> Kamu Bohong!!!
>
>  Seorang bos di sebuah perusahaan melakukan perselingkuhan
>  dengan sekretarisnya. Karena nafsu sudah di ubun-ubun, pagi
>  itu mereka cabut dari kantor menuju rumah si sekretaris.
>
>  Mereka kemudian bercinta dengan menggebu-gebu sampai
>  akhirnya keduanya kecapaian dan tertidur pulas selama berjam jam. Ketika
> bangun, jam sudah menunjukkan pukul 8 malam.
>  Setengah panik, si bos segera mengenakan pakaiannya.
>  Kemudian ia menyuruh sekretarisnya untuk membawa sepatunya ke luar serta
> mengotorinya dengan rumput dan lumpur di halaman. Setelah si sekretaris
> melakukan perintahnya, sang bos segera mengenakan sepatu kotor tersebut
dan
> berlari menuju rumahnya.
>
>  "Dari mana kamu?" bentak istrinya ketika si bos masuk rumah.
>
>  "Sayang, aku nggak akan bohong sama kamu. Aku berselingkuh dengan
> sekretarisku, kami bercinta sepanjang siang hingga sore tadi sampai
> kecapaian. Aku baru bangun beberapa menit yang lalu dan kemudian berlari
> pulang," kata si suami.
>
>  Si istri memandangi suaminya sampai akhirnya matanya
>  tertumbuk ke sepatu yang dipakai suaminya. "Kamu bohong!
>  Aku tahu kamu pasti keasyikan main golf lagi!!!"
>
>  ++++++++++++++++++
>
>  Ganti Pakaian
>
>  Dalam Kompi C sebuah pasukan sudah berbulan-bulan bertugas di pedalaman
> Irian Jaya, sampai suatu ketika mereka
>  dikumpulkan oleh sang komandan.
>
>  "Saya ada dua berita untuk kalian, berita bagus dan berita
>  buruk. Berita bagusnya, hari ini pakaian dalam kita akan
>  diganti..." "Horeeee! Siap, komandan!" seru seluruh
>  anggota pasukan dengan sukacita.
>
>  "Nah, sekarang berita buruknya. Bambang, ganti pakaian
>  dalammu dengan punya Joko. Wawan, kamu ganti dengan punya Budi..."
>
>  ++++++++++++++++++
>
>  Penipu!
>
>  Di suatu sidang pengadilan, Pak Hakim meminta terdakwa
>  berdiri untuk mendengarkan tuntutan. "Saudara didakwa
>  membunuh seorang guru SMA dengan menggunakan gergaji mesin!" kata hakim.
> Dari deretan meja pengunjung terdengar
>  seseorang berteriak, "Kurang ajaaarrr!!!"
>
>  "Harap tenang. Ini ruang sidang!" bentak hakim. Ia
>  kemudian melanjutkan tuntutannya, "Saudara juga didakwa
>  melakukan pembunuhan terhadap seorang loper koran dengan
>  menggunakan sekop!"
>
>  "Bajingannnnn!!!" teriak pengunjung yang tadi.
>
>  "Tenang, harap tenang!" teriak hakim nggak kalah kerasnya.
>  "Selanjutnya,saudara terdakwa juga dituduh melakukan
>  pembunuhan terhadap seorang tukang pos dengan menggunakan bor listrik!"
> kata hakim sambil memandangi terdakwa.
>
>  "Keparatttt!!!!" teriak pengunjung tadi tanpa bisa ditahan.
>
>  Dengan geram hakim berkata, "Jika anda tidak bisa memberikan alasan
kenapa
> berulah seperti ini, maka saya akan mendudukkan anda di kursi pesakitan
> dengan tuduhan menghina pengadilan!"
>
>  "Saya adalah tetangga terdakwa selama sepuluh tahun terakhir, Pak Hakim.
> Dan setiap kali saya ingin meminjam gergaji, bor, atau sekop, dia selalu
> bilang nggak punya!!!"
>
>  ++++++++++++++++++
>
>  Pakai Sabun yang Banyak!
>
>  Sorang wanita membawa cuciannya ke sebuah laundry. Ketika
>  kembali, ternyata masih ada noda kotor di pakaian dalamnya.
>  Seminggu kemudian ketika ia kembali ke laundry tersebut,
>  diselipkannya sebuah catatan di pakaian dalamnya: "Pakai
>  sabun yang banyak!" Hal ini berlangsung terus-menerus,
>  berminggu-minggu, sampai akhirnya si pemilik laundry sebel.
>  Akhirnya ketika mengembalikan cucian, si pemilik laundry
>  menyelipkan catatan balasan di pakaian dalam si wanita yang
>  bunyinya: "Pakai pembalut yang banyak!"
>
>  ++++++++++++++++++
>
>  Tahukah Nyonya Caranya Bercinta?
>
>  Ini cerita di sebuah peternakan. Seorang pria melangkah ke
>  rumah tetangganya dan mengetuk pintu. Ketika nyonya rumah
>  membuka pintu, si pria bertanya, "Apakah Nyonya tahu
>  caranya bercinta?"
>
>  Tentu saja si nyonya rumah marah dan membanting pintu.
>  Namun, si pria tetap mengetuk pintu rumah tadi dan
>  mengajukan pertanyaan yang sama. Kali ini si nyonya
>  menjerit sekeras-kerasnya sambil mengusir tamu tidak senonoh tadi. Malam
> itu juga si nyonya menceritakan kejadian
> memalukan tadi kepada suaminya.
>
>  Si suami berjanji bahwa ia akan tinggal di rumah keesokan
>  harinya untuk menghadapi si tamu kurang ajar seandainya ia
>  muncul lagi. Ternyata benar, keesokan harinya pria yang
>  sama datang lagi dan mengetuk pintu. Nyonya rumah segera
>  membuka pintu sementara suaminya bersembunyi sambil membawa senapan.
>
>  Si tamu kembali bertanya, "Nyonya, tahukah anda caranya
>  bercinta?"
>
>  "Tentu saja, kenapa anda menanyakannya?" si nyonya balik
>  bertanya.
>
>  "Baguslah," kata si tamu. "Kalau begitu, puaskanlah suami
>  anda dan beritahu dia untuk menjauhi istri saya!!!"
>
>  ++++++++++++++++++
>
>  Sampai Nanti...
>
>  Ini pengalaman di Changi Airport waktu menunggu pesawat
>  pulang ke Indonesia. Entah kenapa tiba2 perut saya terasa
>  mulas. Langsung saja saya masuk ke WC yang saat itu
>  kebetulan sepi.
>
>  Belum semenit duduk, saya denger suara bapak-bapak berkata: "Gimana dik?
>
>  Baik aja?" Kedengerannya dari WC sebelah. Kaget juga,
>  darimana dia tahu saya orang Indonesia. Karena saya nggak
>  biasa ngobrol sama orang yg belum dikenal maka saya jawab
>  aja: "Ya, baik."
>
>  Eh, dia nanya lagi: "Sekarang gimana, sudah krasa lega?"
>
>  Wah, pertanyaan macam apa itu? Ada-ada aja. Baru juga
>  nongkrong semenit, jadi saya jawab aja sekenanya: "Lumayan."
>
>  Dia jawab lagi: "Sama dong... tapi saya ada masalah dikit
>  nih"
>
>  Saya mulai curiga, lalu gantian saya yang tanya: "Masalah
>  apa pak?"
>
>  Dia langsung jawab: "Iniii... ada orang culun di WC sebelah
>  ikut-ikutan njawab pertanyaan saya, gimana kalau nanti saya
>  telpon lagi? Ya ... sampai nanti..." *tut*
>
>  ++++++++++++++++++
>
>  NENEK DAN KACANG MEDE
>
>  Ibu Mira sebagai penduduk baru di komplek rumahnya, datang
>  ke rumah tetangga sebelahnya yang dihuni oleh satu orang
>  nenek-nenek.
>
>  Ibu Mira: Nek, kenalin nek, saya tetangga baru nenek, nama
>  saya Mira.
>  Nenek : Oh, silakan duduk... silakan duduk.
>
>  Pas lagi ngobrol, di meja ada setoples kacang mede.
>  Ibu Mira: Wah nek, boleh yah saya cicipi kacang medenya
>  Nenek : oh... yah... yah..., boleh... boleh... boleh.
>
>  Saking enaknya kacang mede tersebut, sampai habis satu
>  toples.
>  Ibu Mira: wah, maaf nek, kacang medenya sampai habis nih...
>  Nenek : Oh, nggak apa-apa koq, nenek juga nggak bisa
>  makan, maklum gigi nenek udah nggak kuat, Nenek kan sering dikirimin sama
> cucu nenek coklat silver queen, nenek hanya mampu jilatin coklatnya aja,
> dan kacang medenya yah itu...
>
>
>
>
> Yahoo! Messenger - Communicate instantly..."Ping" your friends today!
> Download Messenger Now
>
>
>
>
>
>
>
>

===8<===========End of original message text===========




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/vbOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 



--
http://ketawa.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/e-ketawa/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke