dari mail-list sebelah
> Saya sedang menyelesaikan makalah untuk digital library bagi anak > berbakat. Frasa terakhir ini saya agak kurang sreg. > > Namun ada hal lain yang berkaitan dengan makalh itu yang tentu saya > tidak emnulisnya yaitu sejak flip-flop dioda ditemukan hingga terkait > dengan bilangan biner dan setelah Steve Jobs dan Steve Wozniac perang > dengan Bill Gates, keduanya dibesarkan dari lingkungan kehidupan dan > sistem yang liberalis dan menghasilkan operating system computer, > kemudian muncul Linus Torvalds dari Helsinki Finland yang dibesarkan > dari lingkungan berbeda sama sekali dengan kedua kapitalis IT > tersebut, termasuk perguruan tingginya. Pak Wur mungkin perlu ke > Findland untuk melihat sendiri bagaimana sistem pendidikan disana > instead off tertarik ke Vietnam. > > Yang menarik, Linus yang kemudian terkenal dengan Linux operating > system yang bersifat FOSS atau Free Open Source Software, ternyata > menjadi pemicu bagi perkembangan FOSS. Seakan masyarakat dunia IT > terbelah menjadi dua yaitu pengikut FOSS yang direpresentasikan oleh > Linus Torvald dan pengikut Proprietary yang direpresentasikan oleh > Bill Gate dengan Microsoft-nya. > > Yang lebih menarik lagi adalah bahwa kecerdasan kolektif dunia seakan > dipersatukan oleh semangat yang sama atas dasar kepentingan bersama > yang sifatnya GOTONG ROYONG. Bayangkan, donasi suka rela melalui pay > pal diterima demi kelangsungan pengembangan. Bukan dengan membeli atau > mengikat dengan peraturan. Dulu para pencipta lagu di Indonesia > mungkin tidak berpikir tentang royalti, Bahkan kini Google Earth pun > sudah bisa diakses oleh Linux. > > Kini hampir semua program yang sifatnya proprietary bisa dijumpai di > FOSS berkat kecerdasan kolektif global yang berazas GOTONG ROYONG. > Mudah-mudahan ini sebagian menjawab kegalauan Pak Tris. > > Pada awalnya, Linux memang menarik bagi mereka yang hobbyist sehingga > pengguna biasa lebih memilih yang gampang, Namun kini dengan > keluarnya UBUNTU yang bisa dijalankan tanpa harus di-install dan > mengubah operationg system MS windows yang sudah ada, seperti CD yang > saya berikan ke Pak Gun agar dicobai, maka sebenarnya terbuka luas > bagi pengguna biasa untuk menobai tanpa harus khawatir bahwa sistem > yang lama rusak.. > > Dengan menggunakan UBUNTU versi 9.10, dan Kermick penciptanya sudah > menantang Windows 7 untuk diuji siapa yang lebih unggul, semua > kebutuhan dasar seperti Office, Media Player, YM, Photo Editor, > Browser Firefox, internet tools, dan email client sudah in package > tanpa harus instal tambahan seperti produk Microsoft. > > Bila Bp dan Ibu membeli di Studio One, jangan khawatir karena itu > bukan barang bajakan, karena Bp dan Ibupun bisa download langsung > gratis. Hanya memudahkan saja. > > Yang terakhir, keunggulan Linux adalah dia bisa di instal didalam > windows namun tdak bisa sebaliknya. Juga, Linux bisa di install sambil > dioperasikan, hal yang tidak mungkin dilakukan oleh Windows. Tenaga > dalam dari sebuah karya bisa dilihat dari kemampuannya. Linux jelas > bukan hanya masalah teknologi tetapi juga masalah kebeprihakan pada > sistem nilai mengenai kesejahteraan umat manusia yang sudah bertengkar > sejak abad pertengahan hingga kini. Hendak kemana Indonesia? > > Sudah empat menteri menandatangani eksepakatan IGOS atau Indonesia > Goes Open Sourse, namun tampaknya masih setengah hatri dan belum ada > seia sekata dalam pemerintahan ketika Menristek mendeklarasikan IGOS. > Gub DIY jelas bersikap IGOS, dan demikian pula saya emlihat UGM. > Namun, satunya kata dan perbuatan memang membutuhkan upaya kuat tiada > henti dengan memberi contoh. > > Apakah akan kita biarkan peserta didik kita mengunakan barang bajakan > sambil membangun kesadaran mereka bahwa menggunakan barang bajakan > adalah hal yang biasa? apakah karena ini maka oupt penbdidikan kirta > menjadi pragmatis da korupsi menjadi biasa? > > Inilah pertanyaan untuk kolega KRPDIY yang sedang menyelesaikan buku > keduanya. > Sikap ilmiah jelas HARUS JUJUR, dan jujur itu dimulai dari niat dan > pikiran. > Gotong Royong juga harus jujur area yang nggotong dan yang ngroyong > seimbang > dan dilakukan atas dasar rasa dan tepo seliro. >
