Cold Water 

 

 

 

"KETUPAT" DARI PAK BUPATI

 

Rabu,10/20/2004 11:46:41 AM

- BANYAK jalan menuju tenar, ada yang lewat jalur sinetron, ada pula yang lewat musik. Tapi di Tasikmalaya, ada sosok manusia mendadak kondang lewat jalur...tamparan bupati! Tak percaya tanyakan pada Apip,34, perawat di RSU Tasikmalaya ini. Biar telinganya

selalu berdenging dan sakit, tapi minggu-minggu ini namanya jadi beken, bahkan sempat disalami Pak Sekda dan Dirut rumahsakitnya!

Kisah memprihatinkan dari Tanah Pasundan ini sebetulnya bermula dari pandangan masyarakat yang terlanjur sinis pada peran Askes (Asuransi Kesehatan) yang berwarna kuning itu. Pegawai negeri sipil cap apapun asal berobat dengan modal kartu Askes akan dipandang dengan sebelah mata oleh pihak rumah sakit. Pelayanan mereka tidak lagi prima, karena lewat Askes kantong pasien tak bisa dirogoh dalam-dalam.

Barangkali, orang nomor satu di Tasikmalaya, yakni Bupati Tatang Farhanul Hakim, juga punya persepsi semacam itu. Ketika seorang anak lelakinya, Adi,13, menderita sakit serius, segera dibawanya ke RSU Tasikmalaya tanpa memikirkan apa itu Askes. Disamping keselamatan anaknya yang harus diutamakan dulu, kartu kuning kesehatan itu dirinya memang tidak punya. Maklum dia bupati yang bukan dari pegawai negeri.

Namanya juga anak, biar jadi Bupati sibuknya seperti apa, Tatang Farhanul Hakim menyempatkan diri menunggui pasien. Tengah malam sekitar pukul 23:30, mendadak Adi yang tinggal di kamar VIP itu mengalami demam tinggi. Pak Bupati pun segera kontak perawat tiket, agar putra kesayangannya itu segera mendapat penangangan secepatnya.

Adalah Apip, perawat piket malam itu. Dia segera mengontrol infus termasuk makanan apa saja yang baru diasup oleh pasien. Sebab berdasarkan pengalaman, demam tinggi itu bisa hadir akibat kondisi infus atau menu yang dimakan. Seperti pada keluarga pasien pada umumnya, dalam kesempatan itu Apip sempat bertanya pada lelaki berkumis ala Gatutkaca yang duduk menunggui Adi. "Bapak punya Askes, tidak?," kalau PNS pakai Askes bisa membantu," katanya polos tanpa maksud tertentu.

Ini dia...! Pak Bupati yang agaknya juga beranggapan bahwa tanpa Askes perawatan pasien jadi dinomerduakan, langsung bangkit emosinya. Diapun menjawab Apip dengan kalimat meninggi: Saya bukan PNS, ngapaian kamu nanyain Askes segala? Berapapun ongkosnya akan saya bayar," ujar Pak BUpati dengan wajah garang.

Apip juru rawat itu langsung mengkeret. Dia juga malu karena dibentak orang didepan banyak orang. Belum sempat menjelaskan duduk dan berdirinya persoalan pada si lelaki berkumis Gatotkaca, dia sudah ditarik tangannya oleh teman perawat yang lain. "Sst, kamu tahu siapa dia? Dia itu Pak Bupati, kenapa kamu tanya Askes segala? Salah besar!" tegur temannya sambil berbisik.

Jrrrreng..! Mau mati berdiri rasanya Apip mendengar pejelasan temannya. Banyak orang pengen ketemu bupati, selalu tak bisa. Dia kini mendadak bisa bertemu, tapi kenapa situasi dan kondisinya sangat tidak nyaman? Ketemu kok dalam rangka dibentak! Dalam hatinya dia juga menyalahkan dirinya sendiri. Kenapa lebih kenal dengan artis Christine Hakim daripada Tatang Irfanul Hakim bupatinya sendiri?

Buru-buru dia masuk ke dalam ruang perawatan, untuk minta maaf. Tapi belum juga kesampaian, mendadak wajahnya ditampar si kumis Gatutkaca, splakkkkk! Lebih dari itu Pak Bupati masih juga menggerutu: nggak akan bener anak saya disini, bawa saja ke Bandung! Apip tertegun di pojok ruangan, dengan pipi masih terasa panas bahkan ada sedikit luka di telinga. Ya Tuhan, Lebaran masih jauh, kenapa sudah dapat ketupat bangkahulu dari Pak Bupati?

Malam itu juga Adi si anak bupati dipindah kerumah sakit lain. Tapi hari Apip sangat teraniaya. Hari berikutnya kasus pemukulan itu menjadi makanan media massa dan nama Apip pun melambung. Selain dapat dukungan dirut RSU Tasikmalaya dan Sekda setempat, juga banyak SMS yang memberikan dukungan moril. Bahkan sekolah perawat di Surabaya ikut mendemo Pak BUpati. Pepen jadi lebih pede, sehingga mencoba menuntut ketidakadilan ini, Melalui seorang pengacara dia minta ganti rugi Rp.10 milyar.

Timun lawan durian, mana bisa menang Pip!



 Dove 
Wassalam ;-)
Y2nk
 







Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail � CNET Editors' Choice 2004. Tell them what you think.
--
CV. Global Intermedia - Information Technology for Everyone
Pahlevi Building 1st floor
Pogung Dalangan SIA XVI/IX/25 Yogyakarta 55663 Indonesia
Phone   : +62 274 511859
Website :
http://www.g-im.com/

Ketawa dot Com - http://ketawa.com/



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke