Ketika gula menjadi asin
rasanya gimana ceritanya.
Emangnya kisah nyatanya Tinu kali ya…..
-----Original Message-----
From: Tinu Dwi Hastuti
[mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: 11 Maret 2005 07:38
To: e-ketawa
Subject: e-ketawa :-) Ketika Garam
Menjadi Manis Rasanya
![]()
Seorang pria bertemu dengan seorang
gadis di sebuah pesta, si gadis tampil luar biasa cantiknya, banyak lelaki yang
mencoba mengejar si gadis. Si pria sebetulnya tampil biasa saja dan tak ada
yang begitu memperhatikan dia, tapi pada saat pesta selesai dia memberanikan
diri mengajak si gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. Si gadis agak
terkejut, tapi karena kesopanan si pria itu, si gadis mengiyakan ajakannya.
Dan mereka berdua akhirnya duduk di sebuah coffee shop, tapi si pria sangat
gugup untuk berkata apa-apa dan si gadis mulai merasa tidak nyaman dan berkata,
"Kita pulang aja yuk...?".
Namun tiba-tiba si
pria meminta sesuatu pada sang pramusaji, "Bisa minta garam buat kopi
saya?" Semua orang yang mendengar memandang dengan ke arah si pria, aneh
sekali! Wajahnya berubah merah, tapi tetap saja dia memasukkan garam tersebut
ke dalam kopinya dan meminumnya.
Si gadis dengan penasaran bertanya, "Kenapa kamu bisa punya hobi seperti
ini?"
Si pria menjawab, "Ketika saya kecil, saya tinggal di daerah pantai dekat
laut, saya suka bermain di laut, saya dapat merasakan rasanya laut, asin dan
sedikit menggigit, sama seperti kopi asin ini. Dan setiap saya minum kopi asin,
saya selalu ingat masa kanak-kanak saya, ingat kampung halaman, saya sangat
rindu kampung halaman saya, saya kangen
orang tua saya yang masih tinggal di sana."
Begitu berkata kalimat terakhir, mata si pria mulai berkaca-kaca, dan si gadis
sangat tersentuh akan perasaan tulus dari ucapan pria di hadapannya itu. Si
gadis berpikir bila seorang pria dapat bercerita bahwa ia rindu kampung
halamannya, pasti pria itu mencintai rumahnya, perduli akan rumahnya dan
mempunyai tanggung jawab terhadap rumahnya.
Kemudian si gadis juga mulai berbicara, bercerita juga tentang kampung
halamannya nun jauh di sana , masa kecilnya, dan keluarganya.
Suasana kaku langsung berubah menjadi sebuah perbincangan yang hangat juga
akhirnya menjadi sebuah awal yang indah dalam cerita mereka berdua.
Mereka akhirnya berpacaran. Si gadis akhirnya menemukan bahwa si pria itu
adalah seorang lelaki yang dapat memenuhi segala permintaannya, dia sangat
perhatian, berhati baik, hangat, sangat perduli ... betul-betul seseorang yang
sangat baik tapi si gadis hampir saja kehilangan seorang lelaki seperti itu!
Untung ada kopi asin!
Kemudian cerita berlanjut seperti layaknya setiap cerita cinta yang indah, sang
putri menikah dengan sang pangeran dan mereka hidup bahagia selamanya, dan
setiap saat sang putri membuat kopi untuk sang pangeran, ia membubuhkan garam
di dalamnya, karena ia tahu bahwa itulah yang disukai oleh pangerannya.
![]()
Setelah 40 tahun, si pria meninggal dunia, dan meninggalkan
sebuah surat yang berkata, "Sayangku yang tercinta, mohon maafkan saya,
maafkan kalau seumur hidupku adalah dusta belaka. Hanya sebuah kebohongan yang
aku katakan padamu ... tentang kopi asin."
Ingat sewaktu kita pertama kali jalan bersama? Saya sangat gugup waktu itu,
sebenarnya saya ingin minta gula tapi malah berkata garam. Sulit sekali bagi
saya untuk merubahnya karena kamu pasti akan tambah merasa tidak nyaman, jadi
saya maju terus. Saya tak pernah terpikir bahwa hal itu ternyata menjadi awal
komunikasi kita! Saya mencoba untuk berkata sejujurnya selama ini, tapi saya
terlalu takut melakukannya, karena saya
telah berjanji untuk tidak membohongimu untuk suatu apa pun.
Sekarang saya sekarat, saya tidak takut apa-apa lagi jadi saya katakan padamu
yang sejujurnya, saya tidak suka kopi asin, betul-betul aneh dan rasanya tidak
enak. Tapi saya selalu dapat kopi asin seumur hidupku sejak bertemu denganmu,
dan saya tidak pernah sekalipun menyesal untuk segala sesuatu yang saya lakukan
untukmu. Memilikimu adalah kebahagiaan terbesar dalam seluruh hidupku. Bila saya dapat hidup untuk kedua kalinya,
saya tetap ingin bertemu kamu lagi dan memilikimu seumur hidupku, meskipun saya
harus meminum kopi asin itu lagi.
Air mata si gadis betul-betul membuat surat itu menjadi basah. Kemudian hari
bila ada seseorang yang bertanya padanya, apa rasanya minum kopi pakai garam?
Si gadis pasti menjawab, "Rasanya manis."
Kadang anda merasa anda mengenal seseorang
lebih baik dari orang lain, tapi hanya untuk menyadari bahwa pendapat anda
tentang seseorang itu bukan seperti yang anda gambarkan.
Tambahkan Cinta dan Kurangi Benci karena
terkadang garam terasa lebih manis daripada gula. (s: unknown)
![]()
thin's
ONLY
THE PARANOID SURVIVE - Andrew S. Grove
Ketawa dot Com - http://ketawa.com/
CV Global Intermedia - http://www.g-im.com/
Ketawa dot Com - http://ketawa.com/
CV Global Intermedia - http://www.g-im.com/
| Yahoo! Groups Sponsor |
ADVERTISEMENT
![click here]() | |
![]() |
Yahoo! Groups Links
|