Perjalanan Ku
Kuayunkan kaki
satukan langkah
Tapaki sebuah
perjananan
Yang dulu begitu
asing bagiku
Dan mungkin .
. . tak terpikirkan oleh ku
Hanya karena
ketidak mampuanku
Telah hilang
masa-masa ku hingga . . .
Aku
berfikir terlambatkah ku dengan semua ini
Bila ku
dengan sadarku
Masa itu
aku dengan segala piker itu
Penuh
ambisi dan obsesi
Aku di
sibukkan rutinitasku yang ku tahu . . .
Ku kan
jadi apa dan untuk apa itu
Aku
sadar banyak yang telah yang berubah
Itu kelemahan ku
ketidak mampuan ku
Terlambatkah
kusadari itu
Ehm benar kata
peppatah itu menyesal akan datang terakhir
Oh
. . . terimaksih bila kini kau beri ku rasa ini
Rasa yang dulu
hanya impian bagiku
Rasa
yang dulu terpendam
Aku
hanya coba tuk ikuti arus
Haruskah
ku salahkan mereka
Dan
segala pergaulan ku dan aktivitasku . . . kebiasan ku
Hingga kini pun aku
masih menyimpan seribu Tanya . . . mangapa
?
Ku hanya ingin
riang, aku hanya ingin senang , salahkan ku
Tapi
kenapa ku tak bisa seperti mereka
Apakah
ku terbelenggu akan ragu dan segala pertimbangan itu
Aku
hanya ingin mengejar citaku dengan segala keterbatasan ku
Ini
rahasiaku dan kenangan ku
Perjalanan . . . mengajariku
Akan
memahami , memiliki, persaudaraan dan . . .
Ku tahu
tak ada yang abadi, namun . . .
Ku sadar
ku tak kan selalu berlindung pada bayang ku
Yang kan
terus ikuti ku dan masa lalu itu adalah bayangan itu
Namun ku harus
terus melangkah ...