Presiden baru saja meresmikan Ruang Situasi yang full IT,

Mestinya, dari sana segera bisa dilihat secara pisik lokasi sekolah dan
keadaan sekolah di seluruh penjuru negeri secara real time melalui
Google Earth. Demikian pula data Dapodik bisa tertayang sehngga gambaran
menyeluruh mengenai sebaran siswa, DAK, dan guru serta fasilitas bisa
tertayaang dan pertanyaan what, why bisa terjawab..

Ini tentu akan menjadi informasi pembanding yang baik dari para ABS.

Ketika peta situasi semakin jelas dan diketahui bersama maka keputusan
yang tepat sasaran bisa didiskusikan dan dibahas bersama. 

Saya membayangkan ruang situasi itu adalah sebuah fasilitas untuk DSS
atau Unstructured Decision Support System bagi pmerintah. Tinggal
bagaimana memanfaatkan fasilitas tersebut adalah masalahnya. Yang
kemarin tertayang di media sebagai misal peta dua dimensi Indonesia,
padahal sudah ada Google Earth yang bisa melihat sampai detil seluruh
penjuru tanah air  yang mungkin selama ini tidak prnah dilihat dan
dikunjungi. 

Sehingga kalau ada teriakan dari Papua maka tinggal dilihat data dan
kemudian cocokkan dengan keadaan lapangan secara real time sehingga
pembahsan akan menggunakan infromsi yang akurat dan tidak ABS. Masak
sejak jaman PRRI/Permesta hingga sekarang perhtian kepada daerah tidak
berubah.

ABS itu seta dengan koruptor dan teroris. Dia adalah lipas yang egais
sisa-sisa makanan dan suka hidup didaerah gelap.



On Mon, 2010-07-12 at 18:57 +0700, Hekro05 wrote:
> 
> 
> Mohon kepada Bpk2 pengmbik kebijkn agr bri solusi anak bangsa ini bis
> sekolah smua dri pd uang negara hny digrogoti tikus nakal lbih tk
> biayai anak bangsa yg ptus sekolah ini, mksh ts sgl /htianny, amin 
> 
> Tolonglah pak guru..!
> Saya ingin sekolah pak guru !
> Saya ingin pintar pak guru !
> 
> 
> ( cerita teman saya tentang rintih anak2 dipapua, kalau sudah begitu
> biasanya teman saya itu jadi gak tega. Soal pembayaran SPP biasanya )
> 
> 
> 
> 
> --- In [email protected], PakPur wrote:
> >
> > Saya juga menunggu jawaban dari pertanyaan Bang Frans ini.
> > Saya sedang berusaha keras berasumsi bahwa sebagian besar anak2
> "mantan" SMP
> > ini (orang tuanya) mampu, jadi mereka tak ada masalah melanjutkan
> sekolah.
> > 
> > Salam
> > PakPur
> > 
> > Pada 10 Juli 2010 07:45, Frans Thamura menulis:
> > 
> > >
> > >
> > > Anak yg tidak mampu ini berapa banyak ya?
> > >
> > > Boleh tahu khusus yg putus smp
> > >
> > > (m)
> > > ------------------------------
> > > *From: * "ahmad faishal" 
> > > *Sender: * [email protected]
> > > *Date: *Sat, 10 Jul 2010 07:35:09 +0900
> > > *To: *
> > > *ReplyTo: * [email protected]
> > > *Subject: *RE: [Maju,Cerdas&Kompetitif] tolong lah mereka yg tidak
> mampu
> > > sekolah .......
> > >
> > >
> > >
> > > Sekolah kami telah menerapkan bagi siswa tidak mampu dengan
> memberikan
> > > beasiswa kerja. Beasiswa ini diberikan kepada siswa yang mau
> membantu
> > > membersihkan sekolah setelah jam pulang atau pada saat kegiatan
> PLH.
> > > Tentunya bukan ruang kelas tanggung jawab mereka, karena ruang
> kelas atau
> > > ruang praktek merupakan tanggung jawab kelas yang belajar
> menggunakan ruang
> > > itu. Tugas siswa beasiswa kerja adalah membersihkan ruang guru,
> kamar kecil
> > > dan halaman sekolah. Dari cara seperti itu sekolah kami sudah
> beberapa kali
> > > berturut-turut menyandang sekolah yang paling bersih dan terawat
> tamannya.
> > >
> > > Salam ICT Merauke
> > >
> > > Ahmad Faishal..
> > >
> > > 
> > >
> >
> 
> 
> 
> 
> 



Kirim email ke