Pak Chandra dan rekan-rekan ysh,
Berikut penjelasan dari Pak Suyuti Syamsul, Direktur RSUD Sultan Imanuddin mengenai keajaiban IT :) Mudah-mudahan beliau bisa bergabung juga ke milist ini. Salam, Haminullah ----- Forwarded Message ---- From: Suyuti Syamsul <[email protected]> To: [email protected] Sent: Fri, August 20, 2010 5:29:14 PM Subject: Re: [SIDRAP] Fw: [eGovIndonesia] 1,8M jadi 14M ??? [was: Lelang Sistem Informasi Pelayanan Rumah Sakit Terintegrasi] Terima kasih,,, Faktor-faktor yang kira-kira (saya menggunakan kata kira-kira karena belum ada penelitian yang dilaksanakan untuk melihat hubungan sebab akibat) berpengaruh pada kenaikan pendapatan RSUD Sultan Imanuddin antara lain: 1. Penurunan tingkat kebocoran pendapatan baik karena semakin tertibnya pencatatan karena dilaksanakan secara elektronik dan terputusnya praktek-praktek tidak terpuji oleh karyawan. Sudah menjadi rahasia umum dikalangan praktisi rumah sakit praktek-praktek tidak terpuji karyawan seperti pasien tidak didaftar di sistem sehingga pembayaran pasien dikantongi sendiri tanpa pernah ketahuan. praktek lain adalah pecatatan biaya yang dimainkan dengan mealporkan pendapatan lebih rendah kepada divisi keuangan. Anda bisa bayangkan kalau setiap hari petugas pendaftaran dan kasir masing memainkan satu pasien bisa dihitung besarnya pendapatan yang hilang. 2. Pencatatan elektronik sedemikian rincinya sehingga pasien dapat mengetahui secara pasti apa saja yang telah diterimanya sehinggah meningkatkan kepercayaan pasien terhadap layanan rumah sakit, efeknya pasien menjadikan RSUD sebagai pilihan pertama. 3. Karyawan pelaksana (dokter/perawat dan karyawan lainnya yang memberikan pelayanan langsung) setiap saat dapat melihat real time hasil keringatnya terkait dengan jasa pelayanan yang diterimanya. Mereka dapat melihat setiap saat apa saja yang telah diberikan dan mereka dapat berapa. Situasi ini mendorong mereka untuk sangat produktif dan memberikan layanan maksimal karena yakin bahwa jasa yang mereka terima sesuai dengan tingkat produktivitasnya. Terjadi kemudian kompetisi internal antar ruangan perawatan suapaya pasien tidak pindah ruang perawatan karena akan berpengaruh pada renumerasi mereka. 4. Saya sulit menjelaskannya secara detail mengingat belum pernah dilakukan penelitian terkait dengan kenaikan pendapatan ini, tetapi ini fakta yang saya alami sendiri. Bahkan pemerintah daerah kami pun sebetulnya menyangsikan ketika kami memesang target pendapatan sebesar itu. OK, Pak Haminullah, saya bersedia bergabung di millist,, ________________________________ From: haminullah <[email protected]> To: [email protected] Sent: Fri, August 20, 2010 2:26:12 PM Subject: [SIDRAP] Fw: [eGovIndonesia] 1,8M jadi 14M ??? [was: Lelang Sistem Informasi Pelayanan Rumah Sakit Terintegrasi] Pak Suyuti Syamsul dan rekan-rekan ysh, Hasil diskusi kita di milist ini beberapa waktu yang lalu coba saya angkat ke milist eGovIndonesia. Dan kebetulan ada beberapa pertanyaan mengenai peningkatan pendapatan RSUD Sultan Imanudin Pangkalan Bun dari 1,8M menjadi 14M setelah implementasi IT. Mungkin bisa dibantu untuk menjawab? atau kalau berminat bisa gabung juga ke [email protected]. Terima kasih. Salam, Haminullah ----- Forwarded Message ---- From: Chandra Yulistia <[email protected]> To: [email protected] Sent: Fri, August 20, 2010 11:06:08 AM Subject: [eGovIndonesia] 1,8M jadi 14M ??? [was: Lelang Sistem Informasi Pelayanan Rumah Sakit Terintegrasi] Pak Haminullah dan rekan-rekan Yth Sungguh suatu angka yang sangat menakjubkan Pak ! Pendapatan naik dari 1,8 miliar menjadi 14 miliar ... 700% loh Pak ... Sejauh yang saya tahu, ada survey di tahun 2004 yg menunjukkan bhw solusi TI dpt meningkatkan pendapatan sekitar dan/atau menurunkan biaya rata-rata sekitar 10% saja ... Mungkin Bapak bisa elaborasi lebih mendalam spt apa hubungannya TI dgn peningkatan pendapatan 700% tersebut Pak ... saya sangat "tertarik" Pak. Salam, Chandra Yulistia, CISA ------------------------- M (62) 812 945 2128 E [email protected] ------------------------- On 19/08/2010 5:46, haminullah wrote: > > > Pak Amik Ysh, > > Menurut saya, menghitung kelayakan bisnis dan investasi IT tidak bisa cuma >pakai > pendekatan seperti ini. > 1. Investasi IT bukan cuma hardware yang memiliki jangka waktu operasional > tertentu, misalnya 5 tahun seperti contoh yang Bapak berikan. Tetapi ada juga > software yang memiliki waktu operasional yang bisa jauh lebih panjang. > 2. Investasi IT seharusnya memiliki berbagai dampak positif terhadap bisnis, > misalnya: > - Menekan biaya operasional > - Menekan kebocoran-kebocoran > - Memberikan nilai tambah terhadap produk/layanan > - Menciptakan layanan baru, dsb > > Seorang kawan dari RSUD Sultan Imanudin Pangkalan Bun Kalimantan Tengah pernah > memberikan testimoni bagaimana implementasi IT di rumah sakit tersebut mampu > meningkatkan pendapatan operasional mereka dari 1.8M menjadi 14M. > > Berikut kutipan emailnya yang diambil dari milist Kab. > SIDRAP http://de.tk/mKRzy > ----Awal Kutipan---- > Dear All > > Sebetulnya saya punya pengalaman pribadi meberapkam pendekatam digital dalam > pekerjaan, setidaknya digitally hospital atau rumah sakit dengan sistem > informasi manajemen berbasis komputer. Keuntungannya saya tidak perlu > kemana-mana untuk tahu berapa jumlah pasien, berapa logistik yang tersedia dan > lain-lain, cukup saya membuka laptop saya di sambungan internet rumah sakit dan > semua data yang dibutuhkan segera muncul di layar laptop. Pada tahun 2006 >ketika > sistem ini belum diterapkan pendapatan operasioanal RSUD hanya 1,8 M dan pada > tahun 2009 pendapatan operasional RSUD menjadi 14 M tanpa kenaikan tanpa > kenaikan tarif sama sekali. Karyawan RSUD termasuk dokter spesialis juga dapat > bekerja dengan tenang tanpa gejolak sama sekali sebab mereka dapat memantau > pendapatannya kapan saja termasuk yang digratiskan oleh direksi karena pasien > tidak memiliki uang. Karena karyawan paham betul bahwa uangnya tidak dimakan > oleh direksi mereka berlomba memberi layanan terbaik agar pasien yang memilih > RSUD sebagai pilihan untuk mengatasi masalah kesehatan semakin banyak. Tidak > heran kemudian kalau RSUD kami sering sekali mendapat penghargaan nasional dan > internasional karena kolaborasi yang baik antara direksi dan manajemen. > > Awalnya, diduga lonjakan pendapatan karena bertambahnya pasien namun hasil > analisa data menunjukkan bahwa pasien hanya naik dua kali lipat sedang > pendapatan naik hampir tujuh kali lipat pada kurun waktu yang sama. Sistem ini > rupanya sangat andal untuk menekan bocornya pendapatan sekaligus memberi ruang > pada partisipasi masyarakat (pasien dan keluarganya) untuk pengawasan karena > print out kuitansi sedemikian detailnya hingga masyarakat dapat melakukan > komplain ke direksi langsung jika membayar sesuatu yang tidak didapatkanya atau > tidak sesuai harga yang tertera di peraturan tentang tarif. > > Demikian sekelumit pengalam personal kami menyelenggarakan rumah sakit berbasis > teknologi,,
