1. Ibu-ibu Muda Tolak UUAKDR
Salah-satu tujuan utama UUAKDR (Undang-undang Anti Kekerasan Dalam
Rumah-tangga) adalah untuk melindungi kaum wanita selaku istri dan
anak-anak dari unsur kekerasan yang kebanyakan dipicu oleh suami.
Yang mengejutkan adalah bahwa ternyata Undang-undang ini kemudian
ditentang pemberlakuannya oleh kaum wanita terutama dari kelompok
ibu-ibu muda yang justru sebenarnya adalah subyek yang dilindungi.
Alasan yang diajukan adalah bahwa kekerasan sangat dibutuhkan dalam
rumahtangga. Mereka berpendapat bahwa tanpa kekerasan akan sulit bahkan
mungkin mustahil untuk mengembangkan keluarga.
Lebih jauh mereka justru menghimbau agar pihak yang terkait dapat
mempertahankan kekerasan ..........-nya untuk waktu yang memadai.

He he he.

2. Keadilan
Zaman dulu, para wanita selalu akan menderita sakit kala melahirkan.
Keadaan yang kurang adil ini kemudian berubah setelah kejadian
berikut ini:

Para wanita secara bersama-sama memohon kepada dewa agar ditegakkan
keadilan, yaitu supaya kaum lelakilah sebagai penyebab yang seharusnya
menderita sakit dikala sang isteri melahirkan.
Ternyata petisi ini dikabulkan, sehingga sejak saat itu apabila
seorang isteri melahirkan, maka dengan mudah dan santai penuh
perasaan ia dapat melahirkan anaknya sehingga hal ini sangat
membantu ilmu kedokteran dalam menekan resiko melahirkan. Disamping itu
secara mengenaskan sang suami yang mendampinginya diluar
menggeliat-geliat serta meraung-raung kesakitan demi keselamatan sang
isteri yang melahirkan.
Para lelaki menganggap hal ini biasa, karena ini termasuk akan
menambah bintang kepahlawanan pria dalam rumah tangga.

Tetapi, keadaan ini berubah sejak peristiwa dibawah ini :

Suatu waktu seorang wanita dari kalangan terkemuka disuatu kampung
akan melahirkan. Para sanak keluarga dan para tetangganya
sekampung ikut mengantarkan kelahiran ini dengan ikut menunggu
diluar.
Sang suami telah disediakan tempat tidur disamping sang isteri,
lengkap dengan segala peralatan untuk mengantisipasi segala
kemungkinan penderitaanya.
Saat melahirkan terjadi, sang istri dengan tenang penuh kasih sayang
menjalankan kelahiran yang mulus ini. Tetapi.........sang suami yang
dengan tegang menunggu datangnya penderitaan tetap saja tidak
bergeming sampai terdengar pekikan sang anak.
Yang sangat mengejutkan ternyata diluar terlihat kehebohan, ternyata
Bapak Kepala Desa (Kades) berguling-guling serta berteriak-teriak
kesakitan.

Semua khalayak terdiam sejenak, secara serentak semua ibu2 yang
berada disekitar itu secara diam2 dan bersungguh-sungguh berdoa
kepada dewa : Biarlah semua penderitaan ini kamilah yang menanggung
asalkan semua rahasia tetap menjadi milik kami!

Nah, sejak saat itulah, setiap kejadian kelahiran akan disertai
penderitaan yang ditanggung secara ikhlas oleh wanita. .............



BE THERE... GATH 4 E-KETAWA
PONDOK INDAH MALL
SAT,SEPT 16 2005
2 PM 'TILL DAWN... 

Ketawa dot Com - http://ketawa.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/e-ketawa/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 
 

1. Ibu-ibu Muda Tolak UUAKDR
Salah-satu tujuan utama UUAKDR (Undang-undang Anti Kekerasan Dalam
Rumah-tangga) adalah untuk melindungi kaum wanita selaku istri dan
anak-anak dari unsur kekerasan yang kebanyakan dipicu oleh suami. 
Yang mengejutkan adalah bahwa ternyata Undang-undang ini kemudian
ditentang pemberlakuannya oleh kaum wanita terutama dari kelompok
ibu-ibu muda yang justru sebenarnya adalah subyek yang dilindungi.
Alasan yang diajukan adalah bahwa kekerasan sangat dibutuhkan dalam
rumahtangga. Mereka berpendapat bahwa tanpa kekerasan akan sulit bahkan
mungkin mustahil untuk mengembangkan keluarga. 
Lebih jauh mereka justru menghimbau agar pihak yang terkait dapat
mempertahankan kekerasan ..........-nya untuk waktu yang memadai.

He he he.

2. Keadilan
Zaman dulu, para wanita selalu akan menderita sakit kala melahirkan.
Keadaan yang kurang adil ini kemudian berubah setelah kejadian
berikut ini:

Para wanita secara bersama-sama memohon kepada dewa agar ditegakkan
keadilan, yaitu supaya kaum lelakilah sebagai penyebab yang seharusnya
menderita sakit dikala sang isteri melahirkan.
Ternyata petisi ini dikabulkan, sehingga sejak saat itu apabila
seorang isteri melahirkan, maka dengan mudah dan santai penuh
perasaan ia dapat melahirkan anaknya sehingga hal ini sangat
membantu ilmu kedokteran dalam menekan resiko melahirkan. Disamping itu
secara mengenaskan sang suami yang mendampinginya diluar
menggeliat-geliat serta meraung-raung kesakitan demi keselamatan sang
isteri yang melahirkan.
Para lelaki menganggap hal ini biasa, karena ini termasuk akan
menambah bintang kepahlawanan pria dalam rumah tangga.

Tetapi, keadaan ini berubah sejak peristiwa dibawah ini :

Suatu waktu seorang wanita dari kalangan terkemuka disuatu kampung
akan melahirkan. Para sanak keluarga dan para tetangganya
sekampung ikut mengantarkan kelahiran ini dengan ikut menunggu
diluar.
Sang suami telah disediakan tempat tidur disamping sang isteri,
lengkap dengan segala peralatan untuk mengantisipasi segala
kemungkinan penderitaanya.
Saat melahirkan terjadi, sang istri dengan tenang penuh kasih sayang
menjalankan kelahiran yang mulus ini. Tetapi.........sang suami yang
dengan tegang menunggu datangnya penderitaan tetap saja tidak
bergeming sampai terdengar pekikan sang anak.
Yang sangat mengejutkan ternyata diluar terlihat kehebohan, ternyata
Bapak Kepala Desa (Kades) berguling-guling serta berteriak-teriak
kesakitan.

Semua khalayak terdiam sejenak, secara serentak semua ibu2 yang
berada disekitar itu secara diam2 dan bersungguh-sungguh berdoa
kepada dewa : Biarlah semua penderitaan ini kamilah yang menanggung
asalkan semua rahasia tetap menjadi milik kami!

Nah, sejak saat itulah, setiap kejadian kelahiran akan disertai
penderitaan yang ditanggung secara ikhlas oleh wanita. ............. 

Kirim email ke