|
yg
lucu justru di anti selip-nya .....kk..kk..kkk
|
Meminjam Anak Menantu ![]()
|
|
|
| Sabtu 9 September 2006, Jam:
6:52:00 |
|
|
Kalau ada mertua paling gatel se Kabupaten Tasikamalaya,
mungkin Ny. Oneng, 46 tahun, lah orangnya. Bagaimana tidak?
Mentang-mentang kesepian setelah sekian lama menjanda, suami anaknya pun
"dipinjam" untuk memuaskan nafsunya. Karena kemudian si janda gatel itu
hamil, gegerlah warga kampung, bahkan Watik, 22 tahun, pingsan melihat
kegenitan ibu kandungnya.
Andaikan bisa memilih, setiap wanita
berharap jangan keburu ditinggal mati suami. Tapi setiap manusia tak
bisa berkelit dan lari dari takdir. Seperti Ny. Oneng warga Desa
Karangmulya Kecamatan Jamanis ini misalnya, ketika usia suaminya baru 45
tahun, mendadak klepek-klepek me! ninggal dimakan stroke. Maka sejak 5
tahun lalu Ny. Oneng menyandang status janda ketika usianya baru 40
tahun. "Ya Allah teu disangka salaki kuring tereh dipundut (ya Allah,
kenapa begitu cepat suamiku Engkau ambil)," ratap Ny. Oneng kala itu.
Ny. Oneng pun lalu dalam kesendirian. Untungnya pensiunan dan
peninggalan suaminya cukup lumayan, sehingga dia bisa membesarkan
anak-anaknya tanpa gontai. Bahkan ketika mantu anak pertamanya setahun
lalu, dia bisa menyelenggarakan walimahan cukup meriah, pakai nanggap
degung segala. Tatkala Watik-Gugun, 30, di depan penghulu, yang menjadi
wali terpaksa adik lelakinya sendiri.
Gugun sebagai keluarga
baru ekonominya memang belum mapan, sehingga untuk sementara waktu dia
masih tinggal di rumah mertua. Kala itu sebetulnya dia pengin ngontrak
rumah sendiri, tapi Ny. Oneng melarangnya, dengan alasan rumah jadi sepi
tanpa Watik. "Celengankeun duit kontrakana keur engke nyiun imah (uang
kontraknya saja kamu tabung, nanti buat persiapan bikin rumah)," begitu
nasihat sang mertua.
Enak nggak enak, keluarga Gugun-Watik
terpaksa tinggal di Mertua Permai yang bebas cicilan itu. Cuma tentu
saja privaci-nya sebagai sebuah rumahtangga, jadi kurang bebas. Gugun
mau bikin aturan ini itu buat keluarga, Ny. Oneng selaku mertua juga
suka mengintervensi kebijakan. Sebagai menantu teladan Gugun harus
banyak bersabar, mengalah. Sebab dia memang tak punya kedaulatan penuh
di rumah itu.
Namun ada sesuatu hal yang tak disadari Gugun,
tapi sangat dinikmati Ny. Oneng. Malam hari ketika suami istri itu
tengah menjalankan "sunah rosul", diam-diam ibu mertua yang kesepian itu
suka mengintip. Wah, dengkulnya ngadaregdeg (bergetar) demi melihat
"burung" menantunya seperti habis diservis di Mak Erot di Plabuhan Ratu.
"Aneh pisan baehula bobogaan salaki kuring teu sagede gitu tak sebesar
itu)," kata batin Ny.Oneng.
Aktivitas Gugun-Watik siang dan
malam hari -- namanya juga pengantin baru - hampir tak pernah lepas dari
pantauan Ny. Oneng. Sebagai wanita yang sudah bertahun-tahun "nganggur"
dalam urusan satu itu, ibunya Watik ini sangat tergoda untuk bisa pinjam
pakai milik anaknya tersebut. Maka sejak saat itu dia menggelar jebakan,
menebar pesona bagi anak menantunya.
Terus terang saja,
sebetulnya antara Watik dan Ny. Oneng, bila dicermati lebih cantik
ibunya. Cuma Watik menang muda. Tapi dari segi perwajahan dan bodi,
janda 45-an tahun itu masih prima. Maka sekali waktu ketika Ny. Oneng
mancing-mancing dirinya, Gugun langsung turun naik jakunnya. Maka ajakan
mesum sang mertoku itu pun dilayani saja. "Hampura pisan minantu teh
rada kurang ajar (mohon maaf, mantumu agak sedikit kurang ajar nih),"
kata Gugun ketika hendak mesnstater "kendaraan" Corolla 1973-nya. ![]()
Ih... ternyata, meski Ny. Oneng ini ibarat Toyota
Corolla 73, tapi karena mesin terawat tak pernah telat ganti olie, masih
nyaman juga dikendarai. Dibawa nanjak ke Puncak masih oke-oke saja. Apa
lagi Ny. Oneng juga sangat mengimbangi, karena baru dapat "piston" gress
asli Jepang bukan Taiwan punya. Ibarat kata, ranjang sampai
berderak-derak terkena gempa non Yogya dan Pangandaran.
Kelanjutannya, praktek mesum mantu dan mertua ini menjadi sebuah
rutinitas. Lucunya, Watik yang istri resmi saja belum hamil, lha kok
ibunya yang berstatus pinjam pakai malah reneuh (hamil). Tentu saja
Watik heran, hamil dari mana, wong suami juga tidak punya. "Hampura
anaking salaki salila ie emak make salaki anjeun (maaf ya nak, ibu
selama ini memang pinjam suamimu)," kata Ny. Oneng setelah didesak.
Alamak! Watik pun terpingsan-pingsan demi mendengar pengakuan
spektakuler tersebut. Apapun alasannya, Polsek Jamanis terpaksa turun
tangan kasus mantu hamili mertua ini. Tapi saat diperiksa petugas Gugun
menjawab dengan tegas bahwa dia siap menceraikan Watik dan kemudian
mengawini bekas mertuanya itu. Katanya, pelayanan Ny. Oneng memang
seperti ban radial, daya cengkeramnya luar biasak!
Haa? Anti
selip, dong! Dasar! ![]() |
|
| (LM) |
Sumber : Poskota
Online
Maniezz ;-)
Y2nk !
glass_shoes09@yahoo.com
Want to be your own boss? Learn how on Yahoo!
Small Business.
__._,_.___
Milis e-ketawa : tempat orang2 keren yg NO SARU & NO SARA
peace yo..!!
Ketawa dot Com - http://ketawa.com/
__,_._,___
|