From: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Feb 13, 2008 11:16 AM
Subject: Fw: Re: [TELKOM-PAM'87] Fw: Kisah Hidup Seorang Suami (True Story)
To: [EMAIL PROTECTED], andriyana fauzie <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]

djjdba/////////?????????????
****
Eko Muniarto/641552
Officer-1 NW&D IS Area Bogor
081398723339/0251-384700
[EMAIL PROTECTED] --------------------
 

         

         Mari biasakan hidup untuk selalu bersyukur dan
        ikhlas!!


        Based on True Story..

        > Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda
        > lagi, usia yg sudah senja
        > bahkan sudah mendekati malam, pak Suyatno 58
        > tahun, kesehariannya diisi
        > dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga
        > sudah tua. Mereka menikah
        > sudah lebih 32 tahun
        >
        > Mereka dikarunia 4 orang anak. Setelah istrinya
        > melahirkan anak ke empat,
        > disinilah awal cobaan menerpa, tiba2 kakinya
        > lumpuh dan tidak bisa
        > digerakkan itu terjadi selama 2 tahun. Menginjak
        > tahun ke tiga seluruh
        > tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak
        > bertulang. Lidahnyapun sudah
        > tidak bisa digerakkan lagi.
        >
        > Setiap hari pak Suyatno memandikan, membersihkan
        > kotoran, menyuapi, dan
        > mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum
        > berangkat kerja dia
        > letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya
        > tidak merasa kesepian.
        >
        > Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu
        > melihat istrinya
        > tersenyum, untunglah tempat usaha pak Suyatno
        > tidak begitu jauh dari
        > rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk
        > menyuapi istrinya makan
        > siang. Sorenya dia pulang memandikan istrinya,
        > mengganti pakaian dan
        > selepas maghrib dia tem ani istrinya nonton
        > televisi sambil menceritakan
        > apa2 saja yg dia alami seharian.
        >
        > Walaupun istrinya hanya bisa memandang
        > tapi tidak bisa menanggapi, pak
        > Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu
        > menggoda istrinya setiap
        > berangkat tidur.
        >
        > Rutinitas ini dilakukan pak suyatno lebih kurang
        > 25 tahun, dengan sabar
        > dia
        > merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke
        > empat buah hati mereka.
        > Sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si
        > bungsu yg masih
        > kuliah.
        >
        > Pada suatu hari ke empat anak Suyatno berkumpul
        > dirumah orang tua mereka
        > sambil menjenguk ibunya. Setelah anak2 menikah,
        > mereka tinggal dengan
        > keluarga masing2. Pak Suyatno sudah lama
        > memutuskan bahwa dia yang merawat
        > ibu anak2nya dan yang dia inginkan hanya satu
        > yaitu semua anaknya
        > berhasil.
        >
        > Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung
        > berkata "Pak, kami ingin
        > sekali merawat ibu karena semenjak kami kecil,
        > kami melihat bapak merawat
        > ibu dan tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari
        > bibir bapak. bahkan bapak
        > tidak ijinkan kami menjaga ibu". Dengan air mata
        > berlinang anak itu
        > melanjutkan kata2nya : "Ini sudah keempat kalinya
        > kami mengijinkan bapak
        > menikah lagi, kami rasa ibupun akan
        > mengijinkannya, kapan bapak menikmati
        > masa tua bapak. Dengan berkorban seperti ini kami
        > tidak tega melihat
        > bapak, kami janji kami akan merawat ibu
        > bergantian".
        >
        > Pak Suyatno menjawab
        > dengan jawaban yg tidak diduga anak2 mereka :
        > "Anak2ku
        > Jikalau hidup didunia ini hanya untuk nafsu
        > Mungkin bapak akan menikah
        > lagi, tapi ketahuilah bahwa dengan adanya ibu
        > kalian disampingku itu,
        > sudah
        > lebih dari cukup, dia telah melahirkan
        > kalian".... .. sejenak
        > kerongkongannya tersekat, "Kalian yg selalu
        > kurindukan hadir didunia ini
        > dengan penuh cinta, yang tidak satupun dapat
        > menggantikannya, dengan
        > apapun. Coba kalian tanya ibumu, apakah dia
        > menginginkan keadaanya seperti
        > Ini ?".. Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah
        > batin bapak bisa
        > bahagia
        > meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang". "
        > Kalian menginginkan bapak
        > yg masih diberi Allah kesehatan ini, dirawat oleh
        > orang lain ?"
        > "Bagaimana
        > dengan ibumu yg masih sakit ?"
        >
        >
        > Sejenak meledaklah tangis anak2 pak Suyatno dan
        > merekapun melihat
        > butiran2
        > kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno...dengan
        > pilu ditatapnya mata suami
        > yg sangat dicintainya itu..
        >
        > Sampailah akhirnya pak Suyatno diundang oleh salah
        > satu stasiun TV swasta
        > untuk menjadinara sumber di acara islami selepas
        > shubuh, Mereka mengajukan
        > pertanyaan kepada pak Suyatno bagaimana caranya
        > mampu bertahan selama
        > 25
        > tahun merawat istrinya yg sudah tidak bisa apa2.
        > Di saat itu pak Suyatno
        > menangis. Tamu yang hadir di studio yang
        > kebanyakan kaum perempuanpun juga
        > tidak sanggup menahan haru. Di situlah pak
        > Suyatno bercerita :" Jika
        > manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta tapi
        > dia tidak mencintai
        > karena Allah, maka semuanya akan luntur. Saya
        > memilih istri saya menjadi
        > pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat
        > diapun dengan sabar merawat
        > saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya,
        > bukan dengan lahiriah
        > saja,
        > dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2.."
        >
        > Sekarang dia sakit, berkorban untuk saya, karena
        > Allah... dan itu
        > merupakan
        > ujian bagi saya, sehatpun belum tentu saya mencari
        > penggantinya apalagi
        > dia
        > sakit. Setiap malam saya bersujud dan menangis
        > dan saya dapat bercerita
        > kepada Allah. Di atas sajadah.. saya yakin..
        > hanya kepada Allah saya
        > percaya untuk menyimpan dan mendengar
        > rahasia saya..

         

Kirim email ke