eh bas apa kabar lama engak nongol
kemane aje
 
Cerita dari Pulau Buru

Untuk direnungkan , sebuah kisah nyata di belahan indonesia timur
Laporan ini ditulis oleh Sutikno yang bertugas di JRS di pulau Buru,
Maluku. Penulis bisa dihubungi di  [EMAIL PROTECTED]

Sebuah cerita dari Buru,

Umurnya paling tua 12 tahun. Matanya yang lebar, bulu matanya yang
lentik dan kulitnya yang putih pasti membuat kalian tidak percaya
kalau dia orang asli Buru. Nama gadis kecil itu Nonce Nurlatu.
Pertama ku bertemunya di rumah sakit umum Ambon. Mata indahnya
dipenuhi air. Dokter sedang membersihkan luka di perutnya. Benang-
benang hitam berderet di sebelah kanan pusarnya, berpegangan erat
berusaha sekuat tenaga menyatukan kulit yang menganga.

Sekitar dua bulan sebelumnya, terjadi perang suku di kampungnya yang
bernama Italahin. 9 orang telah menjadi korban. Mati ditombak atau
dibacok parang. Dia sendiri terkena tombak di perutnya. Untung waktu
itu tangannya yang kurus mengalasi perut. Tombak itu menembus
tangannya dan terus melesak ke perutnya. (perang ini merupakan perang
turun temurun antara 2 marga, sejak jaman bahulak, Nurlatu dan
Latbual memang sudah saling menanam dendam. Mata balas mata, nyawa
balas nyawa. Membunuh lebih banyak lawan menjadi suatu prestasi.
Kedua keluarga besar ini berlomba untuk mengejar prestasi .... bunuh
lawan sebanyak mungkin.

Konon masalahnya sederhana saja : pembayaran mas kawin yang belum
lunas...)

Nonce kecil harus menunggu di kampungnya tanpa pengobatan sama sekali
selama satu minggu, sebelum dia digotong dengan tandu menuju kampung
terdekat, dimana kendaraan yang lebih modern bisa melarikannya ke
rumah sakit. Perjalanan yang tidak gampang. Untuk mencapai dusun
kecil bernama waipcalit, satu hari satu malam, tandu sederhana itu
dengan sabar menahan tubuh mungilnya. Sebuah truk terbuka menolong
gadis malang itu menuju Namlea, ibu kota kabupaten yang berjarak 60
km. Bersamanya ada 3
korban yang lain : Seorang ibu dengan rahim menganga, setelah sebatang
tombak memburaikan kandungannya dan merenggut janin didalamnya keluar,
dan dua lelaki yang masing2 luka di punggung dan di dada.

Namun luka-luka menganga mereka telah menunggu terlalu lama. Ulat-ulat
gemuk yang entah dari mana datangnya telah berpesta dengan rakus
menggerogoti daging yang mulai membusuk. Dua hari berlalu, tubuh ibu
dengan rahim busuk itu tak kuasa mempertahankan nyawa melekat di
raganya.

Luka Nonce kecil ini telah dijahit. Dua bilah kulit mulai bersambung.
Namun apa boleh dikata, malang belum mau berlalu dari bayangannya.
Penanganan medis di kabupaten terpencil ini memang jauh dari standard.

Seminggu setelah dirawat, dia diijinkan pulang. Dari bekas jahitan di
perutnya menyembul segumpal daging sebesar jempol tangan orang dewasa.
Ternyata, ususnya 'mbrojol' keluar. Jahitannya kurang rapet ...

Kebetulan Jrs (lembaga dimana aku bekerja) mendampingi penduduk asli
di Waipcalit setelah mereka kembali dari pengungsian paska kerusuhan
di pulau yang terkenal dengan tapolnya ini. Kami memberi bantuan biaya
pengobatan di Ambon pada gadis mungil itu beserta seorang pasien yang
lain. Tanpa menghiraukan lelahnya sel-sel kulit yang telah berhari-
hari beregenerasi ini, pisau tajam dokter membedahnya kembali. Dengan
paksa, usus nakal itu dimasukkan ke rongga perut yang gelap dan
lembab. Kali ini lincah tangan ahli bedah Ambon merenda benang-benang
hitam yang lebih kuat di perutnya yang tipis.

Singkat cerita, setelah hari-hari membosankan dilewatkan di rumah
sakit, cucuran air mata yang tiap kali menghiasi kencan dengan ahli
bedah yang tanpa perasaan mengusap kuat-kuat jahitan di samping
pusarnya, tibalah saatnya Nonce kecil harus pulang kampung.

'Nonce seng usah kembali ke gunung lagi saja pak Kani. Biar dia
tinggal dan sekolah di Waipcalit saja' kataku pada Bapak Kani, kerabat
yang relatif lancar berbahasa Indonesia yang mengantarnya berobat ke
Ambon (Nonce itu sama sekali tidak bisa berbahasa Indonesia, jadi dia
perlu penerjemah ketika harus berkomunikasi dengan dokter) 'Seng bisa
mas,' Kata lelaki berambut gondrong ini. ( seng = tidak) 'Barang
kenapa?' tanyaku ingin tau (barang kenapa =kenapa) 'Kalo dia su
sembuh, berarti paituanya pasti jemput untuk dibawa kembali ke gunung
lagi' sahutnya. (paitua = suami ; su = sudah) 'Paitua? Jadi Nonce ini
su kawin???' tanyaku tak percaya 'Betul mas, su sejak kecil segini
(dia mengangkat tangannya menggambarkan tinggi anak itu ketika pertama
dikawinkan) dia dibawa paituanya ke gunung. Kawin piara toh,' terang
dia kalem, seakan tak ada hal aneh di ceritanya.

Aku yang tinggal terbengong-bengong, asik bermain dengan pikiranku
sendiri. Memang sudah sering kudengar sejak masih anak-anak
perempuan-perempuan Buru dikawinkan. Bahkan ibu yang masih
mengandungpun, anaknya (kalo perempuan) sudah 'dibayar' lunas oleh
lelaki berduit di sana. 'Suami' yang telah membayar lunas anak
perempuanbisa memelihara 'istrinya' di rumah. Setelah siap dibuahi,
diadakan upacara kecil untuk mensahkan perkawinan mereka.

Perempuan di Buru pedalaman, pada dasarnya adalah budak lelaki. Suami
hanya duduk makan pinang, isap tembakau sementara istri setengah mati
cari makan, ma sak, urus anak ..., dipukul suami kalo suami lagi marah
...dll. Bahkan di beberapa tempat di pedalaman Buru, para ibu ini
melahirkan sendiri, tanpa ada pertolongan....ngeden sendiri, potong
tali puser sendiri, keluarin ari2 sendiri ...

Setelah kemerdekaannya yang 59 tahun, Indonesia masih menyisakan
cerita 'ngenes' tentang anak negrinya.

2 hari setelah ibu-ibu ini melahirkan mereka sudah harus cuci pakaian
sendiri sambil gendong bayinya dibelakang, lalu setelah itu cari kasbi
(ubikayu) dihutan, parut kasbi untuk dibuat papeda (pati yang dikasih
airpanas ... persiiss sekali dgn lem), masak untuk makan suaminya ...

Kalo suami mati muda, sang istri yang sudah dibeli ini otomatis
menjadi 'milik' kakak atau adik almarhum suaminya. Dan jangan heran
bila bapak mertua mengambil alih peran anaknya untuk mengawini (baca :
menyetubuhi) mantunya dengan berbagai alasan, such as anaknya turun
gunung dan tidak pulang-pulang atau anak kandung mati muda dll

Nonce,........
Disaat gadis-gadis lain seusiamu mulai belajar berdandan, Engkau sudah
harus mulai belajar mencari ubi kayu di hutan, belajar memasak untuk
melayani laki-laki yang telah 'membelimu'

Nonce,.....
Disaat gadis-gadis lain seusiamu sedang hobi-hobinya mejeng di mall,
sibuk memilih baju2 mana yang fancy, Engkau tak punya pilihan ketika
'tuanmu' menggerayangi pucuk dadamu yang mulai belajar tumbuh....

Nonce, sudahkah benih 'tuanmu' membuahi telur beliamu?? Ketika riang
gadis seumuranmu bergema, dengan ransel baru di punggung
berjingkrak-jingkrak merayakan hari pertama mereka mamakai seragam
biru putih... Engkau tiap hari membanting tulang melayani 'tuanmu'
tanpa merasakan beratnya 'ransel' perut berisi keturunanmu yang
mangkin membuncit .... ...

Nonce, masih seberapa luaskah permukaan perutmu yang tidak dihiasi
bekas luka ... Karena runcing ujung tombak dan tajam parang musuh
margamu selalu mengincar lembut dagingmu atas nama dendam orang tua-
tua mereka ...

Nonce, aku tak kuasa berbuat apa-apa, hanya meminta yang aku bisa,
semoga engkau diluputkan dari perang-perang berikutnya....

Sebuah Refleksi,
Dengan berbagi cerita di atas, aku ingin membagi usahaku dalam
mengatasi masalah 'berkubang dalam kesedihan' ini. Ketika kita terus
mendongak dan melihat keberuntungan-keberuntungan orang lain kita
menjadi semakin terperosok dalam kubangan yang kita gali sendiri ...
tapi nek kita sesekali mau melihat ke bawah, semisal membayangkan apa
yang dihadapi

Nonce .... betapa buruk nasib yang menimpanya (at least dari sudut
pandang kita ya).... kok yo kuwat urip yo ... kadang aku mikir
ngono...

Kita menjadi sadar betapa beruntungnya kita .... kita jadi mengerti
bahwa kita masih punya banyak hal yang bisa digunakan sebagai modal
untuk memperbaiki hidup ini .... yang akhirnya akan membangkitkan
energi yang selama ini kita pusatkan pada kesedihan semata ....

Buat rekan-rekan yang dikarunia telenta untuk selalu optimis
menghadapi kerasnya hidup ini, bisa selalu melihat masalah sebagai
tantangan, semoga cerita di atas bisa menjadi wacana yang mungkin bisa
membangkitkan kepedulian sosial kalian sebagai sesama manusia, sesama
warga Indonesia, sebagai sesama pribumi ..... Yah, paling tidak tau
lah bahwa di belahan bumi yang lain, ada gadis kecil bernama Nonce
Nurlatu dengan segala masalah yang ditanggungnya ...

Buat rekan-rekan yang mengaku feminis ... ato paling tidak mem punyai
teman yang feminis ... cerita ini bukan fiksi, banyak Nonce2 yang lain
yang butuh untuk diperjuangkan. Lebih baik berbuat sesuatu untuk
mereka walaupun itu keciiil daripada mengumpat-umpat lelaki Buru yang
memperbudak perempuan, paling nggak berdoa !!! semoga kemajuan dan
pendidikan cepat merubah budaya 'beli' perempuan di tempat itu.

Akhir kata : maap tidak bermaksud menggurui ... hanya ingin
berbagi!!!!

----- Original Message -----
Sent: Wednesday, December 29, 2004 1:59 PM
Subject: Re: e-ketawa :-) Fw: Untuk ACEH

mangkanye milis ketawa mesti dihapuskan
ganti milis doa untuk bangsa atau indonesia menangis
jadi jangan ada tawa diatas penderitaan sesama.
 
buat yang suka posting yang lucu2 berhenti dan cepat berdoalah
toh yang lucu2 gak berarti lagi disaat2 seperti ini
 
salam saat seperti ini
----- Original Message -----
From: Wulan
Sent: Wednesday, December 29, 2004 1:49 PM
Subject: Re: e-ketawa :-) Fw: Untuk ACEH

iya .. bener tuh..
kasian kan saudara2 kita yang sedang terkena musibah
makanya lebih baik.. kita kumpul amal dan berdoa untuk mereka
Amin
 
----- Original Message -----
Sent: Wednesday, December 29, 2004 11:14 AM
Subject: RE: e-ketawa :-) Fw: Untuk ACEH

Pingin ngingetin juga untuk teman-teman semua, ada baiknya malam tahun baru nggak usah ngadain acara pawai, arak-arakan dan acara-acara yang berkesan hura-hura, termasuk menyalakan kembang api, dan pesta-pesta tahun baru. Kurang pantas, khan saudara-saudara kita di Aceh dan Sumut sedang terkena musibah yang memilukan. Lebih baik mengadakan acara zikir, berdoa, introspeksi�.

 

Atau bikin acara konser musik amal, yang seluruh dana dari tiket masuk, juga sumbangan spontanitas, diserahkan seluruhnya untuk masyarakat Aceh & Sumut yang terkena bencana yang memilukan�.

-----Original Message-----
From: koko [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, December 29, 2004 7:38 AM
To: Ketawa
Subject: e-ketawa :-) Fw: Untuk ACEH

 

HARAP SEBARLUASKAN!

Bantuan untuk korban bencana gempa dan tsunami di Aceh dan Sumatra Utara dapat
 disalurkan melalui:

1) Indosiar
Rek. BCA atas nama Indosiar: 001 - 304 - 0009

2) RCTI
Rek. BCA atas nama RCTI: 128 - 300 -7000 =====> tgl. 30 Dec 2004 berangkat bersama GEMA NUSA (AA Gym)

3) Koordinator Kesra RI
Rek. atas nama Kepala Biro Umum bidang Kesra
Nama: I Nyoman Meweh
Rek. BNI Cab Harmoni: 07 000 311 2717 911

4) Posko Bantuan di Halim Perdanakusuma dan Kantor Kesra ==== > setiap hari ada pemberangkatan

5) No. telepon perkembangan di Medan: 061 - 456 6524

 

6) Nurul Arifin, Jl. Ciloto 2/ 25, Puri Cinere ====> tgl. 29 Dec 2004 berangkat


7) PT. Limar, Gedung Twink lantai 5 Tendean Telp. 021. 791-82871/72 dengan Ita  ====> hari ini tgl. 28 Dec 2004 berangkat ditunggu sampe jam 15.00 WIB


Barang-barang yang diperlukan: Tenda, Perlengkapan Dapur, Pemakaman,obat-obatan, makanan bayi, keperluan wanita, genset, pakaian, selimut, air  bersih.

Kejadian Aceh ini memberi kesempatan kita untuk berbagi dengan sesama dan Semoga sumbangan kita yang sedikit bisa memberi arti yang banyak kepada saudara2 kita di Aceh. Amiin.

 

 

Regards, 

Uwie

0811-83-50-69

 

PS. Kalau ada yang mau memberikan sumbangan bisa titip ke saya, hari ini rencana saya mau menyalurkan bantuan lewat PT. Limar, sumbangan bisa berupa barang atau uang atau kalau tidak sempat sekarang besok bisa saya titipkan ke Ibu Nurul Arifin.

 

  

 

 

 

 



SELAMAT HARI RAYA NATAL bagi yang merayakannya
& SELAMAT TAHUN BARU 2005 untuk semuanya.

May God Loves You All Especially me, PAC

Ketawa dot Com - http://ketawa.com/
CV Global Intermedia - http://www.g-im.com/






SELAMAT HARI RAYA NATAL bagi yang merayakannya
& SELAMAT TAHUN BARU 2005 untuk semuanya.

May God Loves You All Especially me, PAC

Ketawa dot Com - http://ketawa.com/
CV Global Intermedia - http://www.g-im.com/





SELAMAT HARI RAYA NATAL bagi yang merayakannya
& SELAMAT TAHUN BARU 2005 untuk semuanya.

May God Loves You All Especially me, PAC

Ketawa dot Com - http://ketawa.com/
CV Global Intermedia - http://www.g-im.com/





SELAMAT HARI RAYA NATAL bagi yang merayakannya
& SELAMAT TAHUN BARU 2005 untuk semuanya.

May God Loves You All Especially me, PAC

Ketawa dot Com - http://ketawa.com/
CV Global Intermedia - http://www.g-im.com/





SELAMAT HARI RAYA NATAL bagi yang merayakannya
& SELAMAT TAHUN BARU 2005 untuk semuanya.

May God Loves You All Especially me, PAC

Ketawa dot Com - http://ketawa.com/
CV Global Intermedia - http://www.g-im.com/



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke