'Kesibukan' high quality jomblo: Melanglang buana sampai golf sendirian
Di dunia gaul, istilah ini belakangan begitu populer: High quality jomblo. Apa pula itu? Apa lagi kalau bukan perempuan dan laki-laki yang masih melajang, namun memiliki kualitas hidup di atas rata-rata orang kebanyakan.
Selain cantik dan tampan, mereka memiliki karier cemerlang. Harta bendanya pun terbilang lebih dari cukup. Pokoknya makmur. Lalu mengapa masih betah saja melajang? Kurang apa lagi?
Apa saja kegiatan mereka yang rata-rata adalah sosok jomblo berduit ini menghabiskan waktunya di akhir pekan atau menikmati hari libur?
Bagi sebagian orang, hidup melajang bukanlah kesialan. Bukan rahasia lagi, sebagian pekerja karier di kota besar memilih untuk belum berkeluarga karena alasan tertentu.
Selain belum menemukan pasangan yang jelas, mereka ingin menikmati hidup terlebih dahulu sebelum akhirnya direpotkan dengan urusan rumah tangga.
Karena berduit, waktu liburan para eksekutif jomblo ini juga dipastikan berbeda dengan lajang lainnya.
Sri Utami, misalnya. Lajang yang menjabat sebagai sekretaris direksi Bank Mandiri ini telah banyak menghabiskan waktu liburan untuk berkeliling dunia. Beberapa negara kawasan Eropa sampai Asia telah habis dikunjunginya.
"Setidaknya dua kali dalam setahun saya pergi ke luar negri dan hampir semua negara di seluruh dunia telah saya kunjungi," ujar perempuan berambut pirang ini yang akrab dipanggil Jenny sembari tertawa ringan.
Eksekutif tersebut memiliki dua adik kandung yang bermukim di Amerika Serikat dan mempunyai banyak kawan di negara lain. Jenny terbilang nekat dan serba praktis. Bayangkan, jika mengunjungi suatu negara tujuan, dia hanya berbekal peta dan uang.
Namun, sebelumnya dia sudah membuat perencanaan mengenai tempat-tempat wisata yang akan dikunjungi. Informasi itu dia peroleh dari Internet. Atau jika tidak, Jenny memanfaatkan jaringan pertemanan di luar negeri yang mendukung rencana liburannya.
Bosan berpiknik di Eropa, eksekutif tersebut menoleh ke tempat-tempat wisata dan kota-kota di kawasan Asia. Dan usai mengunjungi Sri Lanka akhir bulan lalu, dia berencana mengunjungi India pada Juni tahun ini.
Untuk lebih memeriahkan acara jalan-jalannya, tidak jarang Jenny mengajak kawan sejawat untuk turut serta berpetualang.
"Tapi saya tidak model backpacker, saya hanya ingin liburan saya itu tidak malah dibuat susah, tapi senyaman mungkin," ujarnya.
Bagaimana untuk liburan akhir pekannya? Dengan jujur Jenny mengaku selalu menjadwalkan dua kali dalam sebulan untuk tur keliling Indonesia.
Bersama dengan tiga atau empat kawannya, dia mengaku sangat menyukai petualangan berkeliling Tanah Air, terutama di kota-kota yang belum pernah dia kunjungi.
Meskipun 'judulnya' petualangan, Jenny masih menggunakan transportasi pesawat untuk menjangkau daerah itu, dan masih mencari hotel mewah untuk menginap. "Pokoknya, liburan bukannya dibuat susah, tapi dibuat nyaman," ujar perempuan yang mengaku tengah menjalin hubungan ini sembari tertawa.
Hobi serupa juga dilakoni Bintang Lasmania, Relationship Manager Bank Commonwealth.
Jika waktu libur tiba, Bintang lebih suka menghabiskan waktunya untuk berlibur ke kota-kota terdekat, atau sekadar jalan-jalan bersama teman. Dan tidak jauh berbeda dengan hobi kebanyakan perempuan lajang lainnya, salon dan pusat perbelanjaan menjadi pilihannya untuk menghabiskan waktu libur.
Pusat perbelanjaan ternama di Jakarta tidak pernah absen dia kunjungi. Belum lagi berbagai salon dan pusat-pusat perawatan tubuh lainnya. "Menyempatkan untuk merawat tubuh dan relaksasi saja usai sibuk kerja," ujar perempuan berusia 32 tahun dan mengaku sangat menikmati kesendiriannya itu.
Aset pribadi
Mengenai jalan-jalan ke luar negeri, Bintang mengaku kurang hobi dengan kegiatan yang satu ini. Selain karena biayanya sangat besar, dia mengaku lebih bijak jika uang yang telah dia hasilkan disalurkan untuk membeli aset pribadi seperti rumah dan kendaraan.
Maka, tidak heran hanya negara-negara kawasan Asia saja yang pernah dia kunjungi, seperti Bangkok dan Singapura.
Bintang tidak sering ke luar negeri. Sebaliknya, dia lebih sering jalan-jalan ke Kota Kembang Bandung sebagai tempat liburan alternatifnya."Dalam sebulan pasti ada anggaran untuk belanja dan senang-senang setiap akhir minggu."
Namun tidak semua lajang eksekutif menghabiskan banyak waktu liburannya untuk bepergian ke luar negri.
Bisa jadi Rustam Effendi tergolong yang demikian. Lajang yang menjabat sebagai salah satu kepala seksi di instansi pemerintahan ini lebih memilih menghabiskan hari-hari usai jam bekerja dengan bermain golf di driving range tanpa kawan.
Jika hari libur tiba, dia akan pergi ke arena golf untuk menghabiskan banyak waktunya di sana. Dan semuanya itu kerap dia lakukan sendiri saja. Tanpa kawan.
Bukan karena tidak memiliki kawan, Rustam mengaku lebih suka menikmati hobi dan jam istirahatnya sendirian saja. "Rasanya lebih nikmat saja sendiri, tetapi kadang meski sendiri di lokasi bertemu orang baru dan akhirnya ada teman juga," ujar pria berusia 32 tahun berperawakan sedang itu.
Mengaku belum menemukan pasangan yang cocok, pria lulusan magister manajemen UI ini merasa tidak kesepian dikala rata-rata pria seusianya telah berkeluarga.
Selain sibuk bekerja, menemukan pasangan yang cocok juga bukan persoalan mudah baginya. Maka, tidak heran ketika hingga kini belum memiliki pasangan, Rustam lebih memilih mencurahkan perhatiannya kepada keluarga intinya yang berada di Klaten, Jawa Tengah.
Selain bermain golf, Rustam memilih untuk menghabiskan waktunya untuk berjalan-jalan sendiri. Bukan ke pusat perbelanjaan atau tempat hiburan lainnya. Langkah kakinya diarahkan ke pameran dan pentas musik.
"Semua pameran dan pentas musik saya datangi," ujar pria yang mengaku ingin segera bertemu dengan calon pendamping ini.
--
A real friend is one who walks in when the rest of the world walks out.
Di dunia gaul, istilah ini belakangan begitu populer: High quality jomblo. Apa pula itu? Apa lagi kalau bukan perempuan dan laki-laki yang masih melajang, namun memiliki kualitas hidup di atas rata-rata orang kebanyakan.
Selain cantik dan tampan, mereka memiliki karier cemerlang. Harta bendanya pun terbilang lebih dari cukup. Pokoknya makmur. Lalu mengapa masih betah saja melajang? Kurang apa lagi?
Apa saja kegiatan mereka yang rata-rata adalah sosok jomblo berduit ini menghabiskan waktunya di akhir pekan atau menikmati hari libur?
Bagi sebagian orang, hidup melajang bukanlah kesialan. Bukan rahasia lagi, sebagian pekerja karier di kota besar memilih untuk belum berkeluarga karena alasan tertentu.
Selain belum menemukan pasangan yang jelas, mereka ingin menikmati hidup terlebih dahulu sebelum akhirnya direpotkan dengan urusan rumah tangga.
Karena berduit, waktu liburan para eksekutif jomblo ini juga dipastikan berbeda dengan lajang lainnya.
Sri Utami, misalnya. Lajang yang menjabat sebagai sekretaris direksi Bank Mandiri ini telah banyak menghabiskan waktu liburan untuk berkeliling dunia. Beberapa negara kawasan Eropa sampai Asia telah habis dikunjunginya.
"Setidaknya dua kali dalam setahun saya pergi ke luar negri dan hampir semua negara di seluruh dunia telah saya kunjungi," ujar perempuan berambut pirang ini yang akrab dipanggil Jenny sembari tertawa ringan.
Eksekutif tersebut memiliki dua adik kandung yang bermukim di Amerika Serikat dan mempunyai banyak kawan di negara lain. Jenny terbilang nekat dan serba praktis. Bayangkan, jika mengunjungi suatu negara tujuan, dia hanya berbekal peta dan uang.
Namun, sebelumnya dia sudah membuat perencanaan mengenai tempat-tempat wisata yang akan dikunjungi. Informasi itu dia peroleh dari Internet. Atau jika tidak, Jenny memanfaatkan jaringan pertemanan di luar negeri yang mendukung rencana liburannya.
Bosan berpiknik di Eropa, eksekutif tersebut menoleh ke tempat-tempat wisata dan kota-kota di kawasan Asia. Dan usai mengunjungi Sri Lanka akhir bulan lalu, dia berencana mengunjungi India pada Juni tahun ini.
Untuk lebih memeriahkan acara jalan-jalannya, tidak jarang Jenny mengajak kawan sejawat untuk turut serta berpetualang.
"Tapi saya tidak model backpacker, saya hanya ingin liburan saya itu tidak malah dibuat susah, tapi senyaman mungkin," ujarnya.
Bagaimana untuk liburan akhir pekannya? Dengan jujur Jenny mengaku selalu menjadwalkan dua kali dalam sebulan untuk tur keliling Indonesia.
Bersama dengan tiga atau empat kawannya, dia mengaku sangat menyukai petualangan berkeliling Tanah Air, terutama di kota-kota yang belum pernah dia kunjungi.
Meskipun 'judulnya' petualangan, Jenny masih menggunakan transportasi pesawat untuk menjangkau daerah itu, dan masih mencari hotel mewah untuk menginap. "Pokoknya, liburan bukannya dibuat susah, tapi dibuat nyaman," ujar perempuan yang mengaku tengah menjalin hubungan ini sembari tertawa.
Hobi serupa juga dilakoni Bintang Lasmania, Relationship Manager Bank Commonwealth.
Jika waktu libur tiba, Bintang lebih suka menghabiskan waktunya untuk berlibur ke kota-kota terdekat, atau sekadar jalan-jalan bersama teman. Dan tidak jauh berbeda dengan hobi kebanyakan perempuan lajang lainnya, salon dan pusat perbelanjaan menjadi pilihannya untuk menghabiskan waktu libur.
Pusat perbelanjaan ternama di Jakarta tidak pernah absen dia kunjungi. Belum lagi berbagai salon dan pusat-pusat perawatan tubuh lainnya. "Menyempatkan untuk merawat tubuh dan relaksasi saja usai sibuk kerja," ujar perempuan berusia 32 tahun dan mengaku sangat menikmati kesendiriannya itu.
Aset pribadi
Mengenai jalan-jalan ke luar negeri, Bintang mengaku kurang hobi dengan kegiatan yang satu ini. Selain karena biayanya sangat besar, dia mengaku lebih bijak jika uang yang telah dia hasilkan disalurkan untuk membeli aset pribadi seperti rumah dan kendaraan.
Maka, tidak heran hanya negara-negara kawasan Asia saja yang pernah dia kunjungi, seperti Bangkok dan Singapura.
Bintang tidak sering ke luar negeri. Sebaliknya, dia lebih sering jalan-jalan ke Kota Kembang Bandung sebagai tempat liburan alternatifnya."Dalam sebulan pasti ada anggaran untuk belanja dan senang-senang setiap akhir minggu."
Namun tidak semua lajang eksekutif menghabiskan banyak waktu liburannya untuk bepergian ke luar negri.
Bisa jadi Rustam Effendi tergolong yang demikian. Lajang yang menjabat sebagai salah satu kepala seksi di instansi pemerintahan ini lebih memilih menghabiskan hari-hari usai jam bekerja dengan bermain golf di driving range tanpa kawan.
Jika hari libur tiba, dia akan pergi ke arena golf untuk menghabiskan banyak waktunya di sana. Dan semuanya itu kerap dia lakukan sendiri saja. Tanpa kawan.
Bukan karena tidak memiliki kawan, Rustam mengaku lebih suka menikmati hobi dan jam istirahatnya sendirian saja. "Rasanya lebih nikmat saja sendiri, tetapi kadang meski sendiri di lokasi bertemu orang baru dan akhirnya ada teman juga," ujar pria berusia 32 tahun berperawakan sedang itu.
Mengaku belum menemukan pasangan yang cocok, pria lulusan magister manajemen UI ini merasa tidak kesepian dikala rata-rata pria seusianya telah berkeluarga.
Selain sibuk bekerja, menemukan pasangan yang cocok juga bukan persoalan mudah baginya. Maka, tidak heran ketika hingga kini belum memiliki pasangan, Rustam lebih memilih mencurahkan perhatiannya kepada keluarga intinya yang berada di Klaten, Jawa Tengah.
Selain bermain golf, Rustam memilih untuk menghabiskan waktunya untuk berjalan-jalan sendiri. Bukan ke pusat perbelanjaan atau tempat hiburan lainnya. Langkah kakinya diarahkan ke pameran dan pentas musik.
"Semua pameran dan pentas musik saya datangi," ujar pria yang mengaku ingin segera bertemu dengan calon pendamping ini.
([EMAIL PROTECTED]) (Th. D.Wulandari, Kontributor Bisnis Indonesia) Sumber:
Bisnis Indonesia
--
A real friend is one who walks in when the rest of the world walks out.
Milis e-ketawa : tempat orang2 keren yg NO SARU & NO SARA
peace yo..!!
Ketawa dot Com - http://ketawa.com/
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "e-ketawa" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
