5 BIBIT PERSELINGKUHAN

 

Apa yang terpikir begitu Anda mencium gelagat pasangan berselingkuh?
Ingin menurunkan berat badan dan berganti gaya dandanan? Atau
menghujaninya dengan macam-macam hadiah mahal serta perhatian ekstra
agar pasangan menyadari betapa berharganya dia bagi Anda? Kalau ini
yang Anda pikirkan, ternyata Anda salah!

 

Minimal, itulah pendapat seorang konsultan perkawinan. Kebanyakan,
katanya, orang berasumsi bahwa pasangan pasti jatuh cinta dengan yang
lebih menarik, seksi, atau kaya dibandingkan pasangannya. Padahal,
umumnya lelaki berselingkuh dengan wanita yang tipenya "lebih sibuk
dan lebih punya tujuan hidup''. Oleh sebab itu, mereka terlihat lebih
menarik dibanding pasangan hidupnya.

 

KLIK - Detail Ada pula penasihat perkawinan yang mengingatkan, ''Anda
harus membuat pasangan selalu ingat, betapa beruntungnya mereka
memiliki Anda.'' Diingatkannya pula, pendapat bahwa wanita harus
mengabdikan hidupnya untuk laki-laki adalah salah. Yang benar adalah
mendukung, bukan lebur dalam melayani seluruh kebutuhan suami.
Ibaratnya, kalau laki-laki hendak berpergian, kita bantu mengemas
koper. Sikap yang saling menghormati adalah imunisasi ampuh dalam
hubungan suami-istri.

 

Yang jelas, penelitian menunjukkan, umumnya suami berselingkuh hanya
karena alasan ini: bosan pada pasangan! Mau tahu apa saja hal-hal
potensial yang menyebabkan pasangan berselingkuh?

 

1. SALING CUEK

Konsep "menerima apa adanya" adalah mitos. Perkawinan masih terbilang
sehat bila masing-masing pasangan rela dikritik. Jangan punya pikiran
untuk membiarkan pasangan bebas melakukan apa saja kesenangannya.
Misalnya, sang istri seharian ''kelinteran'' di ruang duduk dan nonton
teve dengan jubah kamar mandi. Yang bijaksana, tanyakan mengapa dia
bersikap seperti itu. Jangan-jangan dia sedang depresi, kurang enak
badan, atau kelewat malas. Kalau Anda hanya diam saja, sang istri bisa
merasa tidak dipedulikan lagi.

 

2. SALING ''MEMAKAN'' MINAT DAN HOBI

Perkawinan tidak harus "menyatukan" semua minat, hobi, dan kawan.
Kalau suami dan istri melakukan hampir segala hal bersama-sama,
berarti ada yang salah. Artinya, kalau suami suka main golf, biar ia
melakukan itu. Jangan "memakan" hobinya dan mengubahnya harus menjadi
senang main tenis hanya karena Anda senang main tenis. Ingat,
"memberangus" ruang pribadinya akan memantik kebencian pada pasangan!
Artinya, terlalu masuk dalam kehidupan pasangan dan ingin tahu
kegiatannya sampai ke detail-detailnya, akan membuat pasangan merasa
terintimidasi.

 

3. MELEBURKAN DIRI DEMI SUAMI

Ada cerita klasik tentang orang bernama Bernard, ahli bedah jantung,
dan istrinya, Stacy. Stacy mengabdikan total hidupnya untuk Bernard.
Ia mendorong suaminya masuk sekolah kedokteran. Dia menjadi ibu rumah
tangga, masak, dan mengurus anak-anak. Ia juga tak pernah lupa
melengkapi minuman suaminya dengan es batu berbentuk hati. Namun, toh,
Bernard akhirnya kabur juga dengan perempuan lain, seorang fotografer
nyentrik yang usianya dua tahun lebih tua darinya. Mereka bertemu saat
rebutan taksi.

 

Mengapa Bernard justru takluk pada fotografer itu? Jawabannya, karena
ia lebih menarik. "Pengabdian total terasa membosankan, kata ahli,
"karena sama saja seperti menyewa pembantu dan tukang masak."

 

Berbeda sekali nilai antara memotivasi suami dan melayani suami.
Kegagalan meningkatkan kemampuan diri, membuat Stacy kehilangan
Bernard. "Jadi, penting bagi Anda untuk tetap memiliki kehidupan
sendiri. Maka, sebaiknya, seorang istri memiliki posisi tawar.
Tunjukkan kemampuan mandiri dan bisa mencari uang sendiri. Dengan
begitu, pasangan Anda akan bersikap hati-hati dengan Anda."

 

4. PUSAT PERHATIAN HANYA PADA ANAK

Seorang ibu seringkali tergoda untuk menganggap anak adalah
segala-galanya. Jangan! Mengurus anak, mengantarnya latihan sepak
bola, menari, dan antar-jemput pesta, menjadi ancaman bagi keintiman
suami-istri. "Meski punya balita sekali pun, pasangan harus punya
waktu untuk berduaan." Berjanjilah Anda hanya akan membicarkan soal
anak setelah berbagi cerita urusan orang dewasa. Jangan bicarakan
tentang anak-anak di tempat tidur.

 

5. TAK PUNYA TOPIK MENARIK

Pasangan akan merasa bosan bila "kata sambutan" kita padanya berisi
keluhan-keluhan tentang masalah rumah tangga, kegiatan "ecek-ecek",
dan ditutup dengan pertanyaan basa basi, "Bagaimana di kantor tadi?"
Kalau percakapan Anda dengan pasangan seperti ini, berarti Anda
kehilangan cara berkomunikasi yang baik antara suami-istri.




Ketawa dot Com - http://ketawa.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/e-ketawa/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke