|
tutup aja tuh RS yang ga tau diri.. ok
----- Original Message -----
Sent: Tuesday, July 20, 2004 5:05
PM
Subject: Re: [e-ketawa] Siska Tewas
Setelah Ditolak RS Ananda
Tutup aja tuh rumah sakit .....
ganti bisnis aja ... jadi pebisnis emas, kalau yang di
otak pihak rumah sakit hanya uang melulu.
hmmmm atau memang bener juga namanya tuh rumah sakit .....
rumah yang bikin sakit pasien.
hahahahahahhaahhaa
pi.co.id> wrote:
iya...
From: "Suprihatin" <[EMAIL PROTECTED]> Reply-To:
[EMAIL PROTECTED] Date:
Mon, 19 Jul 2004 23:41:36 -0700 To:
<[EMAIL PROTECTED]>,
<[EMAIL PROTECTED]> Subject: [e-ketawa] Siska Tewas
Setelah Ditolak RS Ananda
Kasihan
ya????.......
Siska Tewas Setelah Ditolak
RS Ananda Jum'at, 16 Juli 2004 | 18:20 WIB
TEMPO Interaktif,
Jakarta:Rumah Sakit Rumah Sakit (RS) Ananda, di Jalan Raya Sultan Agung
Km28, Medan Satria dituding menjadi penyebab kematian Siska Yulia, 5
tahun, warga Jalan Kali Mutu Komplek Setia Bina Sarana (SBS) Rt 03/11
Blok B 11, No. 8, Harapan Jaya, Kota Bekasi. Sebab, RS itu menolak
merawat korban yang belum memiliki uang kontan Rp 1 juta untuk biaya
perawatan.
Peristiwa yang penolakan pengobatan RS Ananda kepada
anak dari pasangan suami istri Daswin, 30 tahun, dan Siti Maemunah, 26
tahun itu terjadi pada Jumat (16/7) dini hari.
Menurut cerita
Daswin, saat masuk ke RS, kondisi tubuh korban dalam keadaan panas
tinggi. Pihak RS juga belum sempat melakukan diagnosa sehingga gejala
yang dialami korban belum diketahui.
Oleh pihak RS Ananda, sebelum
mendapatkan pengobatan, Daswin harus membayar biaya pengobatan yang
dipatok Rp 1 juta saat itu juga. Namun, karena tidak memiliki uang
sebesar itu, Darwin meminta kelonggaran waktu pembayaran. "Saya mau
cari pinjaman dulu karena saat itu, belum punya uang," kata
Daswin.
Namun, pihak rumah sakit tetap tidak mau kompromi sebab
harga memang sudah dipatok dan dibebankan ke pasien.
Daswin yang
berkerja sebagai kuli bangunan itu mengisahkan, sebelum anaknya tewas,
semenjak Senin (12/7) anaknya mengalami panas tinggi. Selain itu,
di sekujur tubuhnya muncul bintik-bintik kemerahan.
Saat itu,
dia mengira anak semata wayangnya hanya menderita campak saja sehingga
dibiarkan dengan harapan akan sembuh dengan sendirinya.
Sampai
pada Kamis (15/7), demam tinggi pada tubuh Yulia ternyata tidak kunjung
menurun. Bahkan, suhu badannya bertambah naik. Setelah itu, Daswin
memutuskan untuk membawa Yulia ke klinik Mandala. Setelah diobati,
kondisi Siska bukannya membaik, malah demamnya makin tinggi. Oleh
dokter yang merawat, Daswin diminta menghubugi rumah sakit
lain.
Akhirnya, Yulia dibawa ke RS Ananda. Sampai di RS sekitar
pukul 19.00 WIB yang langsung dibawa ke ruang Unit Gawat Darurat (UGD)
dan perawat juga langsung memasukan selang infus ke tangan Siska.
Oleh pihak RS Daswin harus terlebih dulu membayar uang RP 1 Juta
supaya anaknya mendapatkan pengobatan segera.
"Saya ke bagian
administrasi untuk pendaftaran, saya pilih yang ongkosnya satu juta.
Kebetulan, saya tidak bawa uang sebanyak itu. Dan saya minta
ditangguhkan pembayarannya," kata dia. Namun pihak rumah sakit
menolak.
Menurut Daswin, karena tidak bisa membayar saat itu juga,
dan tidak ada kelonggaran dari rumah sakit itu, perawat kembali
melepaskan selang infus dari tangan Yulia yang tengah menggigil di UGD.
Pasien itu pun digotong keluar lagi. Pihak RS menyarankan untuk
dirawat saja ke RSUD Bekasi yang biayanya murah.
"Anak ini kalau
memang harus dirawat, ya memang harus segera dirawat, karena di sini
mahal, ya harus cepat dibawa ke RSUD, di sini kita tidak bisa terima,"
cerita Daswin, menirukan ucapan salah satu staf RS Ananda. Saat itu
juga Daswin langsung membawa ke RSUD dengan perasaan sedih karena
ditolak.
Yulia akhirnya dibawa ke RSUD Bekasi, di Jalan Pramuka,
Kota Bekasi. Sampai di RSUD sekitar sekitar pukul 21.00 WIB. Di sana
dia sempat sempat mendapat perawatan. Tapi nyawanya tidak tertolong,
dan meninggal di RSUD pada Jumat dini hari.
Ketika peristiwa itu
dikonfirmasika ke Wakil Kepala Humas RS Ananda, Dessy membantah
pihaknya menolak pasien. Buktinya, kata dia, pertolongan yang dilakukan
pihak RS Ananda sudah dilakukan. "Upaya kami sudah cukup manusiawi.
Buktinya, kami sudah sempat pasang infus untuk pertolongan darurat,"
ungkapnya.
Mengenai biaya yang diberikan ke korban, Dessi
mengatakan bahwa RS Ananda telah memiliki harga pengobatan. Pihaknya
tidak kompromi karena biaya memang sudah dipatok. "Biaya pendaftaran
itu memang dibebankan kepada pasien, kalau tidak membayarnya, biaya
untuk infus itu dari mana," kata dia. (Siswanto)
Sumber : Tempo
News
Room
-- http://ketawa.com/
Yahoo! Groups
Sponsor ADVERTISEMENT
Yahoo! Groups Links
- To visit your group on the web, go to:
- http://groups.yahoo.com/group/e-ketawa/
-
- To unsubscribe from this group, send an email to:
- [EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]>
-
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service
<http://docs.yahoo.com/info/terms/> .
-- http://ketawa.com/
Do you Yahoo!? Vote for the
stars of Yahoo!'s next ad campaign!
-- http://ketawa.com/
--
http://ketawa.com/
| Yahoo! Groups Sponsor |
ADVERTISEMENT
![click here]() | |
![]() |
Yahoo! Groups Links
|