Title: Jangan cuma tau make doang...
___________________
Do you Yahoo!?
New and Improved Yahoo! Mail - 100MB free storage!
http://promotions.yahoo.com/new_mail
From: "Ida van Tjiphoetatt" <[EMAIL PROTECTED]>
Organization: Pindang Manufactory
Reply-To: "Ida van Tjiphoetatt" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wed, 18 Aug 2004 12:40:18 +0700
To: "Babenya Abon" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: artikel

Kondom yang Tuntas Uji!

Jakarta, Selasa

Kirim Teman | Print Artikel Periksa apakah kondom tersebut mempunyai tanggal kedaluwarsa atau tidak, petunjuk pemakaian, dan lain sebagainya

Berita Terkait:
� Anggapan KONDOM Berpori Tak Lagi Relevan � KONDOM Tidak 100% Aman! � Kondom di Indonesia: Peminatnya Kurang dari 10 Persen..! [#Plugin-AD:<p>]

Mungkin kita pernah mendengar keluhan tentang kondom yang cepat koyak atau bocor. Benarkah kenyataan ini atau mungkin ada masalah lain?

Menurut Dr. Linda Sitanggang, Direktur Penilaian Obat dan Produk Biologi BPOM, sebenarnya kondom yang beredar sudah melalui serangkaian uji laboratorium yang ketat sebelum dipasarkan.

Ada beberapa standar internasional yang digunakan yang ditetapkan oleh salah satu dan badan-badan berikut: International Organization for Standardization (ISO), Committee European de Normalization (CEN), dan American Society for Testing and Materialist (ASTM). Beberapa standar atau uji mutu laboratoirum yang biasa dijalankan adalah mencakup hal berikut:

1. Volume peledakan. Daya rekah merupakan kriteria untuk mengukur elastisitas dan kekuatan kondom. Kondom diisi udara dan dihitung berapa volume udara yang bisa ditampung hingga kondom meledak. Menurut ketentuan Laboratorium Enersol (Australia), batas minimum volume saat meletus adalah 15 liter dan jumlah kondom yang meledak maksimum adalah 7 dari tiap 200 kondom yang diuji.

2. Dimensi kondom. Kondom bermutu harus mempunyai panjang lebih besar atau sama dengan 160 milimeter dan lebar berkisar 50-54 milimeter.

3. Tegangan putus. Tegangan putus adalah kriteria mengukur kekuatan kondom. Kondom ditarik dengan alat atau beban tertentu dan kemudian diukur berapa tegangannya saat putus. Enersol menentukan standar tersebut sama dengan 30 Neston dan jumlah maksimum yang diizinkan adalah 1 dari 20 kondom yang diuji.

4. Kebocoran. Kriteria ada tidaknya lubang pada kondom ini mempunyai proporsi penilaian paling besar dibanding kriteria lain. Prinsipnya, kondom diisi air untuk mengetahui ada tidaknya lubang. Jumlah maksimum yang diizinkan untuk memenuhi standar adalah 2 buah dari tiap 200
kondom yang diuji.


5. Keutuhan segel pengaman. Kondom dalam kemasan ditempatkan pada suatu wadah dan dialiri gas sampai tekanan tertentu. Syarat yang ditentukan adalah tidak boleh ada kondom yang tidak utuh segelnya dari tiap 13 kondom yang diuji.

6. Pelabelan. Dari kacamata konsumen hal ini penting sekali, tetapi tidak semua produk kondom mencantumkan label yang informatif. Periksa apakah kondom tersebut mempunyai tanggal kedaluwarsa atau tidak, petunjuk pemakaian, dan lain sebagainya. Kondom yang memperhatikan konsumen adalah kondom yang mencantumkan ini semua. Biasanya ini adalah kondom yang baik.@ abd





--
http://ketawa.com/



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

<<attachment: 113933.jpg>>

Kirim email ke