Sabtu, 20 Agustus 2005
RS Tolak Pasien Miskin
Sungguh sedih mendengar dan menyaksikan betapa rumah sakit—apalagi rumah sakit pemerintah—tidak mau menerima pasien orang miskin, yang biasanya dengan alasan klasik, yaitu tidak ada tempat, tempat tidur penuh, dan yang terakhir dengan alasan tidak ada peralatan. Apabila yang akan masuk rumah sakit orang kaya atau konglomerat, justru mungkin rumah sakit berebut untuk menerima.
Sungguh heran mengapa dokter-dokter di rumah sakit apalagi rumah sakit pemerintah sampai hati berbuat demikian, dan mudah-mudahan kejadian itu tidak akan dialami oleh keluarga dokter atau petugas rumah sakit yang bersangkutan.
Barangkali para dokter di rumah sakit tidak ingat bahwa mereka bisa menjadi dokter karena adanya orang miskin. Bukankah mulai dari mayat yang digunakan untuk praktik di tingkat awal pendidikan dokter pasti mayat orang miskin? Adakah mayat orang kaya yang bisa dibuat untuk praktik calon dokter? Bisakah orang kaya yang kebetulan jadi pasien dijadikan praktik?
Tidak ada satu sen pun modal para dokter ataupun pegawai rumah sakit yang digunakan untuk membangun maupun membeli peralatan rumah sakit yang ada. Untuk rumah sakit pemerintah, bukankah semua dokter dan pegawai di rumah sakit itu digaji oleh pemerintah yang berarti uang rakyat? Bukankah semua gedung dan peralatan dibeli oleh pemerintah dengan uang rakyat?
Begitu sampai hati para dokter dan perawat menolak orang miskin yang merupakan sebagian rakyat kita ketika mereka memerlukan pertolongan di rumah sakit. Orang miskin pasti kalau tidak terpaksa tidak akan datang berobat ke rumah sakit. Sungguh tidak punya hati nurani pegawai rumah sakit khususnya para dokter yang tidak mau merawat orang miskin di rumah sakit.
Saya sangat setuju kalau Menteri Kesehatan memberikan sanksi yang keras buat mereka-mereka yang menolak orang miskin ini, dan karena itu perlu dipertimbangkan kembali, apakah masih perlu dokter dan perawat untuk diangkat sebagai pegawai negeri. Apakah masih perlu rumah-rumah sakit pemerintah diberikan bantuan peralatan dan dana untuk pembangunan.
Heru Budianto BTN CV Dewi B3, Panakkukang, Makassar
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0508/20/opini/1984141.htm
Ketawa dot Com - http://ketawa.com/
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "e-ketawa" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
