Beberapa hari yang lalu, di antara deretan email baru di inbox gmail saya, ada sebuah email yang begitu menyentuh hati saya. Berikut bunyi email tersebut :
Sebelumnya saya perkenalkan diri dulu. Saya adalah seorang ibu dengan 2 orang anak. Anak saya yang pertama alhamdulillah tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas. Begitu saya diberi oleh Allah SWT amanah anak yang kedua, rentetan kejadian itu terjadi. Sewaktu saya hamil yang kedua banyak keluhan yang saya alami. Ternyata mulai kehamilan 3 bulan diketahui anak saya kembar. Betapa senang dan bahagianya saya dan suami saat itu. Kami jaga kehamilan yang istimewa ini. Memasuki kehamilan 6 bulan saya mengalami berbagai penyulit dalam kehamilan. Penyulit itu kehamilan hidroamnion yang diperkirakan dokter bahwasannya anak saya lahir prematur dan tidak bertahan dalam waktu 7 bulan. Karena pada saat itu saya sudah mengeluarkan amnion atau air ketuban tetapi saya terus berdoa dan memohon kepada Allah diberi kesehatan dan kekuatan untuk anak-anak saya. Saya dianjurkan bedrest tetapi saya harus masuk kerja, Alhamdulillah saya bisa melewatinya. Baru 2 minggu berselang saya harus masuk rumah sakit lagi karena banyak mengeluarkan cairan. Hal itu berulang sampai kehamilan tujuh bulan. Setelah itu justru saya semakin sehat. Betapa senang hati saya bisa mempertahankan bayi saya. Tetapi 2 minggu berselang saya mengalami sedikit aneh, kenapa bayi saya tidak bergerak, ternyata setelah saya periksakan bayi yang satu sudah tidak ada. Betapa terkejutnya saya bayi saya yang satu meninggal dan yang satu masih hidup. Untuk itu bayi yang masih hidup dilihat dan diperkirakan berat badannya dan saya harus disuntik untuk mematangkan paru bayi saya sebelum dilahirkan ternyata beratnya belum mencukupi apabila harus dilahirkan sekarang karena bayi yang hidup beratnya masih dibawah 1500gr. Tindakan dokter ketika itu saya harus cek darah setiap 1 minggu sekali untuk mengetahui terinfeksi atau tidak sampai bayi siap untuk dilahirkan paling tidak 2kg. Tetapi Allah berkehendak lain, belum cukup 8 bulan saya harus sudah mengakhiri kehamilan saya karena air ketuban sudah beracun. Seketika itu juga harus operasi. Saya sudah siap apapun yang akan terjadi, alhamdullillah anak saya lahir dengan selamat dan sehat. Bayi saya seorang putri yang sangat cantik dan lucu walau besarnya seperi botol karena beratnya 1700gr. Dan yang sudah meninggal diambil juga ketika itu. Putriku langsung masuk inkubator selama 15 hari dan hasil diagnosa ternyata anak saya tidak punya tendon pada kaki, dan harus dirujuk ke dokter ortopedi. Tetapi itu bisa saya tunda ketika anak saya sudah agak besar. Setelah pulang kerumah timbullah kerewelan yang biasa dialami semua bayi. Saya pikir itu biasa saja. Setiap hari anak saya menangis terus menerus dan tidak mau diturunkan dari gendongan. Saya bawa kedokter katanya tidak apa-apa. Pada suatu saat anak saya sakit dan saya bawa ke dokter, ternyata sakit bronkophnomonia. Dan yang paling mengejutkan saya anak saya mengalami kekakuan pada tangan, kaki dan kontak mata yang lambat. Dokter menyarankan untuk ct-scan, ternyata anak saya volume otaknya belum penuh dan masih banyak cairan. Memang anak saya mengalami keterlambatan perkembangan. Perkembangan Motorik dan IQ-nya belum secepat bayi normal. Dan anak saya dirujuk untuk terapi di Reham medik. Dokter Rehabmedik mengatakan anak saya mengalami sakit CP. Kalau dari penjelasannya yaitu Cerebral Plasy yaitu belum bisa mengontrol gerakan tubuh. Anak saya sekarang sudah 8 bulan tetapi belum bisa menyangga kepala apalagi tengkurap. Dan saya harus membawanya untuk terapi tiap hari atau paling tidak 3 kali dalam seminggu. Saya hanya sebagai karyawan swasta begitu juga suami saya di kota kecil yang gaji kami hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Sementara kami masih menanggung hutang kami, ketika saya harus bolak-balik ke dokter dan nginap di rumah sakit dan biaya untuk operasi melahirkan serta perawatan anak. Kami mencari askes gakin tetapi tidak bisa karena masih banyak yang membutuhkan di bawah kami dan karena kami setatusnya bekerja. Ukhti, apabila antum bisa membantu kami, untuk biaya perawatan anak kami, kami bersyukur sekali dan kami hanya bisa mengucapkan Jazakillah atas bantuannya. Karena kami sudah tidak punya barang yang bisa dijual dan sekarang saya harus melunasi pinjaman saya. Sekiranya ada saudara-saudara kita yang bisa bantu kami, kami ucapkan banyak terima kasih sebelumnya. Semoga Allah memudahkan kami untuk menjalani semua ini. Kami berharap sekali balasannya dari ukhti kosi, apapun jawabannya nanti ada bantuan ataupun tidak untuk kami tapi tanggapan antum sangat kami tunggu. ~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~ Setelah email tersebut saya reply, ada beberapa informasi tambahan yang saya dapatkan. Ibu pengirim email tersebut bernama Ayu Wulansari, saat ini tinggal di Desa Polorejo - Babadan - Ponorogo - Jawa Timur. Anaknya yang lahir prematur tersebut bernama Nafra Tsabita Kamila. Ibu Ayu adalah seorang karyawan swasta sebuah Universitas Swasta di Ponorogo, sementara suaminya bekerja sebagai karyawan bulanan di sebuah kantor marketing. Penghasilan mereka berdua setiap bulan sebesar Rp 800.000 (saat ini cuma terima 20%nya karena dipotong untuk membayar pinjaman), sedangkan pengeluaran untuk pengobatan Nafra setiap bulan antara Rp 400.000 - Rp 500.000. Ibu Ayu sangat mengharap dan menunggu uluran tangan dari kita, karena beliau berharap putri keduanya, Nafra bisa tumbuh normal seperti bayi-bayi lainnya. Dengan ini, saya ingin mengetuk pintu hati para dermawan di manapun berada. Bantuan untuk Nafra, bisa disalurkan langsung melalui rekening atas nama Yayasan Portalinfaq sbb : - Bank Syariah Mandiri Cab. Warung Buncit No.Rek.0030035790 - Bank Mandiri Cab. Kuningan No.Rek.124-00010797 98 - BCA Cab. Arteri Pondok Indah No.Rek.291-300- 5244 Setelah transfer kami mohon keikhlasannya untuk konfirmasi ke Kosi via SMS ke 08128510372 atau email [EMAIL PROTECTED] com atau YM : anak_ngw dengan mengetik : NAFRA, Nama Bank dan Jumlah Bantuan Demikian yang dapat saya sampaikan, atas perhatian dan bantuan para donatur di manapun berada, saya hanya bisa mengucapkan terima kasih Note : Tulisan ini bisa disebarkan ke rekan, saudara, rekan atau milis-milis. .. # Ruang Berbagi Simpati & Peduli : http://peduli. multiply. com -- ____________________________________________________________________________________ Do you Yahoo!? Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta. http://new.mail.yahoo.com
