Yth Pak Sarwono,

Operasional Organisasi Bapak butuh Sistem yang Stand Alone (Satu Site 
Mamagement)atau Distributed, Pak?

Sekilas yang Saya Baca kebutuhan Bapak, mengambil konsep-nya ITIL.

Kalau mau Pakai Open Source, rasanya harus ada Percobaan-percobaan dulu. 
Aplikasi yang Ceritified ITSM/ITIL-pun belum tentu User Friendly. 
Terutama Security dan Incident Management. Mengharapkan semua sudah 
Out-of-The-Box pun harus di-"bukti"-kan dahulu dengan "Proof-of-Concept"--bukan 
sesi Demo dari Product-nya. Kalau perlu bayar jasa "Penetration Testing 
Services".

Lalu mengenai "5. Detect and track maleware crossing the network", setahu Saya 
yang paling reliable adalah Hardware Based Detection, dan tentu memerlukan 
Perangkat terpisah.

Jarang yang One-Fits-All lho, Pak...

Tapi yang terpenting adalah, bagaimana System kerja yang "PALING AKTUAL" di 
Organisasi Bapak. Apakah menginginkan "Automated Process" atau "Operator  
Attended System".
Kalau punya Resources yang mengerti dengan System Management dan dapat 
Menterjemahkan ke Prosedur Harian, "Operator Attended System" lebih bagus. 
Sehingga tidak terlalu bergantung banyak kepada Product Support. 
Ini hal yang lazim terjadi di beberapa Product Top 5 Dunia, kadang Product 
Support mereka menjadikan kita "Kelinci Percobaan" juga.
Kalau sudah mentok..., mereka akan menawarkan Fix (atau Hot Fix), itu-pun 
tergantung dari Business Case kita atau Business Case yang mempunyai 
permasalahan yang sama.
Kalau cuma Bapak yang mengalami, Resolusi bisa berbulan-bulan. Atau sampai 
keluar Release Baru.

Soal "Service Desk" vs "Help Desk" dikaitkan dengan Incident Management. 
Organisasi Bapak harus ada Analyst yang Pengalaman dari Layer 1 s/d Layer 7 OSI 
Layer.

Pokoknya..., sepanjang yang Saya alami, Rasa-nya belum ada System yang murni 
OUT-OF-THE-BOX memuaskan pemakainya. Bahkan System Management dengan harga 
Ratusan Ribu bahkan Juta-an Dollar-pun, masih banyak yang harus "dikerjakan".


Saran Saya, kalau diterima..., coba lihat kembali Operasional Organisasi Bapak 
saat ini dan kira-kira sampai 5 tahun ke-depan, lalu lakukan ITIL Translation 
secara Gradual.
Mulai-lah dari Asset Management dulu. Lalu Fault Management. Setelah Rapi dan 
stabilized di Fault Management, mulailah secara Paralel di Security dan 
Performance Management. 
Berikutnya baru-lah mulai di Service Management. Pada fase ini, solusi paling 
murah adalh mencari ENTERPRISE EVENT CORRELATION System atau yang lagi ngetop 
itu istilah "Manager-of-Manager". Dengan demikian tidak banyak waktu dan 
investasi yang terbuang, karena masing-masing tahap sebelumnya sudah pada fase 
Mature (Stabilized).


Demikian Pak, semoga bermanfaat dan mohon koreksi-nya juga.

Salam,
Sulzer Jusman






________________________________
From: Sarwono Sutikno <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Mon, November 9, 2009 7:39:30 PM
Subject: [eGovIndonesia] Dukungan (maintainance) Open Source

  
Sejawat egov-Indonesia,

Kami di PPATK (http://www.ppatk. go.id/) akan membuat Request For
Information (RFI) untuk dukungan pemeliharaan (maintain) Open Source.

Aplikasi Open Source diperlukan untuk antara lain:
1. Inventory and asset management
2. Active and Passive device detection
3. Active vulnerability detection
4. Monitor status of servers + services
5. Detect and track maleware crossing the network
6. Service desk and Incident Management with CMDB and Problem
Management, Service Catalog with CI management.

Salah dua kandidat aplikasi adalah OSSIM (www.ossim.net) dan OTRS
www.otrs.com/ en/products/ otrsitsm/

Apakah ada diantara perusahaan (atau pribadi) anggota milis yang sudah
(atau akan dapat) memelihara kedua aplikasi tersebut (atau yang
berfungsi sama)?

Apakah pernah ada Pengadaan Jasa Pemeliharaan Open Source di Instansi
Pemerintah? Bagaimana di LKPP?

Terima kasih atas informasi dan bantuannya.

Salam,
-- 
Sarwono Sutikno, Dr.Eng., CISA, CISSP, CISM

-- 
Sarwono Sutikno, Dr.Eng., CISA, CISSP, CISM




      

Kirim email ke