Kabinet
 Abdul Rahman Saleh, Jaksa Agung Baru

Abdul Rahman Saleh
21/10/2004 02:15 � Ketika empat hakim agung lainnya memutuskan Akbar Tandjung bebas, Abdul Rahman Saleh justru berpendapat lain. Susilo Bambang Yudhoyono baru saja mengangkat Abdul Rahman menjadi Jaksa Agung.


Penegasan Abdul Rahman Saleh
>>>


Penegasan Abdul Rahman Saleh
>>>


Download RealPlayer
Liputan6.com, Jakarta: Penegakan hukum memang menjadi persoalan pelik di Tanah Air. Hukum terkesan tak pernah memihak kepada yang benar, karena semua persoalan bisa diukur oleh kepentingan dan uang. Akibatnya wajah peradilan di Indonesia jadi carut-marut. Kebanyakan orang sudah tak percaya akan titahnya. Mereka menjadi skeptis.

Bukan persoalan mudah bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk membenahi persoalan di atas. Dia harus cermat. Harus jeli. Sebab, kalau salah orang, keadaan tak akan berubah. Bisa jadi, mungkin, alur penegakan hukum di Tanah Air malah makin kusut.

Tak banyak pilihan, memang. Namun dari segelintir hakim agung yang ada, SBY sudah mengantongi sebuah nama yang menurut ukurannya pas buat mengurai benang kusut itu. Abdul Rahman Saleh, orangnya. Beberapa waktu silam, SBY-Saleh sudah berbicara empat mata seputar penegakan hukum di Indonesia. Dan pada akhirnya, Rabu (20/10) sekitar pukul 23.50 WIB, SBY mengangkat Abdul Rahman menjadi Jaksa Agung [baca: SBY Mengumumkan Susunan Kabinet Indonesia Bersatu].

Usai pengangkatan, pria kelahiran 1 Februari 1945 ini berjanji akan berusaha memburu para buronan yang melarikan diri ke luar negeri. Lulusan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada ini pun akan membuka kasus lama sesuai aturan yang berlaku. "Saya akan di-back up habis-habisan oleh SBY," kata Abdul Rahman.

Menilik track record atau rekam jejak dan kredibilitasnya, Abdul Rahman boleh dibilang cukup lurus. Sekretaris Dewan Penyantun Yayasan LBH Indonesia ini pun dikenal sederhana, berani, memiliki moral, dan punya pengalaman yang cukup di dunia hukum. Sebelum menjadi hakim agung, Abdul Rahman lama berkecimpung sebagai pengacara dan notaris. Bersama Adnan Buyung Nasution, dia membentuk Lembaga Bantuan Hukum. Lelaki ini juga tercatat sebagai dosen Fakultas Hukum Assyafi`iyah.

Keberanian Abdul Rahman terlihat nyata saat memutuskan kasasi Akbar Tandjung dalam kasus korupsi dana nonbujeter Bulog senilai Rp 40 miliar. Ketika itu, empat hakim lainnya memutuskan Ketua DPR itu bebas. Namun Abdul Rahman berbeda pendapat. Bekas Direktur LBH ini justru mengajukan descending opinion [baca: Kasasi Akbar Tandjung Dikabulkan].

Sebelum menjadi Jaksa Agung, bekas wartawan Harian Nusantara Jakarta (1968-1984) ini pernah menangani beberapa kasus penting lainnya. Beberapa di antaranya kasus subversi Sawito Kartowibowo dan subversi Imran dalam (pembajakan pesawat Garuda, DC-9 Woyla, 28-31 Maret 1981), dan membela Asep Suryaman.

Saat bersamaan, SBY juga mengangkat Meutia Farida Hatta menjadi Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan. Suasana haru dan gembira di kediaman Meutia di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, amat terasa begitu antropolog dari Universitas Indonesia ini dipastikan masuk dalam jajaran Kabinet Indonesia Bersatu. Mereka saling berpelukan sebagai tanda sukacita.

Sebelum diangkat menjadi menteri, istri ekonom Sri-Edi Swasono ini memang layak diperhitungkan. Meutia, sebelumnya, tercatat sebagai Deputi I Pelestarian dan Pengembangan Pariwisata, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Walau agak berbelok dari dugaan, sebelumnya perempuan kelahiran Yogyakarta, 21 Maret 1947 itu diprediksi menempati pos Menteri Pariwisata, Meutia siap mengemban tugas yang diberikan.

Ucapan selamat patut pula dialamatkan kepada Jero Wacik. Dia diangkat menjadi Menteri Pariwisata dan Kebudayaan dalam kabinet SBY. Kepada SCTV, Jero mengatakan, program pertama yang akan dilakukan sebagai menteri adalah mengajak semua komponen masyarakat untuk peduli kepada pariwisata.

Fungsionaris Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat ini memahami tak mudah mendongkrak pariwisata Indonesia pascapeledakan bom Bali--12 Oktober 2002. Untuk itu, dia akan bekerja sama dengan sejumlah pihak terkait, terutama kepolisian. Sebab, menurut Jero, berkembangnya sektor pariwisata amat terkait dengan faktor keamanan.(ICH/Tim Liputan 6 SCTV)

 



 Dove 
Wassalam ;-)
Y2nk
 







Do you Yahoo!?
vote.yahoo.com - Register online to vote today!

--
CV. Global Intermedia - Information Technology for Everyone
Pahlevi Building 1st floor
Pogung Dalangan SIA XVI/IX/25 Yogyakarta 55663 Indonesia
Phone   : +62 274 511859
Website : http://www.g-im.com/

Ketawa dot Com - http://ketawa.com/



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke