Menurut pendapat saya, proyek apa saja di Indonesia ini jangan sampai "gagal kwalitas" nya. Harganya berapa saja, asal berhasil dengan mendekati sempurna, well implemented, berdaya guna spt yg seharusnya, secure, maintainable, tdk ada tipu2 dlm perawatan, bisa dikembangkan sehingga bisa dimanfaatkan hingga cukup lama, maka uang yg dikeluarkan (dgn keuntungan yang cukup tdk terlalu berkelebihan) bagi pemenang tendernya tidak mubazir. Kalau yg tetlibat dlm proses juga dapat tambahan honor, ya patut saja khan mrk hrs bertanggung jawab berhasil, mau ikut cacut tali wondo, membantu seluruh jajaran users agar ikut berakit-rakit kehulu, berenang ketepian... Tapi murah apalagi mahal, kalau kwalitas buruk, tak berjalan sesuai harapan, kurang ini, kurang itu maka itu namanya dosa bagi nusa bangsa dan keturunan... Begitu pendapat saya.
Rumusnya: Nilai kegagalan = nilai proyek / hasil guna Kalau hasil guna buruk nil ------Original Message------ From: [email protected] Sender: [email protected] To: APWKomitel To: Telematika To: egov-indonesia To: Idtugboard To: QBmember ReplyTo: QB-Milis Subject: [QBmember] Proyek e-KTP Habiskan Rp 60 Triliun! : jangan2 "cuma" Rp6 Triliun :D Sent: Dec 30, 2009 01:42 Bener gak sih nih berita? Hampir mirip nilainya dengan 10 X paket bailout Bank Century ya? Untuk bikin Palapa Ring bisa dapat berapa ring ya Rp 60 triliun? http://m.detik.com/read/2009/12/29/151559/1267858/398/proyek-e-ktp-habiskan-rp-60-triliun Proyek e-KTP Habiskan Rp 60 Triliun Trisno Heriyanto : detikInet detikcom - Jakarta, Sistem kependudukan terbaru yang akan diperkenalkan pemerintah tidak lama lagi, e-KTP, bisa dibilang bukan program kecil-kecilan. Sebab untuk mewujudkannya, pemerintah sampai harus mengucurkan dana sedikitnya Rp 60 Triliun. e-KTP merupakan metode baru yang akan diterapkan pemerintah untuk membangun sebuah sistem kependudukan baru. Sistem terbaru ini pun dianggap sudah matang dan siap diperkenalkan kepada masyarakat mulai tahun 2010 mendatang. Untuk mewujudkannya, pemerintah telah berkolaborasi dengan berbagai pengembang aplikasi pengenal sidik jari hingga pembuatan database nasional. "Proses pembuatan e-KTP tidak akan sepenuhnya menggunakan teknologi dari luar, hanya sistem pengenalan sidik jari saja yang kami impor, sisanya merupakan teknologi asli Indonesia," papar Marzan A. Iskandar, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Langkah yang diambil oleh BBPT tersebut juga merupakan salah satu wujud penggalakan teknologi dalam negeri yang selama ini masih didominasi oleh para pengembang aplikasi dari luar negeri. Meski lebih banyak menggunakan teknologi yang dibuat anak bangsa, namun proyek pembuatan e-KTP juga telah menelan dana hingga puluhan triliun rupiah. "Proyek pembuatan e-KTP telah memakan dana sekitar 60 Triliun lebih, yang semuanya dikepalai oleh Departemen Dalam Negeri," jelas Marzan saat jumpa pers di Gedung BPPT Jakarta, Selasa (29/12/2009). e-KTP rencananya bakal mulai diwujudkan pemerintah mulai tahun 2010 mendatang. Sebelum diluncurkan, proyek ini pun telah melewati serangakaian uji coba yang dilakukan di 4 kota besar di Indonesia seperti, Padang, Makassar, Denpasar dan Yogyakarta. Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone _______________________________________________ Untuk unsubscribe : kirim email kosong ke [email protected] dengan subject "unsubscribe" Sent from my BlackBerry Wireless Handheld ------------------------------------ http://www.egovindonesia.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/egov-indonesia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/egov-indonesia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
