Kalo polisinya nyamperin lansung ngeraba raba..., harus diapain yak?

On 7/13/05, David Silalahi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 

berita diambil dari :

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0507/11/metro/1888247.htm

Razia Malam Dikeluhkan
Waspadai Tujuan Polisi Mengada-ada yang Menyimpang dari Tujuan
Oleh : HERMAS E PRABOWO

Jakarta, Kompas - Kerapnya polisi merazia pengendara pada malam hari
membuat banyak warga DKI dan sekitarnya yang biasa pulang malam dengan
mengendarai motor atau mobil merasa tidak nyaman. Mereka khawatir
polisi
bisa menyalahgunakan wewenangnya dengan mencari-cari perkara.


Salah satu yang dikhawatirkan pengendara, khususnya wanita, adalah
polisi
bisa memasukkan narkoba terlarang ke kabin mobil dan kemudian

menuduh barang haram itu sebagai miliknya.

Untuk itu, menurut Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metropolitan
Jakarta
Raya Komisaris Besar Tjiptono, Minggu (10/7), pengendara boleh

menanyakan tujuan razia. Pengendara bahkan juga bisa ikut menyaksikan
ketika
polisi menggeledah kendaraannya.


Dalam sebuah surat yang dikirimkan kepada Kompas belum lama ini,
Pingky Slamet Sukardi, warga Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan,
menuturkan pengalamannya dirazia. Pada hari Minggu,
27 April 2005,
sekitar
pukul 03.30, ia naik taksi untuk pulang ke rumahnya. Di
Kemang
, taksi itu dihentikan polisi.


Dalam penggeledahan, polisi menemukan satu linting rokok ganja. Ia
tidak
tahu dari mana asal ganja itu, padahal ia sendiri mengaku tak

pernah mengonsumsinya. Sarjana teknik mesin dari sebuah universitas
ternama
di Jakarta Barat itu pun mulai menjalani hari-hari buruk di

tahanan Polsek Pasar Minggu tujuh minggu lamanya.

Sebelumnya , dua hari setelah ditangkap, salah seorang keluarga Pingky
berkenalan dengan HF. Lelaki itu mengklaim dirinya kenal baik dengan
NY E, yang disebut sebagai kerabat pejabat tinggi di Polda Metro Jaya.
Oleh HF, keluarga Pingky diminta membayar Rp 300 juta agar Pingky bisa
dikeluarkan
. Karena tawaran â€damai†ditolak, HF marah dan akan
membalas
perlakuan yang dinilainya telah menyakiti hati Ny E dan sang

pejabat .

Lai n lagi pengalaman Chotib, warga Duren Sawit, Jakarta Timur. Pada 16
Januari
, ia dan keluarganya hendak pulang ke
Jakarta dari Bandung.
Mobil dihentikan polisi. â€Setelah SIM dan STNK diminta, saya disuruh
parkir mobil di dekat taman. Saya dituduh tidak memakai sabuk
pengaman
. Padahal sampai berhenti saya massih memakainya€ kata

Chotib.

Dengan piawai, polisi menakut-nakuti dan mengancam denda Rp 1 juta.
Polisi itu pura-pura menulis di buku tilang. Selanjutnya tawar-menawar
dilakukan
, mulai dari Rp 500.000, lalu Rp 400.000. Mengingat anaknya
sakit
, Chotib pun terpaksa memberi uang Rp 250.000.


Seorang karyawan yang berkantor di Palmerah, Jakarta Pusat, juga punya
pengalaman
menegangkan . Sabtu lalu sekitar pukul 01.15, ia pulang dari
kantor
. Lampu lalu lintas di rel KA Jalan Gelora waktu itu berwarna
hijau
. Ia pun berjalan cukup kencang.


Belasan meter dari lampu lalu lintas itu, ia melihat ada mobil boks
yang
tengah dirazia. Ia pun jalan terus. Alangkah terkejutnya dia
ketika
melihat ada polisi menyetop kendaraannya secara mendadak.

Polisi itu tidak mengenakan rompi warna hijau dan hampir saja
tertabrak
.


Tanyakan tujuan razia

Menanggapi keluhan warga tersebut, Tjiptono mengatakan, ada prosedur
yang
harus ditaati polisi dalam melakukan razia. Misalnya, harus ada
papan
pemberitahuan yang berada di lokasi razia.


Kalau razia dilakukan malam hari, polisi yang bertugas harus
mengenakan
rompi polisi berwarna hijau muda, yang dalam kondisi gelap

akan memancarkan sinar terang. Petugas juga melengkapi diri dengan
lampu
senter. Cara menghentikan kendaraan juga tidak bisa sembarangan.


Masyarakat juga diimbau bisa bekerja sama karena polisi berupaya
mengamankan
wilayah serta berhak merazia dan memeriksa orang yang

dianggap mencurigakan.

Langkah pertama polisi yang merazia harus menyapa, lalu memberi salam.
Petugas juga wajib memberitahukan untuk tujuan apa razia itu
dilakukan
. Warga juga berhak dan wajib bertanya kepada petugas dalam
rangka
apa razia dilakukan.


Kalau tujuan razia terkait dengan pencurian kendaraan bermotor, tentu
yang
diperlukan adalah
surat kendaraan dan SIM. Kalau untuk mencegah
teroris
, berarti diperiksa bagasi dan kabin karena terkait dengan

bahan peledak.



+++Milisi eketawers datang yak....! +++
GATHERING III, E-Ketawa.
SEA WORLD - Ancol
Sabtu, 16 Juli 2005.
Jam 14.00 sampe tutup.
Tiket Rp. 20.500,-
Pendaftaran Hub: Y2nk / Koko / Eko / Pac. ;-P

Mau tebakan sama temannya?
Ketik TTH Kirim ke 3911 - IM3, Mentari, Matrix, ProXL, Telkom Fleksi
Rp. 1000,-/SMS

Ketawa dot Com - http://ketawa.com/
CV Global Intermedia - http://www.g-im.com/




YAHOO! GROUPS LINKS







+++Milisi eketawers datang yak....! +++
GATHERING III, E-Ketawa.
SEA WORLD - Ancol
Sabtu, 16 Juli 2005.
Jam 14.00 sampe tutup.
Tiket Rp. 20.500,-
Pendaftaran Hub: Y2nk / Koko / Eko / Pac. ;-P

Mau tebakan sama temannya?
Ketik TTH Kirim ke 3911 - IM3, Mentari, Matrix, ProXL, Telkom Fleksi
Rp. 1000,-/SMS

Ketawa dot Com - http://ketawa.com/
CV Global Intermedia - http://www.g-im.com/




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke