Curi BBM Lewat Pipa Bawah Laut * http://www.jawapos.com/index.php?act=detail <http://www.jawapos.com/index.php?act=detail&id=5554> &id=5554 Banyak Pejabat Pertamina Terlibat, Hari Ini, SBY Panggil Direksi JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono marah besar. Kemarahan meledak setelah presiden mengetahui banyak pejabat Pertamina yang diduga terlibat pencurian dan penyelundupan BBM hingga negara rugi triliunan rupiah. Salah satu modusnya adalah menyedot minyak Pertamina melalui pipa bawah laut. Diameter pipa 1,5 meter, panjang 7 mil (10 km lebih). Minyak itu dialirkan ke kapal-kapal tanker, kemudian dijual ke luar negeri. Kemarahan SBY itu tampak dengan digelarnya jumpa pers mendadak kemarin. Di depan wartawan, dia berjanji memanggil seluruh direksi Pertamina hari ini. "Ada 18 pejabat Pertamina yang diduga terlibat. Nama-namanya ada pada saya. Kita akan periksa. Kalau atasannya ternyata mengetahui, tentu kita tindak tegas," kata SBY dengan nada tinggi setelah rapat terbatas di Kantor Presiden, kemarin. Rapat mulai pukul 15.00 itu diikuti oleh Kepala BIN Syamsir Siregar, Kapolri Jenderal Pol Sutanto, Menhan Juwono Sudarsono, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Menko Polhukam Widodo A.S., Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin, Menko Kesra Alwi Shihab, dan Menko Perekonomian Aburizal Bakrie. "Saya melalui sekretaris kabinet meminta direktur utama dan direksi lainnya untuk menghadap saya besok (hari ini) untuk mempertanggungjawabkan apa yang terjadi di Pertamina ini," sambung SBY. Presiden juga minta Widodo dan Sutanto mengusut tuntas kasus ini. Widodo dan Sutanto yang berdiri dengan sikap sempurna di belakang SBY mengangguk-angguk mendengar perintah bosnya itu. Presiden mengungkapkan, saat ini, Polri berhasil mengungkap sejumlah kasus penyelundupan BBM berskala besar di tanah air. Yaitu, di Kepulauan Riau, Batam, perairan Arafuru, Jawa Timur, dan Cilacap. Polisi sudah menahan 58 tersangka dan menyita 17 kapal dengan muatan 6.000 ton BBM sebagai barang bukti. Di antara para tersangka itu, termasuk lima warga negara asing dan 16 pejabat Pertamina yang diduga terlibat penyelundupan BBM di Balikpapan, Kaltim. Dengan terungkapnya kasus tersebut, pemerintah berhasil menyelamatkan uang negara Rp 52 miliar. Presiden menyebutkan bahwa kejahatan penyelundupan BBM selama ini merugikan negara Rp 8,8 triliun per tahun. Dalam pertemuan dengan direksi Pertamina hari ini, presiden akan meminta penjelasan mengenai kasus-kasus tersebut. Presiden tidak merilis nama ke-18 pejabat itu. Alasannya, investigasi masih berjalan. "Saya perintahkan kepada Kapolri dengan supervisi Menko Polhukam agar langkah-langkah ini dilanjutkan dengan lebih intensif di seluruh Indonesia," tandasnya. Kasus yang mendapat perhatian besar presiden adalah penyelundupan BBM yang menggunakan pipa bawah laut berdiameter 1,5 meter dengan panjang 7 mil. Kasusnya terjadi di tepi perairan Balikpapan, Kalimantan Timur. Tepatnya, di SBM (Single Buoy Mooring/pelabuhan terapung) Lawelawe. "Saya tidak habis pikir. Dengan pipa berdiameter 1,5 meter dan panjang 7 mil, BBM itu mudah dialirkan dan mudah diselundupkan," kata presiden. Kapolri menambahkan, keberhasilan membongkar kejahatan penyelundupan BBM ini merupakan hasil penyelidikan kepolisian yang bekerja sama dengan Bea Cukai dan TNI-AL. Mereka telah menggulung jaringan penyelundupan BBM yang selama ini beroperasi di wilayah timur, tengah, dan barat Indonesia. Untuk wilayah barat, jaringan penyelundupan BBM berpusat di Riau. "Sekitar 70 persen kejahatan BBM di wilayah barat berlangsung di sana. Ironisnya, kejahatan itu terjadi sejak dibukanya Pulau Batam," terangnya. Kejahatan di wilayah timur melibatkan jaringan yang beroperasi di Surabaya, Makassar, Bitung, dan Arafuru. Di Kepulauan Arafuru banyak berlayar kapal penangkap ikan asing yang ternyata kemudian diketahui menggunakan BBM subsidi yang seharusnya dinikmati rakyat kecil. Di wilayah tengah, penyelundupan BBM terjadi di lepas pantai Kalimantan Timur. Di sini BBM diselundupkan ke tanker melalui pipa bawah laut itu. Para kapten kapal tanker itu kebanyakan mantan kapten tanker milik Pertamina. Dengan begitu, mereka bisa tahu persis jadwal dan unsur bongkar muat minyak lepas pantai. "Mereka menggunakan pompa berkekuatan sangat besar. Menyedot 3.000 ton BBM hanya butuh waktu dua jam. Semua aksi dilakukan pada tengah malam," tandas jenderal polisi bintang empat itu. Di Cilacap, Polda Jateng berhasil mengungkap penyelundupan BBM di Pelabuhan Tanjung Intan. Disita kapal tanker berbendera China KM Yoto yang memuat 528 ton solar. Sebanyak 18 awak kapal yang berkapasitas angkut 1.350 ton itu sekarang ditahan aparat Polda Jateng. Setiap hari kapal itu mampu menyedot 80 ribu liter solar jatah untuk daerah Jawa Barat. Dirut Pertamina Widya Purnama mengaku siap memberantas penyelundupan yang terjadi. Menurut dia, Pertamina akan terus memperbaiki dan mengawasi distribusi sehingga penyimpangan bisa diperkecil. "Kami juga akan meningkatkan pengawasan dan penertiban untuk memperbaiki jalur distribusi Pertamina," jelasnya setelah rapat dengar pendapat dengan komisi XI di Jakarta kemarin. Menurut Widya, langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan performa kinerja BUMN perminyakan tersebut. "Penyelundupan juga merugikan Pertamina sehingga direksi komitmen untuk memberantas habis praktik tersebut," tegasnya. (noe/iw/jpnn) ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Drugs Don't Discriminate. Get help for yourself or someone you know. http://us.click.yahoo.com/cSjHLD/ZbOLAA/d1hLAA/0NYolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Ketawa dot Com - http://ketawa.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/e-ketawa/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
