Title: BE A ASERTIF          Asertif sama dengan sportif
ratih kemaren bisa ngomonk ....
 

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]On Behalf Of Ratih
Sent: Wednesday, September 14, 2005 7:05 AM
To: [email protected]
Subject: e-ketawa :-) Be A Asertif

BE A ASERTIF

Asertif sama dengan sportif, berani buat ngambil keputusan, cepat bertindak, dan berani mengungkapkan idenya, punya kesempatan lebih besar buat jadi lebih sukses dan jadi leader di kelompoknya.

Ini memang nggak susah kok buat kita lakukan. Kita bisa melakukannya
dari sekarang. Eits, tapi tunggu dulu, jangan sampai salah arti soal asertif
ini. Jadi leader memang menyenangkan. Omongan kita diikuti orang, kita
dihargai, dihormati, dan tentu aja jadi ngetop. Tapi bukan gara-gara pengen
begini kita jadi salah kaprah.

Ngomongin asertif memang jadinya kita ngomongin ambisi. Kalau kita nggak punya
ambisi, darimana juga kita punya semangat mengungkapkan ide kita. Tapi kita
jangan sampai kejebak sama yang namanya ambisius. Yang penting buat kita, yang
namanya asertif itu berkaitan dengan sportifitas. Kita bisa menerima kekalahan
kita, bisa menerima kekurangan kita dan menghargai kelebihan orang lain. Itu
semua justru menjadi kekuatan kita. Dengan begini orang juga akan mengahargai
kita. Ingat, setiap orang punya porsi yang berbeda. ’Kekuatan’ kita beda sama
orang lain, begitu juga sebaliknya. Nggak perlu saling menjatuhkan cuma biar
bisa sukses. Justru kalau kita nggak sportif bisa-bisa kita yang jatuh. Niatnya
pengen jadi leader dan membuka peluang baru, eh yang ada hanya malah
ditinggalin dan nggak dipercaya orang lain.

Asertif itu adalah:
- Pede sama kemampuan dirinya, tahu kelebihan dan kekuatan dan menerima
   kekurangan yang ada dalam dirinya.
- Penuh inisiatif dan berani berekspresi. Nggak perlu kelamaan nunggu
  orang lain beraksi, tapi justru beraksi duluan supaya orang lain ikut beraksi juga.
- Nggak gampang menyerah, bisa mensyukuri setiap keberhasilan atau kegagalan
   yang dialaminya. Paling nggak, dengan kegagalan itu kita mendapatkan pelajaran
   penting.
- Sportif. Bisa menghargai kelebihan orang, karena sadar bahwa setiap
   orang diciptakan Tuhan sebagai individu yang berbeda. Sadar kalau setiap orang
   punya keunikannya masing-masing.
- Nggak ambisius. Berusaha semaksimal mungkin untuk untuk mewujudkan
   keinginan dan ide kita, tapi nggak berarti menghalalkan segala cara.

 

Regards,

Sar_saparilla

 

 


 



Ketawa dot Com - http://ketawa.com/



YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke