|
----- Original Message -----
From: hilea
To: yenny ; yeni
; yayat ; wanhar ; wahyu ; Trianap
; Triana ; rossy
; rizka ; muji ;
kiki ; johan ; Febrina ; Faisal ; Dwa ; diyan ; diahch ; dharma ; Chiku ; butet ; Aritonang ; Andre ; aini
Sent: Friday, April 23, 2004 8:09 AM
Subject: Karet Gelang >Karet Gelang
>
>Suatu kali saya membutuhkan karet gelang, Satu saja. Shampoo yang akan
saya
>bawa tutupnya sudah rusak. Harus dibungkus lagi dengan plastik lalu
diikat
>dengan karet gelang. Kalau tidak bisa berabe. Isinya bisa tumpah ruah
>mengotori seisi tas. Tapi saya tidak menemukan satu pun karet gelang.
Di
>lemari tidak ada. Di gantungan-gantungan baju tidak ada. Di
kolong-kolong
>meja juga tidak ada.
>
>Saya jadi kelabakan. Apa tidak usah bawa shampoo, nanti saja beli di
>jalan.Tapi mana sempat, waktunya sudah mepet. Sudah ditunggu yang
jemput
>lagi. Akhirnya saya coba dengan tali kasur, tidak bisa. Dipuntal-puntal
>pakai kantong plastik, juga tidak bisa. Waduh, karet gelang yang
biasanya
>saya buang-buang, sekarang malah bikin saya bingung. Benda kecil yang
>sekilas tidak ada artinya, tiba-tiba menjadi begitu penting.
>
>Saya jadi teringat pada seorang teman waktu di Yogyakarta dulu. Dia
tidak
>menonjol, apalagi berpengaruh. Sungguh, Sangat biasa-bisa saja. Dia
hanya
>bisa mendengarkan saat orang-orang lain ramai berdiskusi. Dia hanya
bisa
>melakukan apa yang diperintahkan kepadanya. Itu pun kadang-kadang
salah,
>Kemampuan dia memang sangat terbatas.
>Tetapi dia sangat senang membantu orang lain; entah menemani pergi,
>membelikan sesuatu, atau mengeposkan surat. Pokoknya apa saja asal
membantu
>orang lain, ia akan kerjakan dengan senang hati. Itulah sebabnya kalau
dia
>tidak ada, kami semua, teman-temannya, suka kelabakan juga. Pernah
suatu
>kali acara yang sudah kami persiapkan gagal, karena dia tiba-tiba harus
>pulang kampung untuk suatu urusan.
>
>Di dunia ini memang tidak ada sesuatu yang begitu kecilnya, sehingga
sama
>sekali tidak berarti. Benda yang sesehari dibuang-buang pun, seperti
karet
>gelang, pada saatnya bisa menjadi begitu penting dan merepotkan.
>
>Mau bukti lain? Tanyakanlah pada setiap pendaki gunung, apa yang paling
>merepotkan mereka saat mendaki tebing curam? Bukan teriknya matahari.
Bukan
>beratnya perbekalan. Tetapi kerikil-kerikil kecil yang masuk ke sepatu.
>
>Karena itu, jangan pernah meremehkan apa pun.
>
>Lebih-lebih meremehkan diri sendiri.
>Bangga dengan diri sendiri itu tidak salah.
>
>Yang salah kalau kita menjadi sombong, lalu meremehkan orang lain.
>
Regards,
Hilea FNS Logistics [IT Team] --------------------------------------- Telp : (62-21) 8998 2855 Ext 415 Fax : (62-21) 8998 2833 ~ 35 Email : [EMAIL PROTECTED] Website : Http://www.fns.co.id --------------------------------------- -- http://ketawa.com/
Yahoo! Groups Links
|
