Berleha-leha? Tentu tidak bisa lagilah pak Kasman. Jenis bisnis kan ada beberapa arah yang saya tahu. Goverment to Goverment (G to G), Bisnis to Bisnis (B to B), B to G, G to B, dan B to C.
Hubungan bisnis yang biasanya disentuh secara politis adalah yang bisa dipengaruhi oleh pemerintah (G), termasuk diantaranya dengan memanfaatkan APEC. Forum APEC, dll sesuai penjelasan Anda akan membuat posisi kita Rugi dalam negosiasi G to G, karena beberapa alasan yang sudah Anda jelaskan. Kalo G to G sudah bisa dimenangkan, maka akan mudah untuk memenangkan jalur bisnis G to B, atau B to G. Tapi, saya masih menyimpan satu optimisme kecil (dan mudah-mudahan tetap terjaga ada) pada jenis bisnis B to C, yaitu bisnis to consumen. Nilai kapital jenis industri pada B to C juga cukup besar. Dan jenis bisnis ini sangat mengandalkan konsumen untuk membeli produk. Jenis konsumennya adalah perseorangan dan bukan organisasi bisnis maupun pemerintahan. Biasanya proses decision buying konsumen dipengaruhi dengan strategi marketing. Jenis bisnis B to C ini juga relatif aman dari sentuhan politis (agak yakin). Dalam 10-15 tahun terakhir muncul jenis industri B to C yang menghasilkan kapitalisasi dan jaringan internasional yang oke, diantaranya Microsoft, Starbucks, Perfilman India, Produk Cina, dll. Paduan Kemampuan Strategi Kapital-Marketing-Sistem-SDM sangat menentukan kecepatan Tumbuh (dari kecil menjadi besar) dan Berkembang (dari satu menjadi 10, 20, dst). Banyak bisnis asli Indonesia dengan kategori B to C yang menurut saya sangat bisa dikembangkan menjadi besar. Saya memang masih memiliki optimisme pada sektor B to C ini. Sedangkan untuk urusan G to G, B to G, G to B, saya sungguh tidak ada ide. Salam, Karyani On Tue, 23 Nov 2004 01:39:44 +0700 "w.kasman" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > KOMITMEN ANTI-KORUPSI-NYA APEC > > Salah satu komitmen yang disepakati oleh APEC SUMMIT >kemarin, adalah tentang > pemberantasan korupsi. Berbeda dengan kesepakatan di >level PBB tentang > anti-korupsi, kesepakatan APEC ini sudah masuk ke aspek >teknis yang bisa > menjadi modal bagi semua pihak dalam proses negosiasi >liberalisasi > (bilateral atau multilateral) di dalam kerangka WTO atau >APEC. > Pertanyaannya, apakah Indonesia akan diuntungkan oleh >komitmen anti korupsi > APEC ini? Jawaban sementara saya, adalah TIDAK. Jawaban >ini bukan karena > antiglobalisasi atau karena anti kapitalisme atau karena >tidak-anti-korupsi. > Tetapi karena apapun proses perjanjian multilateral yang >dicapai, Indonesia > belum tentu bisa meraih manfaat. Itu karena aspek >institusional yang ada di > dalam negeri tidak pernah disentuh secara memadai. >Pemerintah Indonesia > masih terlalu kopig untuk membenahi aspek-aspek >institusionalnya, sehingga > tidak siap menghadapi proses keterbukaan. Sehingga kalau >diperlukan > take-and-give dalam negosiasi liberalisasi (melalui >proses offer and > request), Indonesia selalu dalam posisi terpojok dan >tidak berdaya. Beberapa > hal yang saya lihat akan sangat rawan, antara lain : > > 1. Government Procurement : Jenis kegiatan pengadaan >pemerintah merupakan > top-priority yang diprogramkan oleh APEC untuk >dibersihkan dari korupsi. > Government procurement (GP) di Indonesia sudah lama >ditekan agar > diliberalisasi. Sudah beberapa tahun ini, negosiasi di >WTO tentang masalah > ini dilakukan - dan berbagai pihak sudah memberi bukti >bahwa liberalisasi GP > justru bisa menekan/mengurangi korupsi. Konon, memang >sudah direncanakan di > tahun 2005 liberalisasi GP ini akan dimulai. Tahun 2003 >lalu, World Bank > sudah menggebrak Indonesia agar merubah sistem Pengadaan >Barang/Jasa > Pemerintah. Kalau tidak mau mengubah, maka World Bank >mengancam akan > membekukan pinjaman-pinjaman High-Case-nya ke Indonesia. >Kwik Kian Gie > berteriak, tapi ternyata menyerah. Keppres tentang >pengadaan barang/jasa > diubah. Klasifikasi perusahaan hanya dibagi menjadi >besar dan kecil. Yang > dimaksud perusahaan kecil adalah perusahaan yang >memiliki kekayaan bersih di > bawah Rp200 juta. Nah, untuk kualifikasi pasokan besar >inilah yang konon mau > diliberalisasikan. Dengan komitmen APEC ini, maka dunia >memiliki keabsahan > untuk menggedor pasar GP Indonesia agar diliberalisasi. >Apalagi dengan > gencarnya upaya "meminta-minta investasi termasuk di >bidang infrastruktur" > dan jualan "anti-teroris"-nya Presiden di Sidang APEC, >maka makin banyak > celah untuk menekan Indonesia untuk segera >meliberalisasi sektor GP itu. > Sekali tekanan tidak dapat dibendung, maka jebol-lah >berbagai pertahanan > yang ada. FDI di bidang kontruksi, konsultansi, >distribusi, jasa-jasa > lainnya bisa membanjir. Efisiensi "pembinaan dunia >usaha" melalui celah GP > selama ini memang morat-marit dan tidak memberikan >manfaat yang memadai, dan > keadaan akan menjadi lebih carut marut. Bagaimana >skenario yang akan > terjadi? Tidak jelas dan makin buram saja. Yang untung >paling hanya > sekelompok kecil saja - terutama yang sudah berada di >tampuk kekuasaan. > > 2. Tekanan liberalisasi dengan argumentasi >"anti-korupsi" bisa melebar ke > sektor-sektor jasa lainnya (ini prioritas kedua-nya APEC >dalam kaitan > korupsi), terutama yang sudah diagendakan untuk dituntut >liberalisasinya - > seperti jasa migas dan jasa pengiriman. Jika ini >terjadi, maka habislah > kekuatan nasional di jasa migas dilanda oleh kekuatan >asing yang jauh lebih > ampuh. Untuk jasa pengiriman, akan mempunyai akibat yang >sangat besar - > karena mereka akan membawa armada angkutan untuk >melayani jasanya. > Akibatnya, prinsip cabotage dalam hal angkutan laut dan >udara akan jebol > dengan sendirinya. Sebagian orang telah berteriak untuk >mempertahankan > prinsip cabotage ini, tapi rasanya tekanan akan menjadi >luar biasa dan sulit > untuk dibendung. Scenario untuk menghadapinya, juga >makin kabur. Sikap > Pemerintah kita yang seperti peminta-minta (dengan >jualan anti-teroris dan > pengemisan investasi infrastruktur), adalah sikap >membungkuk-bungkuk yang > bisa berakibat fatal dalam proses negosiasi nanti. > > 3. Tekanan liberalisasi yang dilandasi "cita-cita" mulia >yang disahkan APEC > (membantu pemberantasan korupsi) plus pengemisan >investasi infrastruktur, > akan melebar di sektor jasa personil. Benteng pertahanan >yang bisa membatasi > arus manusia (personal movement) belum cukup tersedia. >Akibatnya, banjir > tenaga ekspatriat juga akan membengkak. Mungkin >liberalisasi di bidang > pendidikan akan lebih mudah dipaksakan. Skenario untuk >masalah ini makin > buram saja. Tapi Menaker sudah gembira bisa ekspor >dokter beberapa biji > dengan gaji Rp10 juta sebulan. > > Lalu, apakah sudah ada antisipasi untuk menghadapi >masalah ini? Rasa-rasanya > kalau melihat pidato bulanan Presiden SBY kemarin, kok >masih belum jelas. > Kalau lihat mimpi-mimpinya abuical, yach makin jauh saja >Indonesia ini dari > harapan. Jika memperhatikan gerak-gerik Mariepangestu, >kok nggak keliatan > juga kemana juntrungnya. Kondisi belum jelas, tapi >tekanan internasional > yang merubah skenario bisa terjadi sewaktu-waktu dan >belum tentu bisa > diantisipasi oleh Kabinet SBY. > > Apakah ada netter yang bisa memberikan pencerahan? >Apakah kita masih bisa > berleha-leha???? > > Salam/W.K. > > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor > > Kampanye open-source Indonesia - >http://www.DariWindowsKeLinux.com > Solusi canggih, bebas ikatan, dan bebas biaya > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > ============================================= Netkuis Instan untuk wilayah Bandung (kode area 022) - SD,SMP,SMA Berhadiah total puluhan juta rupiah... periode I dimulai 1 April 2004 ============================================= ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/GEEolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Kampanye open-source Indonesia - http://www.DariWindowsKeLinux.com Solusi canggih, bebas ikatan, dan bebas biaya Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
