Selamat Pagi Pak Sulzer & rekan2 Pengawal e-Gov Indonesia,

Tampaknya BPKP menjadi bagian dari tim penyelamat implementasi NIK 
nasional, dengan menjalankan perannya sebagai internal controller bagi 
Pemerintah.

Untuk itu tentunya rekan daerah juga bisa memberikan masukan terbuka di 
milis ini, dengan mengungkap apa yang baik dan apa saja faktor yang 
menghambat program pemerintah dalam sistem informasi kependudukan secara 
nasional.

Hal yang bisa saya ikut urun rembug di forum ini dan bisa menjadi 
masukan bagi pemerintah, yang saya bisa sampaikan dengan mengacu pada 
pengalaman saya sejak mulai menjadi pengurus RT di era 1970an dan ikut 
melaksanakan terapan awal komputerasisi data kependudukan dan penggunaan 
nomor penduduk yang Unique di DKI pada masa itu, hingga kemudian 
terlibat banyak dengan kebutuhan data kependudukan untuk kepentingan 
terkait kegiatan probadi saya dalam merancang sistem, sehingga dapat 
saya sampaikan beberapa hal penting untuk menjadi perhatian tim 
penyelamat tersebut antara lain:
1, Cakupan manfaat data kependudukan sebenarnya bukan hanya DepDagri dan 
Dinas Kependudukan, tapi juga Kementrian/lembaga dan banyak kedinasan 
maupun badan swasta lain, sehingga tim pelaksana nasional sistem 
kependudukan selayaknya bukan hanya dari Direktorat kependudukan atau 
dinas kependudukan, namun juga melibatkan semua unsur eselon I dalam 
Kementerian dan lembaga maupun kedinasan yang menjadi pengguna data 
kependudukan tersebut, tentunya dengan tetap menempatkan direktorat 
administrasi kependudukan sebagai lead agencynya, dengan organisasi 
tersebut seharusnya pemerintah dapat menghindari adanya solusi yang 
sangat egosektoral.
2. Cakupan manfaat dan tujuan penggunaan data kependudukan nasional dan 
data kependudukan bagi daerah perlu diteliti lebih lengkap, apa sudah 
disiapkan sesuai dengan manfaat yang diperlukan yaitu mampu di 
operasikan dari sistem apapun yang dimiliki oleh K/L dan kedinasan yang 
memerlukan untuk layanan publik, yang untuk itu tentunya secara nasional 
sudah dibuat standar minimal data base struktur , data elemen dan 
penggunaan kode nasional dan insternasional sesuai keperluan. sehingga 
dapat diterapkan persyaratan integrasi informasiyaitu single submission 
of data & information untuk dipergunakan dalam seluruh layanan publik, 
single & synchronous process of data & information, dan Single decision 
maker pada setiap tahap proses bisnis, sehingga proses antar sistim akan 
terhindar dari duplikasi proses data yang sama, penggunaan data yang 
berbeda, dan sebagian keputusan yang dibuat berdasar data yang sudah 
pasti dan sesuai ketentuan dapat diambil alih prosesnya langsung oleh 
sistem.
3. memperhatikan dan memasukkan semua kebutuhan seluruh penggunanya dala 
tahapan rencana kerja, sehingga mempermudah pemenuhan kebutuhan 
penggunaan data kependudukan antar sistem di Pusat dan daerah termasuk 
dengan sistem keamanan dan kendali migrasi penduduk secara internasional 
(kita perlu memperhatikan bahwa standar yang kita gunakan tidak 
bertentangan dengan standar internasional (seperti jumlah karakter yang 
digunakan untuk NIK) .
4, Mempelajari manfaat pengadaan program paket aplikasi secara nasional, 
yang sesuai logika seharusnya akan mempercepat proses standarisasi, 
mempercepat implementasi, meningkatkan kinerja daerah, memperingan beban 
kerja dan biaya daerah tanpa mengurangi tingkat layanan yang sudah 
pernah diberikan oleh pemerintah daerah, dan tidak menimbulkan kerugian 
tersembunyi bagi pemerintah dan bagi pihak lain yang membutuhkannya, 
sehingga penggunaannya program paket nasional tersebut hanya boleh 
dipergunakan bila memenuhi persyaratan tertentu yang menjamin 
terlaksananya effiseiensi di pusat dan daerah dan tidak menjadi beban 
tambahan bagi APBD maupun menimbulkan potensi kerugia akibat penurunan 
tingkat layanan maupun kerugian tersembunyi yang tidak diperhitungkan .
5. Aplikasi paket nasional harus merupakan general purpose application 
yang untuk itu best practice disyaratkan harus dapat di implementasikan 
sendiri oleh User atau memanfaatkan jasa implementor di daerah sehingga 
tidak membutuhkan support langsung dari software house pembuat kecuali 
untuk kesalahan yang harus diperbaiki secara nasional. Untuk itu 
aplikasi memerlukan sistem yang modular, berbasis set-up parameter untuk 
disesuaikan dengan kondisi daerah, memiliki fasilitas untuk bisa 
dioperasikan dengan O/S apapun atau software database apapun yang sudah 
dimiliki daerah, menyediakan fasilitas antar muka agar aplikasi dan data 
yang dibuat bisa berinteraksi dengan sistem lain, kebebasan dalam 
penyusunan laporan dan semua persyaratan proffesional yang lazm 
diterapkan dalam aplikasi COTS (commercial of the self) .
6. Pelaksanaan implementasi baru dilaksanakan bila hasil analisa biaya 
dan manfaat membuktikan adanya manfaat dan tidak adanya potensi kerugian 
negara, dengan tidak lupa memperhitungkan semua nilai intangible asset 
yang belum atau sudah dikapitalisasi sebagai nilai asset pemerintah baik 
di pusta maupun daerah. sehingga tidak ada kebijakan yang dibuat tanpa 
bisa dipertanggung jawabkan, atau bisa dibuktikan secara hukum sebagai 
upaya merugikan negara atau pembuktian adanya kesengajaan dalam pebuatan 
kebijakan yang memberikan keuntungan pada pihak tertentu. Hal ini perlu 
menjadi perhatian dan diamankan, mengingat kebijakan pemerintah yang 
diangap salah (dan belum tentu salah ) saat ini secara politik menjadi 
sangat muda untuk bisa dipidanakan.
7. Hal yang pantang untuk dilupakan dalam menyusun cakupan sistem 
informasi kependudukan dan penggunaan fasilitas bagi penduduk, adalah 
kenyataan perbedaan kebutuhan penduduk sesuai dengan kondisi yang dapat 
dikelompokan untuk menjadi perhatian dalam merancang fasilitas layanan 
kependudukan adalah
- adanya Penduduk yang sejak lahir hingga meninggal tidak pernah 
meninggalkan daerahnya karena terpencil atau keterbatasan lainnya, 
mereka ini tidak memerlukan fasilitas canggih yang tidak sesuai dengan 
kebutuhannya,
- adanya kelompok penduduk yang membutuhkan fasilitas data kependudukan 
yang sifatnya statis namun memerlukan fasilitas lengkap secara lokal, 
seperti layanan catatan sipil, layanan ijin usaha, layanan surat 
keterangan berkelakuan baik dll,
- adanya penduduk yang memerlukan fasilitas nasional karena 
mobilitasnya, yaitu penduduk yang hampir setiap saat bermigrasi dan 
tidak punya domisili tetap (mereka mungkin butuh kartu domisili, karena 
tidak layak bila tiap 6 bulan KTPnya harus diganti),
- adanya kelompok Penduduk yang memerlukan fasilitas Internasional 
(mereka yang harus punya passport dan perlu di monitor keberadaannya 
secara international),
- dan penduduk warga negara asing yang memerlukan kendali kependudukan 
terkait dengan kewajiban ijin kerja, ijin usaha, perpajakan, keamananan 
dll.

Inti masalah yang perlu dipelajari oleh team sukses data kependudukan 
saat ini adalah:
- upaya membuka semua masalah hukum, kebijakan, aturan dll. yang 
potensial merugikan dan menghambat pelaksanaan terapan dan manfaat data 
kependudukan baik bagi pusat maupun daerah, untuk dilakukan koreksi agar 
masalah sama tidak terulang kembali atau menjadi penghambat upaya 
pemerintah, dan
- meneruskan semua fakta keberhasilan penataan, penerapan dan 
pemanfaatan implementasi sistem informasi kependudukan di pusat dan 
daerah. yang terbuktikan berhasil baik dan bermanfaat untuk dilanjutkan 
dan diterapkan di daerah lain atau secara nasional sesuai kondisi yang 
ada di pusat dan di masing2 daerah.

Demikian masukan dari saya semoga bermanfaat bagi rekan2 yang terlibat 
dalam pembenahan tersebut.

Wass.
Hari S.noegroho



On 3/11/2010 10:50 PM, Sulzer wrote:
>
> Yth Bapak2/Ibu2 sekalian,
> Mudah-mudah-an Soal Skripsi-nya sudah selesai, ya.... :)
> Begini...
> Sudah lama juga Saya tidak mendengar gonjang-ganjing mengenai SIAK...
> Ehh... Sudah jauh-pun, saya masih dibisiki oleh Angin Selat Malaka...
> Kabarnya BPKP sudah masuk ke DEPDAGRI mengenai SIAK.... Ada apa, ya...?
> SIAK-nya mau diaudit semua, ya?
> "Onde mande..., iyo santiang Apak Menteri Gamawan, ko..." Lanjut Pak...
> (Red: "santiang" = pintar / hebat... )
> Pengen dengar juga komentar dari pengembang-pengembang SIAK.
> Wah alangkah senangnya kalau ada yang bisa berbagi dari berbagai sisi 
> mengenai ini...
> Terima kasih sebelumnya,
> Duhh... Angin Selat Malaka terlalu sering bertiup akhir-akhir ini....
> Salam,
> Sulzer Jusman
>
>
> 
>
>
>
> No virus found in this incoming message.
> Checked by AVG - www.avg.com
> Version: 9.0.733 / Virus Database: 271.1.1/2736 - Release Date: 03/11/10 
> 14:33:00
>
>    


------------------------------------

http://www.egovindonesia.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/egov-indonesia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/egov-indonesia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke