|
Dasarrrrrr!!!! :p
----- Original Message -----
Sent: Friday, July 09, 2004 2:45 PM
Subject: Re: [e-ketawa] gadis di stasiun
kereta "Virus free by ITP Scan Mail"
Dear Jocelyn
Cerita-nya bagus banget, belum pernah
gue baca cerita sebagus itu, membuat aku terinspirasi untuk bertemu dengan
kamu, bagaimana kalau besok sore kita bertemu di statsiun gambir, jangan
lupa ya..., kamu pakai mawar merah jangan pakai bunga kemboja
;-p
----- Original Message ----- From: "Jocelyn" <[EMAIL PROTECTED]> To:
<Undisclosed-Recipient:;> Sent: Friday, July 09, 2004 01:57
PM Subject: [e-ketawa] gadis di stasiun kereta "Virus free by ITP Scan
Mail"
> > > John Blanford berdiri tegak dari bangku di
Stasiun Kereta Api sambil > > melihat ke arah jarum
jam, pukul 6 kurang 6 menit. John sedang > > menunggu >
> seorang gadis yang dekat dalam hatinya tetapi tidak
mengenal > > wajahnya, > > seorang gadis
dengan setangkai mawar. > > > > Lebih dari
setahun yang lalu John membaca buku yang dipinjam dari >
> Perpustakaan. Rasa ingin tahunya terpancing saat ia
melihat coretan > > tangan yang halus di buku
tersebut. Pemilik terdahulu buku tersebut > > adalah >
> seorang gadis bernama Hollis Molleon. Hollis tinggal di
New York dan > > John > > di Florida
John mencoba menghubungi sang gadis dan mengajaknya untuk > > >
> saling bersurat. Beberapa hari kemudian, John dikirim
ke medan > > perang, > > Perang Dunia II.
Mereka terus saling menyurati selama hampir 1 tahun. > > >
> Setiap surat seperti layaknya bibit yang jatuh di tanah
yang subur > > dalam > > hati masing2 dan
jalinan cinta merekapun tumbuh. > > > >
John berkali-kali meminta agar Hollis mengirimkannya sebuah foto. > >
Tetapi > > sang gadis selalu menolak, kata sang
gadis "Kalau perasaan cintamu > > tulus >
> John, bagaimanapun rupaku tidak akan merubah perasaan
itu, kalau saya > > > > cantik
selama hidup saya akan bertanya-tanya apakah mungkin >
> perasaanmu itu hanya karena saya cantik saja, kalau
saya biasa2 atau > > cenderung jelek, saya takut
kamu akan terus menulis hanya karena > > kesepian
dan tidak ada orang lain lagi dimana kamu bisa mengadu. Jadi >
> > > sebaiknya kamu tidak usah tahu bagaimana
rupa saya. Sekembalinya > > kamu ke New York nanti
kita akan bertemu muka. Pada saat itu kita > > akan >
> bebas untuk menentukan apa yang akan kita
lakukan." > > > > Mereka berdua membuat
janji untuk bertemu di Stasiun Pusat di New > > York >
> pukul 6 sore setelah perang usai. "Kamu akan mengenali
saya, John, > > karena saya akan menyematkan
setangkai bunga mawar merah pada kera > > bajuku",
kata Nona Hollis. > > > > Pukul 6 kurang 1
menit sang perwira muda semakin gelisah, tiba2 > >
jantungnya hampir copot, dilihatnya seorang gadis yang sangat cantik >
> berbaju hijau lewat di depannya, tubuhnya ramping,
rambutnya pirang > > bergelombang, matanya biru
seperti langit, luar biasa cantiknya.... > > Sang >
> perwira mulai menyusul sang gadis, dia bahkan tidak
menghiraukan > > kenyataan bahwa sang gadis tidak
mengenakan bunga mawar seperti > > yang telah
disepakati. Hanya tinggal 1 langkah lagi kemudian John > >
melihat > > seorang wanita berusia 40 tahun
mengenakan sekumtum mawar merah di > > kerahya.
"O.... itu Hollis!!!!" > > > > Rambutnya
sudah mulai beruban dan agak gemuk. Gadis berbaju hijau >
> hampir menghilang. Perasaan sang perwira mulai terasa
terbagi 2 ingin > > lari > > mengejar sang
gadis cantik tetapi pada sisi lain tidak ingin > >
menghianati > > Hollis yang lembut dan telah setia
menemaninya selama perang. Tanpa > > berpikir
panjang, John berjalan menghampiri wanita yang berusia >
> setengah baya itu dan menyapanya "Nama saya John
Blanford, anda > > tentu > > saja Nona
Hollis, bahagia sekali bisa bertemu dengan anda, maukah > >
anda > > makan malam bersama saya?" Sang wanita
tersenyum ramah dan berkata > > "Anak muda, saya
tidak tahu apa artinya semua ini, tetapi seorang > > gadis >
> yang berbaju hijau yang baru saja lewat memaksa saya
untuk mengenakan > > > > bunga mawar ini
dan dia mengatakan kalau anda mengajak saya makan >
> maka saya diminta untuk memberitahu anda bahwa dia
menunggu anda di > > restoran di ujung jalan ini,
katanya semua ini hanya ingin menguji > > anda." >
> (NN) > > > >
Pernahkah terpikir oleh anda sekalian, bahwa si pemuda bernama John >
> Blanford di atas akan menarik semua perkataan-perkataan
cinta > > romantis > > yang pernah di
tulis dalam surat-suratnya apabila, katakanlah memang >
> benar ternyata Nona Hollis hanyalah seorang wanita
gemuk dengan > > rambut > > hampir
beruban. Untunglah John seorang yang sangat cerdas dan >
> berhikmat. Dia bisa saja berpikir pasti dapat
mengeluarkan sebuah > > alasan > > lain
untuk mengagalkan lamarannya. Dan tentunya jika itu terjadi, > >
maka > > cerita ini pasti tidak akan ada. >
> > > Seseorang akan sangat mudah tertipu dan
tergoda untuk mengikuti mata > > jasmani dan
mengabaikan kata hati. Orang lebih menyukai apa yang > >
dapat > > dia lihat dan sentuh dari pada apa yang
dapat dirasakan dan di sentuh > > oleh > >
hatinya. Ini adalah salah satu titik kegagalan manusia dalam > >
menjalani > > kehidupannya sebagai orang yang
beriman. Kita lebih tertarik melihat > > sebuah
senyuman manis, dari pada sikap hati. Kita lebih menyukai bola >
> > > mata yang bulat dan bening ketimbang mata
hati yang tajam dan peka. > > Kita > >
lebih menyukai wajah rupawan dari pada karakter yang bagus. Singkat >
> kata, kita semua lebih menyukai hal-hal yang bersifat
jasmaniah > > ketimbang > > hal-hal
rohaniah. Itulah sebabnya seringkali kita tersandung karena > >
ulah > > kita
sendiri! >
-- http://ketawa.com/
--
http://ketawa.com/
| Yahoo! Groups Sponsor |
ADVERTISEMENT
![click here]() | |
![]() |
Yahoo! Groups Links
|