek pada nangis ketakutan, yang cowok pada megang temen gue yang kesurupan itu. Mulut gue mulai komat-kamit baca ayat kursi, gue tepuk saja bahu temen gue itu. Setelah itu gue melihat mahkluk menyerupai genderuwo yang gede banget. Tahu-tahu makhluk itu ngobrol sama gue. Dia menceritakan kalau dia makhluk yang dipanggil dari gunung Ceremei sama kakek-kakek yang sengaja dikirim ke villa temen gue itu. Ternyata itu mahkluk adalah pria si penunggu villa sebelah yang sempat paginya nolongin kami. Ia sengaja menyamar jadi seorang pria, untuk mengusir wanita bergaun hijau itu yang ternyata penunggu villa, yang dengan sengaja ditempatkan oleh kakeknya Aris untuk menjaga villa itu dari kunjungan mahkluk halus sejenisnya. Makhluk halus itu "curhat' banyak sama gue. Dia menceritakan kalau ternyata si kakek-kakek yang manggil dia itu, tidak kuasa untuk mengusir si wanita bergaun hijau yang punya kekuatan lebih besar daripada kakek-kakek itu. Banyak banget yang ia ceritain sama gue. Ia menceritakan juga kalau dia bukanlah jin yang jahat. Ia mau disuruh sama si kakek-kakek itu karena utang balas jasa. Gue juga bingung, mau takut apa enggak, soalnya si genderuwo itu menyeramkan banget tapi ia malah curhat sama gue. Setelah si genderuwo itu selesai "curhat", dia malah pamitan sama gue dan minta maaf sudah melibatkan gue dalam masalahnya. Tiba-tiba gue terbangun dengan melihat orang-orang sudah mengerumunin gue. Kata teman-teman, setelah gue menepuk bahu temen gue yang sebelumnya kesurupan, gue langsung jatuh lemas dan enggak sadar diri selama 9 jam, padahal gwe dari tadi mendengarkan si genderuwo itu "curhat", yang perasaan gue nggak sampai satu jam. Terus gue menceritakan apa saja yang baru gue alamin ke teman-teman gue, tapi gue malah diketawain habis-habisan. Kata teman-teman gue, mana ada genderuwo bisa "curhat" manusia. Sampai saat ini gue masih merasa kalau si genderuwo itu masih suka memperhatikan gue. Setelah kejadian tsb, gue sadar kalau ternyata enggak semua mahkluk halus itu jahat. Hantu Ikut Main Kartu Kejadiannya sekitar tahun 1997 di rumah sakit PMI Bogor. Waktu itu saya sedang menengok teman yang sedang dirawat. Karena waktu sudah malam, saya menemani dia untuk ngobrol dan menginap di rumah sakit. Lewat tengah malam saya bersama beberapa teman tidak bisa tidur dan keluar dari kamar rawat inap teman saya tersebut. Untuk menghilangkan kantuk saya main kartu domino di depan kamar mayat. Setelah itu diusir oleh satpam dan kita pindah ke dalam kamar mayat tersebut untuk melanjutkan permainan kartu. Selagi asik main kartu, temanku satu orang keluar untuk buang air kecil. Tinggalah kami ber-4. Selang satu menit kemudian, teman kami yang ke kamar kecil sudah kembali mengikuti permainan kartu dengan wajah pucat pasi dan tangannya dingin. Setelah itu terdengarlah orang yang mengetuk pintu setelah dibuka ternyata teman kami yang ke kamar kecil baru kembali dan orang yang menyerupai teman kami itu masih berada di antara kami. Teman kami yang sebenarnya tidak berani masuk karena melihat ada 5 orang bermain kartu selain dia. Kemudian teman kami yang baru datang dari kamar kecil kemudian menjerit dan serentak kami kaget melihat dia lari. Ketika kami perhatikan ternyata yang menyerupai teman kami wajahnya berubah menjadi wajah yang rusak, serentak kamipun lari keluar dari ruangan kamar mayat. Sang wajah rusak