LUAARRRRRRRRRRRRRRRRRRR BIAAAASSSSSAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

Jocelyn <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

>   > BUNYI YANG PUNYA ARTI
>   >
>   > Suatu hari, seorang dari desa mengunjungi temannya di kota. Bunyi
ribut
>   > mobil-mobil dan derap orang yang lalu-lalang sangat menganggu orang
desa
>   > itu.
>   >
>   > Kedua orang itu kemudian berjalan-jalan dan tiba-tiba orang desa itu
>   > berhenti, menepuk pundak temannya dan berbisik, "Berhentilah sebentar.
>   > Apakah kamu mendengar suara yang kudengar?"
>   >
>   > Teman kotanya itu menoleh ke arah orang desa itu sambil tersenyum, dan
>   > kemudian berkata, "Yang saya dengar hanyalah suara klakson mobil serta
>   > suara orang lalu-lalang. Apa yang kau dengar?"
>   >
>   > "Ada seekor jangkrik di dekat sini dan saya bisa mendengar suara
>   > nyanyiannya."
>   >
>   > Teman dari kota itu mendengarkan dengan penuh perhatian, lalu
>   > menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata, "Saya pikir kamu hanya
>   > bergurau. Tidak ada jangkrik di sini. Dan seandainya ada, bagaimana
>   > orang bisa mendengar suaranya di tengah kebisingan jalan ini? Jadi
kamu
>   > pikir kamu bisa mendengarkan suara seekor jangkrik?"
>   >
>   > Kata orang desa itu, "Ya! Ada satu ekor yang bernyanyi di sekitar sini
>   > sekarang." Orang desa itu berjalan ke depan beberapa langkah, lalu
>   > berdiri di samping tembok suatu rumah. Di situ ada tanaman yang tumbuh
>   > merambat. Orang Indian itu memetik beberapa daun, dan di atas daun
>   > itulah terdapat seekor jangkrik yang bernyanyi keras sekali.
>   >
>   > Teman dari kota itu kini bisa melihat jangkrik itu, dan dia pun mulai
>   > bisa mendengar kan suara nyanyiannya. Ketika mereka kembali
>   > berjalan-jalan, orang kota itu berkata kepada teman desanya, "Kamu
>   > secara alami bisa mendengar lebih baik dari kami."
>   >
>   > Orang desa itu tersenyum dan kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya
>   > sambil berkata, "Saya tidak setuju dengan pendapatmu. Orang desa tidak
>   > bisa mendengar lebih baik daripada orang kota. Sekarang lihat, saya
akan
>   > memperlihatkannya kepadamu!"
>   >
>   > Lalu, orang desa itu mengambil uang logam dan menjatuhkannya di
trotoar.
>   > Bunyi uang logam itu membuat banyak orang menoleh ke arahnya. Kemudian
>   > orang desa itu memungut uang logam itu dan menyimpannya kembali di
>   > kantungnya, dan kedua orang itu kembali berjalan-jalan.
>   >
>   > Kata orang desa itu, "Tahukah kamu sobat, suara uang logam itu tidak
>   > lebih keras daripada nyanyian jangkrik tadi. Meski demikian, banyak
>   > orang kota mendengarnya dan menoleh ke arahnya. Di lain pihak, saya
>   > adalah satu-satunya orang yang mendengar suara jangkrik itu. Alasannya
>   > tentu bukan bahwa orang desa bisa mendengar lebih baik daripada orang
>   > kota. Tidak. Alasannya adalah bahwa kita selalu mendengar dengan lebih
>   > baik hal-hal yang biasanya kita perhatikan."
>   >
>   > Seringkali ketika kita dalam masalah, kita berteriak memohon
pertolongan
>   > pada Tuhan, dan kita merasa Dia diam saja. Ketika membaca cerita ini
>   > kita jadi sadar, sebabnya bukan karena Tuhan tidak menjawab, tapi
karena
>   > kita lebih fokus pada diri kita sendiri dan permasalahannya daripada
>   > fokus pada Tuhan dan pertolonganNya.
>   >
>   > Kita memasang telinga agar Tuhan menjawab sesuai dengan keinginan dan
>   > cara kita dan menolak suara Tuhan yang mengatakan bahwa Dia
menyediakan
>   > jalan lain yang lebih baik!






--
http://ketawa.com/



__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com



--
http://ketawa.com/



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke