Buat renungan..........
> Pada suatu tempat, hiduplah seorang anak. Dia hidup dalam > keluarga yang bahagia, dengan orang tua dan sanak keluarganya. Tetapi, dia > selalu mengangap itu sesuatu yang wajar saja. Dia terus bermain, > mengganggu adik dan kakaknya, membuat masalah bagi orang lain adalah > kesukaannya. > > Ketika ia menyadari kesalahannya dan mau minta maaf, dia selalu berkata, > "Tidak apa-apa, besok kan bisa." > Ketika agak besar, sekolah sangat menyenangkan baginya. Dia > belajar, mendapat teman, dan sangat bahagia. Tetapi, dia anggap itu > wajar-wajar aja. Semua begitu saja dijalaninya sehingga dia > anggap semua sudah sewajarnya. Suatu hari, dia berkelahi dengan teman > baiknya. Walaupun dia tahu itu salah, tapi tidak pernah mengambil inisiatif > untuk > minta maaf dan berbaikan dengan teman baiknya. Alasannya, "Tidak apa-apa, > besok kan bisa." > > Ketika dia agak besar, teman baiknya tadi bukanlah temannya > lagi. Walaupun dia masih sering melihat temannya itu, tapi > mereka tidak pernah saling tegur. Tapi itu bukanlah masalah, karena dia > masih > punya banyak teman baik yang lain. Dia dan teman-temannya melakukan segala > sesuatu > bersama-sama, main, kerjakan PR, dan jalan-jalan. Ya, mereka semua > teman-temannya > yang paling baik. > > Setelah lulus, kerja membuatnya sibuk. Dia ketemu seorang cewek > yang sangat cantik dan baik. Cewek ini kemudian menjadi pacarnya. > Dia begitu sibuk dengan kerjanya, karena dia ingin dipromosikan ke > posisi paling tinggi dalam waktu yang sesingkat mungkin. > > Tentu, dia rindu untuk bertemu teman-temannya. Tapi dia tidak > pernah lagi menghubungi mereka, bahkan lewat telepon. Dia selalu > berkata, "Ah, aku capek, besok saja aku hubungin mereka." Ini > tidak terlalu mengganggu dia karena dia punya teman-teman > sekerja selalu mau diajak keluar. > > Jadi, waktu pun berlalu, dia lupa sama sekali untuk menelepon > teman-temannya. > Setelah dia menikah dan punya anak, dia bekerja lebih keras agar > dalam membahagiakan keluarganya. Dia tidak pernah lagi membeli bunga > untuk istrinya, atau pun mengingat hari ulang tahun istrinya dan > juga hari pernikahan mereka. Itu tidak masalah baginya, karena > istrinya selalu mengerti dia, dan tidak pernah menyalahkannya. > > Tentu, kadang-kadang dia merasa bersalah dan sangat ingin punya > kesempatan untuk mengatakan pada istrinya "Aku cinta kamu", > tapi dia tidak pernah melakukannya. Alasannya, "Tidak apa-apa, saya > pasti besok akan mengatakannya." > > Dia tidak pernah sempat datang ke pesta ulang tahun > anak-anaknya, tapi dia tidak tahu ini akan perpengaruh pada > anak-anaknya. Anak-anak mulai menjauhinya, dan tidak pernah > benar-benar menghabiskan waktu mereka dengan ayahnya. > > Suatu hari, kemalangan datang ketika istrinya tewas dalam > kecelakaan, istrinya ditabrak lari. Ketika kejadian itu terjadi, dia > sedang ada rapat. Dia tidak sadar bahwa itu kecelakaan yang > fatal, dia baru datang saat istrinya akan dijemput maut. Sebelum sempat > berkata "Aku cintakamu", istrinya telah meninggal dunia. Laki-laki itu > remuk > hatinya dan mencoba menghibur diri melalui anak-anaknya setelah kematian > istrinya. > > Tapi, dia baru sadar bahwa anak-anaknya tidak pernah mau > berkomunikasi dengannya. Segera, anak-anaknya dewasa dan membangun > keluarganya > masing-masing. Tidak ada yang peduli dengan orang tua ini, yang di masa > lalunya tidak pernah meluangkan waktunya untuk mereka. > > Saat mulai renta, Dia pindah ke rumah jompo yang terbaik, yang > menyediakan pelayanan sangat baik. Dia menggunakan uang yang > semula disimpannya untuk perayaan ulang tahun pernikahan ke 50, > 60, dan 70. Semula uang itu akan dipakainya untuk pergi ke Hawaii, New > Zealand, > dan negara-negara lain bersama istrinya, tapi kini dipakainya > untuk membayar biaya tinggal di rumah jompo tersebut. Sejak itu > sampai dia meninggal, hanya ada orang-orang tua dan suster yang > merawatnya. > Dia kini merasa sangat kesepian, perasaan yang tidak pernah dia rasakan > sebelumnya. > > Saat dia mau meninggal, dia memanggil seorang suster dan berkata > kepadanya, "Ah, andai saja aku menyadari ini dari dulu...." > Kemudian perlahan ia menghembuskan napas terakhir, > Dia meninggal dunia dengan airmata dipipinya. > > ========================================================= > > Apa yang saya ingin coba katakan pada anda, waktu itu nggak > pernah berhenti. Anda terus maju dan maju, sebelum benar-benar > menyadari, anda ternyata telah maju terlalu jauh. > > Jika kamu pernah bertengkar, segera berbaikanlah! > > Jika kamu merasa ingin mendengar suara teman kamu, jangan > ragu-ragu untuk meneleponnya segera. > > Terakhir, tapi ini yang paling penting, jika kamu merasa kamu > ingin bilang sama seseorang bahwa kamu sayang dia, jangan > tunggu sampai terlambat. Jika kamu terus pikir bahwa kamu lain hari baru > akan > memberitahu dia, hari ini tidak pernah akan datang. > > Jika kamu selalu pikir bahwa besok akan datang, maka "besok" > akan pergi begitu cepatnya hingga kamu baru sadar bahwa waktu telah > meninggalkanmu. > > Jangan tunda kirim email ini ke sahabat-sahabat anda..... > Atau.... > masih ada hari esok....... ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/vbOolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> -- http://ketawa.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/e-ketawa/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