berteriak, "jangan sekali-sekali main domino". Kemudian kami menceritakan kepada satpam yang mengusir kami tadi dan dia berkata, "Sukurin luh, udah saya bilang jangan main di sarang setan, di situ memang penuh hantu penasaran". Misteri Toilet Sarinah Thamrin Kejadian ini baru saja terjadi, pada Kamis, malam Jumat 29 November 2001, pukul 8.30 PM, aku sedang berbelanja di Sarinah Thamrin. Setelah muter-muter hampir 30 menit aku merasa pingin buang air kecil. Aku lantas pamit sama temenku, ?Bentar ya, din (Dini) aku mo pipis dulu.? Langsung ditimpali sama temenku, ? Ya udah gak perlu ditemenin kan? Tapi jangan lama-lama ya!? Pesen dini padaku. Ia masih saja asyik melihat-lihat dan memilih barang yang akan dibeli di Hero supermarket (sarinah lantai dasar). Aku langsung naik ke lantai 1, setelah melewati elevator aku bergegas menuju toilet. Suasana yang tampak adalah para pramuniaga toko sudah mulai berkemas-kemas membereskan barang-barang karena memang sebentar lagi toko mau tutup. Aku sudah tidak tahan lagi mau pipis?langsung saja aku masuk toilet dan mengunci pintu dari dalam. Tapi sebelum aku masuk kamar kecil, di dalam toilet itu aku sempat melihat hanya ada seorang perempuan yang tampak merunduk seperti sedang membetulkan tali sepatuya yang lepas. Namun aku tak peduli. Ahh?lega batinku setelah selesai menunaikan hajat kecilku?setelah berbenah aku mulai membuka pintu kamar kecil?aku bermaksud menuju kaca besar tempat biasa orang berdandan. Betapa terkejutnya aku?hampir saja jantungku mau copot demi melihat perempuan tadi yang pertama kali aku lihat sedang merunduk membetulkan sepatu kini sudah melihatku dengan leher bolong, matanya hitam (tak ada bola matanya) dan seluruh wajahnya rusak. Aku tak bisa berteriak dan bergerak?astagfirullah?astagfirullah?aku istigfar dan terus menyebut nama Allah?dan ajaib tiba-tiba kakiku bisa digerakkan sontak aja aku berlari keluar. Beberapa orang melihatku dengan keheranan, tapi aku tak peduli, aku benar-benar ketakutan luar biasa. Sesampainya di Hero aku melihat temenku Dini sudah ngantri mau bayar belanjaan. Akhirnya aku kasih uang untuk barang belanjaanku ke dia dan aku tunggu di pintu keluar. Aku ceritakan juga ke dia kejadian yang baru saja menimpaku dan dia juga ketakutan. Seminggu setelah kejadian itu,tepatnya tanggal 5 Desember 2001, saat siang hari istirahat jam kantor aku dan dini kembali ke Sarinah, eh pas aku lewat didekat toilet di situ sudah ada garis kuning (entahlah garis polisi atau garis peringatan apa aku kurang jelas). Yang sempat aku baca hanya tulisan ?TOILET PINDAH KE LT.II? ?misteri apalagi ini? � � � � [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~--> Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark Printer at MyInks.com. Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada. http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511 http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/vbOolB/TM ---------------------------------------------------------------------~-> ALAMAT EMAIL SETTING MILIS INI -- Kirim pesan : [EMAIL PROTECTED] Daftar : [EMAIL PROTECTED] Batal Daftar : [EMAIL PROTECTED] Email Normal : [EMAIL PROTECTED] Mode Digest : [EMAIL PROTECTED] Nomail : [EMAIL PROTECTED] List Owner : [EMAIL PROTECTED] Bantuan : [EMAIL PROTECTED] -- http://ketawa.com/ Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
