Terimakasih tanggapannya temen2..
jika saya rangkum, kendala besar kemajuan e-layanan publik khususnya menuju
single portal yang memudahkan masyarakat sebenarnya ada dipihak pemerintah
(mohon dikoreksi jika salah)
di pihak masyarakat, apalagi komunitas telematika dan e-government seperti
kita, sangat menginginkan dan mendukung integrasi-integrasi layanan publik
apalagi melalui mobile-government
Saya pribadi setuju pendapat P.Hari bahwa pengembangan sistem layanan di
Indonesia dengan jumlah rakyat 240juta dan pulau yang beribu-ribu pastilah
sangat kompleks dan sulit dibandingkan dengan penanganan sistem layanan
publik sebuah "negara kota" seperti Singapore, Nah di sini malah tantangan
kita sebenarnya! jika saja kita finally mampu membangun sistem layanan
publik di semua wilayah Indonesia, pada saat itu insyaAlloh kita jadi
'negara terkompleks' di dunia yang berhasil mengembangkan sistem IT layanan
publik (saya jadi ingat stempel negara kita sesudah kita malaksanakan pemilu
langsung 'Indonesia-Negara Demokrasi terbesar di dunia:)
Masalah Kemampuan Teknologi, kita confident (P.Agus, P.Sanjaja, P.Hari, P.
Sunardo)
namun kendala utama kita temukan:
1. Petugas atau SDM (P.Sandjaja)
2. Ego-sektoral/ 'cari proyek sendiri-sendiri' (P. Agus)
3. Inisiatif Pemerintah belum ada/'belum berani', khususnya
presiden/menteri/gubernur/walikota (P. Sulzer, P. Rudy)
4. Belum diterapkannya aturan/kebijakan 'Anggaran Berbasis Kinerja' untuk
setiap instansi pemerintah sehingga setiap departemen cenderung selalu
membuat sistem baru, tidak bekerja sama, tidak ada evaluasi dan pengembangan
sistem layanan sebelumnya (P. Hari)
Beberapa dari kendala tersebut rasa2nya sudah jadi masalah 'kronis' kita
dari dulu, tapi kok ya nggak ada yang ngobati ya? ibaratnya orang yang
terperosok ke kubangan lumpur, dari dulu kita nih tahu kalo kita terperosok
di kubangan tapi tanpa kita sadari kita hanya mengeluh dan belum berbuat
apa-apa.
Jika pertanyaannya sekarang: 'apa yang bisa kita lakukan sebagai pribadi dan
komunitas untuk mendorong solusi masalah layanan publik itu???" padahal saya
atau beberapa diantara kita bukan pejabat pemerintah dan bukan orang yang
punya power untuk menerapkan kebijakan-kebijakan perbaikan tadi.
Saya kepikiran: apa perlu komunitas IT seperti kita membuat program-program
kampanye untuk masyarakat??
karena kita membuktikan kekuatan e-komunitas dan independent-news seperti
Facebook, malinglist, Blogs telah mampu membentuk opini publik, memberikan
edukasi, dan sekaligus 'memaksa' pemerintah dan pihak berkuasa untuk
bersikap (lihat kasus Prita, Batik, Malaysia, dll). Bahkan teori Difusi
Inovasipun merekomendasikan untuk memulai setiap inovasi dengan kampanye dan
pembentukan opini/attitude masyarakat.Jadi jika kita tidak punya akses atau
kemampuan 'Mengambil Tindakan', kenapa kita tidak melakukan suatu tindakan
terprogram 'Membangun Opini dan Memaksa dengan Pendapat'?
Sebagai contoh: disamping mailinglist kita ini sebagai media diskusi, kita
juga punya program tahunan kampanye misal 'Tahun 2010: Wujudkan Layanan
Publik Terintegrasi!', 'Transparansi Publik: Rakyat Bayar Pajak, Rakyat
Berhak Tahu Informasi Publik!', 'Stop Ego-Sektoral, Rakyat Tidak Butuh!'...
Tema-tema kampanya itu dibicarakan bersama antar anggota, kemudian dibikin
Banner atau animasi-animasi yang siap untuk di-'paste' di Blog-Blog atau
Website-website personal maupun perusahaan anggota mailing list kita, dan
tentunya di footer email2 mailing list tahun tersebut.
Insya Alloh, jika kampanye kita murni untuk kemanfaatan masyarakat,
terprogram, dan intensif kita lakukan setidaknya ini tindakan nyata yang
kita bisa kita lakukan sebagai komunitas dan anak bangsa.
Bagaimana Bapak/Ibu, ada pendapat lain?
Salam,
Tony D Susanto
http://smsegov.info


2009/10/15 sunardo panjaitan <[email protected]>

>
>
> Dear All..
> Beberapa instansi pemerintah juga sudah mengembangkan Mobile Goverment.
> Walaupun belum sehebat negara tetangga tersebut.
> Sebagai contoh Layanan Pengaduan Masyarakat kota Banda Aceh atau Tapanuli
> Utara (dan instansi lain yang belum saya ketahui)
> Juga beberapa daerah juga sudah menggunakan SMS broadcasting BMKG jika
> terjadi gempa.
> Sejauh ini ..Kabupaten Tapanuli Utara sudah (mulai) menerapkan 2 layanan
> tersebut.
>
> @Pak Sandjaja Kosasih...salut dengan kepedulian Bapak.
> Kalau boleh , tolong Bapak buat topik mengenai ide Bapak tersebut. Atau
> memberikan link dan referensinya.
>
> Kalau masalah kendala sebenarnya bukan hanya petugas. Tetapi memang
> beberapa instansi tertutup (tepatnya sengaja menutup-nutupi diri). Alasannya
> bisa banyak...privasilah...rahasia negaralah....
>
> --- On *Tue, 10/13/09, Sandjaja Kosasih <[email protected]>* wrote:
>
>
> From: Sandjaja Kosasih <[email protected]>
> Subject: Re: [Telematika] MySMS (Malaysia SMS Portal-15888), SGOVT
> (Singapore SMS Portal-74688), Kapan Indonesia?
> To: [email protected]
> Cc: [email protected]
> Date: Tuesday, October 13, 2009, 1:47 PM
>
>
>
> Yang jadi kendala bukan aplikasinya tapi petugasnya.
> Saya pernah nawarin format SMS Laporan masyarakat ke suatu lembaga
> pemerintah (gratis), ditolak dengan alasan belum ada petugasnya.
>
> Pengalaman sebelumnya dengan berbagai pihak memang kendala di petugas bukan
> di alatnya.
>
> 2009/10/14 Tony Dwi Susanto <tonydwisusanto@ 
> gmail.com<http://mc/[email protected]>
> >
>
>>     Just sharring update SMS eGovernment di lingkungan tetangga-tetangga
>> Indonesia:
>> Malaysia sejak July 2008 sudah memiliki dan mengembangan Portal SMS (MySMS
>> cukup 1 nomer SMS - 1588) yang mampu mengintegrasikan *1300 layanan* dari
>> berbagai departemen Pemerintah
>> Singapore sudah sejak July 2006 dengan SGOVT -nya (74688) sudah mampu
>> melayani *150 layanan *masyarakat dari berbagai departemen pemerintah
>> (Lengkap info ini dan strategi SMS e-government Malaysia di http://news.
>> smsegov.info <http://news.smsegov.info>)
>> Bagaimana dengan Indonesia -ku?
>> dengan angka penetrasi mobile phone di Quartal ke-3 tahun 2009 yang
>> mencapai *55%* (http://www.research andmarkets. com/reportinfo.
>> asp?report_ 
>> id=1054673<http://www.researchandmarkets.com/reportinfo.asp?report_id=1054673>)
>>
>> dibanding penetrasi Internet *10.4%* (http://www.internet worldstats.
>> com/asia. htm <http://www.internetworldstats.com/asia.htm>)
>> bukankah sudah dari dulu semestinya kita menseriusi mengembangkan Mobile
>> Government?
>> Kapan ya ada Portal SMS untuk melayani berbagai macam layanan masyarakat
>> di seluruh Indonesia (nggak kaya' saat ini yg nomer & formatnya macem2 jadi
>> bingung)?
>> Monggo kalo ada tanggapan? Mudah2an 'budaya integrasi' diantara organisasi
>> pemerintah dan propinsi di negara kita dapat tumbuh kembali demi kemajuan
>> pelayanan masyarakat (amiin)
>> Tony D Susanto
>> http://smsegov. info <http://smsegov.info>
>> http://news. smsegov.info <http://news.smsegov.info>
>> Note:buat teman2 yg kemarin email saya nanya tools SMS server/gatewaysudah 
>> saya cantumkan links tools (dr yg siap pake sampai yg buat developer)
>> di kolom kanan  http://news. smsegov.info <http://news.smsegov.info>
>>
>>
>
>
>
> --
> Sandjaja Kosasih (SanKo)
> www.facebook. com/sandjaja <http://www.facebook.com/sandjaja> (please
> message)
>
> www.mediamaya. co.id <http://www.mediamaya.co.id>
> PT. Mitra Mediamaya Kalimantan
> Jl. KH. Khalid No.01 (Hotel MJ)
> Samarinda 75111
>
>
>  
>

Kirim email ke