Asal semua orang (INGAT SYARATNYA ADALAH SETIAP
ORANG ATAU SETIDAKNYA MAYORITAS WARGA NEGARA DI NEGERI KITA TERCINTA)
mengerjakan tugasnya masing2 dengan baik, konsisten dan dilandasi niat yang
baik dan tulus serta dengan cara yang benar semoga semua menjadi lebih baik.
Kalau ada yang salah mari kita koreksi dan
harus dengan kepala dingin, fikiran yang jernih dan jangan pakai kaca mata
kuda, tidak mau mendengarkan pendapat orang lain yang bisa jadi lebih baik.
Polemik, tarik ulur, pro kontra adalah
keniscayaan dalam setiap keputusan yang diambil bersama, masalahnya adalah
bagaimana kita semua bisa menghargai kesepakatan yang telah kita tetapkan
bersama2 (ini yang disebut the essential of democracy), kalau dalam istilah
Jawa 'ora nggugu karepe dhewe (mohon maaf untuk teman2 yang nggak mengerti,
maksudnya 'jangan memaksakan kehendak diri sendiri').
Salah satu sisi buruk bangsa kita adalah
penyakit 'nggugu karepe dhewe' yang lumayan akut. Pernah saya dapat
postingan mengenai kultur yang membedakan negara maju (developed) dan
negara berkembang (undeveloped), salah satunya adalah niatan &
kemauan warga negaranya dalam menghargai peraturan (kesepakatan
bersama) yang telah ditetapkan.
Nah negara kita sepertinya masih masuk dalam
kategori undeveloped yang warganya belum bisa menghargai peraturan
(kesepakatan bersama) yang telah ditetapkan. Kita lihat saja betapa kacaunya
lalu lintas di jalan2 di seluruh pelosok indonesia yang celakanya juga
ditambah rendahnya performa polisi kita, klop sudah!!!!!!!
Masih banyak contoh lain yang bikin kita malu
kalau ngobrol sama orang asing. Yah tapi itulah kondisi riil negara
kita, mari kita sama2 perbaiki sesuai porsi kita masing2, seperti tersebut
pada awal tulisan ini.
+Gubrakkkkkkkkk.....semalamsalahminumobat
(^_^)