---------- Forwarded message ----------
From: Fitri Astuti <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Nov 30, 2007 5:28 PM
Subject: Cerita Cinta
To: Green Camps <
[EMAIL PROTECTED]>
Cc: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], RIO Nerazzurri <
[EMAIL PROTECTED]>, tita <[EMAIL PROTECTED]>, zen <[EMAIL PROTECTED]>,
q-wills <[EMAIL PROTECTED]>, Ernawati <[EMAIL PROTECTED]>




Cerita Cinta

Alkisah, di suatu pulau kecil tinggallah berbagai benda abstrak ada CINTA,
kesedihan, kegembiraan, kekayaan, kecantikan dan sebagainya. Mereka hidup
berdampingan dengan baik. Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau
kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu.

Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. CINTA sangat
kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tidak mempunyai perahu. Ia
berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air
semakin naik membasahi kakinya.

Tak lama CINTA melihat kekayaan sedang mengayuh perahu, �Kekayaan! Kekayaan!
Tolong aku!,� teriak CINTA �Aduh! Maaf, CINTA!,� kata kekayaan �Aku tak
dapat membawamu serta nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat
lagi bagimu di perahuku ini.� Lalu kekayaan cepat-cepat pergi mengayuh
perahunya. CINTA sedih sekali, namun kemudian dilihatnya kegembiraan lewat
dengan perahunya. �Kegembiraan! Tolong aku!,� teriak CINTA. Namun
kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak dapat
mendengar teriakan CINTA. Air semakin tinggi membasahi CINTA sampai ke
pinggang dan CINTA semakin panik.

Tak lama lewatlah kecantikan �Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!,� teriak
CINTA �Wah, CINTA kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu pergi. Nanti
kau mengotori perahuku yang indah ini,� sahut kecantikan. CINTA sedih sekali
mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak. Saat itulah lewat kesedihan �Oh
kesedihan, bawlah aku bersamamu!,� kata CINTA. �Maaf CINTA. Aku sedang sedih
dan aku ingin sendirian saja..,� kata kesedihan sambil terus mengayuh
perahunya. CINTA putus asa.

Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya. Pada saat kritis
itulah tiba-tiba terdengar suara �CINTA! Mari cepat naik ke perahuku!� CINTA
menoleh ke arah suara itu dan cepat-cepat naik ke perahu itu, tepat sebelum
air menenggelamkannya. Di pulau terdekat, CINTA turun dan perahu itu
langsung pergi lagi. Pada saat itu barulah CINTA sadar bahwa ia sama sekali
tidak mengetahui siapa yang menolongnya. CINTA segera bertanya pada penduduk
pulau itu. �Yang tadi adalah WAKTU,� kata penduduk itu �Tapi, mengapa ia
menyelamatkan aku? Aku tidak mengenalinya. Bahkan teman-temanku yang
mengenalku pun enggan menolong� tanya CINTA heran �Sebab��HANYA WAKTULAH
YANG TAHU BERAPA NILAI SESUNGGUHNYA DARI CINTA ITU�

<<image001.gif>>

Kirim email ke