Rekans se E-NKRI sekalian,

Mari kita dukung wacana Depkominfo NKRI untuk mewujudkan "informasi benar - 
komunikasi lancar" sebagai basis utama "informasi valid adalah syarat kebenaran 
solid" ..

Salam E-NKRI yang ANTI KEBOHONGAN dan PEMBOHONGAN PUBLIK!

HM

>>>>
Minggu, 08/11/2009 15:48 WIB

Keluarga Cak Nur Desak Kapolri Minta Maaf

Luhur Hertanto - detikNewsJakarta - Pemaparan dari Kapolri Bambang HD yang 
mengaitkan  dengan Chandra Hamzah dalam kasus dugaan suap dinilai tidak 
berdasar data akurat. Pihak keluarga dan simpatisan Cak Nur mendesaknya untuk 
segera mencabut pernyataan itu dan meminta maaf secara terbuka.Demikian tegas 
Yudi Latif, wakil dari Nurcholish Madjid Society. Desakan disampaikannya dalam 
keterangan pers di kantor Yayasan Paramadina, Pondok Indah, Jakarta, Minggu 
(8/11/2009)."Teknisnya bagaimana itu terserah Kapolri, bisa juga melalui 
keterangan pers di Mabes Polri atau mana saja," ujar dia.Spekulasi yang 
mengaitkan Cak Nur muncul ketika Kapolri Bambang HD dalam rapat di Komisi III 
DPR memaparkan hubungan hutang budi antara Candra Hamzah kepada MS Ka'ban yang 
sedang dililit kasus dugaan korupsi. Ketika itu memang inisial N yang disebut, 
tapi ketika disebut nama Nadia dan istilah Bapak Bangsa, maka jelas bahwa N ada 
Nurcholish Majid.Tetapi masalahnya, perkenalan Nadia Madjid dengan Chandra 
Hamzah hingga pernikahan keduanya sama sekali tidak atas fasilitas MS Ka'ban 
sebagaimana Kapolri sampaikan. Memang tiga orang ini saling mengenal, tapi 
sebatas pada aktifitas mereka di organisasi HMI.Selain ituMS Ka'ban tidak 
pernah dekat dengan keluarga Cak Nur. Bahkan mantan Menteri Kehutanan itu tidak 
diundang dalam resepsi pernikahan Candra Hamzah-Nadia Madjid apalagi menjadi 
wali atau saksi nikah mereka pada 1994 silam sebagaimana dinyatakan Kapolri 
Bambang HD."Soal saksi itu kan mudah diperiksa ke KUA atau pihak keluarga. Jadi 
informasi yang diterima Kapolri tidak valid, padahal harusnya itu dipastikan 
dulu karena disampaikan dalam forum resmi di DPR," papar Yudi.Meski meminta 
agar secepatnya Kapolri meminta maaf dan mencabut pernyataannya, Nurcholish 
Madjid Society tidak memberikan tenggat waktu. Mereka hanya berharap agar 
Kapolri cukup jantan mengakui dugaan keterkaitan dibangun atas dasar data yang 
salah dan meminta maaf atas kesalahan tersebut."Ini krimimalisasi terhadap 
almarhum (Cak Nur). Permintaan maaf tidak cuma kepada keluarga tapi masyarakat, 
kita tunggu segera. Kita harap Kapolri untuk gentle, batas waktunya adalah hati 
nurani," sambung Ray Rangkuti yang juga hadir dalam kesempatan siang ini.

(lh/van)

http://www.detiknews.com/read/2009/11/08/154827/1237514/10/keluarga-cak-nur-desak-kapolri-minta-maaf?991102605

Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

------------------------------------

http://www.egovindonesia.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/egov-indonesia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/egov-indonesia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke