-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Y2nk
Sent: Wednesday, November 22, 2006 9:34 AM
To: Burhanis; Budi Setiawan
Subject: e-ketawa :-) Hotz News :-O Ibu Makan Bayinya...!!




        
 




Ibu Makan Bayinya               
        
Rabu 22 November 2006, Jam: 7:34:00             
        

DEPOK (Pos Kota) – Manusia makan manusia di negeri ini bukan cerita kosong. 
Setelah kasus Sumanto memakan mayat manusia di Purbalingga, Jawa Tengah 
beberapa waktu lalu, kini seorang ibu bernama Sumanti, 35, di Depok, Jawa 
Barat, menyantap bayi yang dilahirkannya. 

Wanita tanpa suami yang hidup terlunta-lunta, melahirkan bayinya di rumah 
kosong Kampung Baru RT 010/011, Kelurahan Tugu, Cimanggis, Depok. Tragisnya, 
bayi lelaki yang baru dilahirkan, dibakar kemudian diolesi kecap dan disantap 
hingga hanya tersisa kedua kaki dan pangkal paha, Selasa siang (21/11). 

Peristiwa luar biasa yang dilakukan wanita asal Kebumen, Jawa Tengah itu, tentu 
membuat geger warga Depok dan sekitarnya. Ketika ditemukan, wanita malang ini 
terkulai lemah di sudut rumah kosong tersebut. Lebih menyayat hati, tidak ada 
sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya. Ari-ari bayi yang masih bernoda 
darah, menjuntai di kemaluan Sumanti. 

Dalam waktu singkat, rumah kosong tempat Sumanti melahirkan dan menyantap 
bayinya, dipenuhi massa. Mereka ingin melihat langsung sosok ibu yang tega 
menyantap anaknya sendiri. 
Tak beberapa lama petugas Polsek Cimanggis datang ke lokasi kejadian. Petugas 
menghubungi tim medis RS Bhayangkari, Kelapa Dua, Depok. 

Sumanti sulit diajak bicara, diperiksa dokter. Setelah diberi obat dan sisa 
potongan bayinya yang hangus dibersihkan, wanita ini dibawa ke RS Polri 
Kramatjati, Jakarta Timur. Kasus ibu makan bayi ini ditangani Polsek Cimanggis. 

Dari rumah kosong, petugas menyita sejumlah batu bata yang digunakan untuk 
tungku pembakaran, serpihan tulang dan daging bayi, sisa nasi di kertas, dan 
beberapa plastik kecil bekas kecap. “ Kami menduka, tersangka Sumanti memakan 
bayinya dicampur kecap, “ kata Aipda Nana. 

TERLUNTA-LUNTA 


Yitno, warga, mengatakan dirinya sudah tiga bulan melihat Sumanti 
terlunta-lunta di Kampung Baru. Jika malam hari, wanita ini tidur di rumah 
kosong yang telantar. Siang hari, Sumanti, yang saat itu hamil besar, kerap 
mencari sisa-sisa nasi di tumpukan sampah. 

“ Kami menduga wanita itu mengidap kelainan jiwa. Kami tidak tahu ia berasal 
dari mana. Siapa suaminya, kami juga tidak tahu, “ katanya. 

Heboh ibu memangsa bayinya ini bermula ketika seorang warga mendatangi rumah 
kosong tempat Sumanti sering berteduh. Orang tersebut menjumpai Sumanti yang 
semula hamil besar, terkulai di sudut ruangan. 

Lebih mengejutkan lagi, di dekat tungku batu bata, ada potongan mayat bayi yang 
hanya tinggal sebatas pangkal paha di tas plastik hitam. Parut dan kepala bayi 
sudah tidak ada. 

Tidak jauh dari tubuh Sumanti, ditemukan serpihan tulang belulang bayi dalam 
keadaan gosong. Selain itu, ada juga potongan daging bakar yang belum sempat 
dimakan tersangka. Kepala, kedua tangan hingga bagian perut bayi, sudah habis 
disantap sang ibu. Di sekitar tungku, ada beberapa plastik kosong bekas kecap. 

“Waktu datang ke sini, perut Sumanti memang sudah buncit. Tidak ada lelaki yang 
mendampinginya. Empat hari sebelum peristiwa ini terjadi, Sumanti biasa 
terlihat mondar mandir sambil telanjang. Sejak itu, ia nggak kelihatan lagi ,” 
tutur Tarjo, satu warga. 

GANGGUAN JIWA 


Dr Pandu Setiawan, spesialis kesehatan jiwa Departemen Kesehatan (Depkes) 
mengatakan kasus ibu makan bayi itu termasuk gangguan kejiwaa. Seseorang yang 
menderita sakit jiwa, acapkali kurang menyadari terhadap apa yang dilakukannya. 
“Bisa jadi, si ibu hilang kesadaran saat melakukan perbuatan tersebut,” ujar 
Pandu. 

Kasus ini diduga akibat didera kemiskinan. Beban ekonomi yang semakin berat 
menjadi satu penyebab munculnya kasus bunuh diri atau membunuh orang lain di 
luar kesadarannya.“Tetapi yang jelas ibu tersebut masuk kategori gangguan jiwa 
stadium berat. Terlebih sampai memakan bayinya ,” lanjut Pandu. 

Pandu menyarankan agar seseorang yang sudah berpotensi sakit jiwa, sebaiknya 
diawasi dengan baik setiap harinya. Terutama oleh keluarga terdekat, di samping 
tentu saja berobat ke dokter jiwa. 

        

(yahya/inung)*

 

(Sumber: Poskota Online)

Ib
 

M'niez,
 <http://www.smileycentral.com/?partner=ZSzeb001> Dove
   <file:///C:/Gado2/Pict%20Gif/bf_y01.gif>   
<file:///C:/Gado2/Pict%20Gif/rnbw_2b.gif>   
<file:///C:/Gado2/Pict%20Gif/bf_n01.gif>   
<file:///C:/Gado2/Pict%20Gif/bf_k01.gif> 
  <http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/tsmileys2/03.gif>  <mailto:[EMAIL 
PROTECTED]> [EMAIL PROTECTED]
  <http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/tsmileys2/10.gif>  <mailto:[EMAIL 
PROTECTED]> [EMAIL PROTECTED]
 
 
 
 


  _____  

Sponsored Link

Mortgage rates near 39yr lows. $310,000 Mortgage for $999/mo - Calculate  
<http://www.lowermybills.com/lre/index.jsp?sourceid=lmb-9133-16415&moid=4673> 
new house payment 

 

#####################################################################################
This e-mail message has been scanned for Viruses and Content and cleared 
by NetIQ MailMarshal
#####################################################################################

Kirim email ke