Kakekku Seoarang Pejuang
 
Suatu pagi para pria berkumpul
Mereka gelisah mereka gundah
Westerling telah tiba dengan jejak kaki darah
Darah ribuan orang di kota sebelah selatan

Sang raja menjadi ciut nyalinya
Dia tergopoh-gopoh datang menyambut
Dia menundukkan kepalanya dan menyembah
Kami selalu setia pada Sang Ratu katanya

Kakekku marah
Aku cuma setia pada Republik katanya
Republik yang didirikan bangsaku sendiri

Kakekku lari
Dia bukan lari sebagai pengecut
Tapi lari untuk melawan
Dengan sampan kecil ia melaut
Ke tanah seberang cari senjata

Ia pulang membawa bedil
Yang bersuara keras seperti guruh
Tapi suara kakekku lebih keras
Aku bukan pengecut teriaknya

Ia menembakkan bedilnya
Ia menyabetkan klewangnya
Ia menikamkan badiknya
Kepada orang-orang yang menyuruhnya
Menunduk dan menyembah pada sang Ratu

Orang-orang itu akhirnya pergi
Kakekku kembali ke rumah
Bertemu kembali dengan keluarga tercinta
Berharap dapat hidup dengan tenang.
Dan membuka sebuah toko

Tapi kemudian
Datang serombongan orang bersenjata
Mereka membawa bendera hijau
Mereka mengaku memperjuangkan Negara Islam
Mereka mengajak kakeknya bergabung
Tapi Kakekku berkata TIDAK
Sekali Republik tetap Republik
Sekali Merah Putih Tetap Merah Putih

Orang-orang itu marah
Orang-orang membakar toko kakekku
Toko yang menghidupi anak istrinya.
Kakekku tetap berkata TIDAK
Sekali Republik tetap Republik
Sekali Merah Putih Tetap Merah Putih

Kakekku memulai lagi hidupnya
Ia membeli sebuah bus
Dan mengendarainya pulang pergi
Membawa penumpang dari kota ke kota

Tapi kemudian
Datang lagi serombongan orang bersenjata
Mereka membawa bendera merah
Mereka mengaku memperjuangkan nasib orang miskin
Mereka mengajak kakekku bergabung
Tapi Kakekku berkata TIDAK
Sekali Republik tetap Republik
Sekali Merah Putih Tetap Merah Putih

Orang-orang itu marah
Orang-orang membakar bus milik kakekku
Bus yang menghidupi anak dan istrinya.
Kakekku tetap berkata TIDAK
Sekali Republik tetap Republik
Sekali Merah Putih Tetap Merah Putih

Kakekku tidak pernah takut
Walaupun ratusan laras bedil mengarah padanya
Kakekku tetap mengatakan apa yang ingin dikatakannya
Walaupun ratusan pedang menempel di lehernya
Kakekku tetap melakukan apa yang ingin dilakukannya

Kakekku berkata pada anak cucunya
Kemerdekaan untuk mengatakan apa yang diyakini
Kemerdekaan untuk melakukan apa yang diinginkan
Adalah cukup berharga untuk ditebus dengan darah , harta dan air mata

Bandung , 17 Agustus 2005


sluurrrrrpppppppp ;-P~~~~~~~~~~~O))

Mau tebakan sama temannya?
Ketik TTH Kirim ke 3911 - IM3, Mentari, Matrix, ProXL, Telkom Fleksi
Rp. 1000,-/SMS

Ketawa dot Com - http://ketawa.com/
CV Global Intermedia - http://www.g-im.com/




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke