BIS UMUM, Ughhh,...terasa gerah hari ini, aku malas balik lagi ke Bandung, bukan berarti masih betah di kampungku, tapi apa daya, Senin adalah hari kerja, maka kupaksa jua untuk berkemas. Yang membuatku malas adalah di perjalanan menuju Bandung, sudah dibayangkan, mulai dari terminal orang-orang sudah berjubel berebut tempat duduk, menghirup aroma keringat orang, minyak balsem caplang, bau parfum murahan dari perempuan-perempuan penumpang, bikin pusing ini kepala, belum lagi ditambah bisingnya nyanyian-nyanyian sumbang para pengamen, dan sodoran kencleng sumbangan Mesjid fiktif, rengekan pengemis bau amis, yah itulah resiko seorang Idris, nasiiib yah nasiiib apa daya, aku tak punya kendaraan pribadi, mau pakai motor, tak punya nyali.
Kondektur bis menyodorkan karcis, aku ahli dalam menumpang bis, sudah bertahun-tahun aku studi banding tulisan angka para kondektur, semuanya sama, tidak jelas dalam menuliskan angka ongkos di karcis, dan aku tau sekali itu disengaja, dan mereka selalu mendengarkan para seniornya taktik-taktik dalam meraup keuntungan tambahan. Dari kampungku ke Bandung, ongkos bis adalah Rp. 12.000,- , angka dua belas ribu ini ditulis sedemikian rupa sehingga maksudnya menjadi kabur , dan lebih mendekati angka Rp. 18.000,- . Bila Anda pendatang, mungkin akan mengira 18.000,- dan menyerahkan uang sebanyak itu ke si kondektur. Bila Anda ragu, itu 12.000,- atau 13.000,- atau 18.000,-, ambillah yang terkecil, serahkan 12.000,-, toh kalau kurang, dia akan minta kembali, tapi kalau kelebihan dia santai-santai aja, pura-pura tidak tau, dan keuntungan bisa dipihak kondektur, tau u u yaah. Di perjalanan selalu saja ada pungli, termasuk Pak Polisi, sudah biasa bagi para kondektur, dia mengerti apa maunya polisi, pajak tak resmi Rp. 10.000,- untuk kelebihan penumpang, dan penyerahan uangnya dilarang kentara oleh mata telanjang para penumpang, itu aturannya !!. Banyak cara yang dilakukan, ada yang pura-pura ngasih pinjam korek api pada polisinya dan tentu saja dalam korek api itu ada selipan uang 10.000,-, ada yang pura-pura memperlihatkan STNK dan lain-lain Suatu kali, kondektur bergegas mau menyerahkan uang kepada polisi, sambil berkata dan menyengaja supaya terdengar oleh penumpang untuk menutupi aib polisi, ia berkata, "Duhhh,...pengen kencing euy, kencing dulu ahhh...". Si kondektur menuju gang kecil pura-pura kencing, Pak Polisi juga ikut menuju gang, di gang kecil itulah kondektur menyerahkan uang yg dimasukkan ke korek api, kemudian dia cepat-cepat berangkat lagi. Dengan kalem polisi membuka korek api, ternyata di dalamnya hanya ada uang Rp. 5000,- yang seharusnya Rp.10.000,-, jelas saja si Polisi gusar, kendaraan kami mulai berangkat, Polisi geram dan berteriak kepada si kondektur , "Heiiiiiiiii...tunggu dulu,.. kencing lagiii dooooong !!!". Idris Sardi. ALAMAT EMAIL SETTING MILIS INI -- Kirim pesan : [EMAIL PROTECTED] Daftar : [EMAIL PROTECTED] Batal Daftar : [EMAIL PROTECTED] Email Normal : [EMAIL PROTECTED] Mode Digest : [EMAIL PROTECTED] Nomail : [EMAIL PROTECTED] List Owner : [EMAIL PROTECTED] Bantuan : [EMAIL PROTECTED] -- http://ketawa.com/ ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~--> Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark Printer at MyInks.com. Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada. http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511 http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/vbOolB/TM ---------------------------------------------------------------------~-> Yahoo! Groups Links To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/e-ketawa/ To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
