Nurul Hidayati - detikcom
Jakarta - Senin (3/10/2005) ini adalah
hari pertama para pekerja kantoran di Jabotabek kembali mengantor pasca kenaikan
harga BBM pada Sabtu, 1 Oktober lalu. Sambutan 'hangat' langsung menyapa mereka,
yaitu melejitnya tarif angkutan umum.
Pekerja dari Depok yang menumpang
bus PAC Debora jurusan Depok-Kalideres, misalnya, disambut dengan tarif Rp
5.500. Padahal biasanya bus itu berongkos Rp 4.000. "Penumpang ngomel-ngomel,
tapi gimana lagi," kata seorang penumpang pada detikcom.
Bus Bianglala
PAC 76 jurusan Senen-Ciputat juga menaikkan tarifnya dari Rp 3.500 menjadi Rp
4.500. Sedangkan bus patas non-AC yang bertarif Rp 1.600 kini melonjak menjadi
Rp 2.000. Bus sedang (Kopaja/Metro Mini) juga memakai argo baru Rp 2.000 dari
tarif semula Rp 1.400. Mikrolet juga memasang harga gres, melonjak antara Rp 500
hingga Rp 1.000.
Jelas ini membuat para pekerja kesal karena harus
merogoh kocek lebih dalam. "Yang bikin kesal tuh karena aturan resminya belum
turun, jadi sopir naikin ongkos seenaknya," keluh Siti, konsumen PAC 76 yang
berkantor di bilangan Blok M. Tapi meski ngomel, semua penumpang pasrah. Mau tak
mau, mereka harus mau karena butuh.
DPD Organda DKI Jakarta sendiri sudah
punya hitung-hitungan bila BBM naik lebih 100%. Mereka akan mengusulkan kenaikan
tarif nyaris 100%. Misalnya saja untuk mikrolet disulkan naik Rp 1.900 menjadi
Rp 2.650.
Bus sedang dari Rp 1.400 menjadi Rp 2.400, bus patas dari Rp
1.600 menjadi Rp 2.700, dan patas AC dari Rp 3.500 menjadi Rp 6.300. Usulan itu
akan disampaikan secara resmi ke Dishub DKI Jakarta hari ini. Glek!
(nrl)
http://jkt.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/10/tgl/03/time/81444/idnews/453655/idkanal/10
TOLAK HARGA BBM (emang bisa?)
GANTUNG SBY dan antek2nya! pasti bisa!
SBY MUSUH RAKYAT
Ketawa dot Com - http://ketawa.com/
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "e-ketawa" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
