Apakah memang pola pikir 'klenik' masih cukup banyak (mayoritas?) dalam masyarakat kita? Atau ini hanya di pulau Jawa saja? Rupanya pulau Jawa sedang 'bergejolak'..
Wallahu a'lam.. CMIIW.. Wassalam, Irwan.K ---------- Forwarded message ---------- From: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> Date: Jun 18, 2006 4:53 AM Subject: [the_untold_stories] Pertanda-pertanda Bunker yang di yakini aman dan kuat, merupakan pelajaran yang sangat mahal karena mengikuti ilmu tanpa dasar, akhirnya menanggung resiko sendiri. Keyakinan yang belum dibuktikan namun di-ikuti akhirnya membawa korban. Bungker sebagai makna kokoh, kuat dan selalu dibangga-banggakan di TV, akhirnya hancur dan memakan korban. Pelajaran begitu penting dan selalu dihadirkan namun media selalu menangkap makna kesaktian seseorang Jawapos sabtu, 17 Juni 2006,Tak Mengungsi, Juru Kunci Kaliadem Selamat "Ketika seluruh warga Kaliadem panik dan mengungsi karena meningkatnya aktivitas Merapi, Ponimin memilih tetap tinggal di rumahnya. Dia adalah salah satu anak buah Mbah Marijan, juru kunci Merapi. .......... "Sebelumnya, saya meminta petunjuk kepada Tuhan apakah harus mengungsi. Kemudian, ada bisikan gaib yang intinya bertanya kalau kamu mengungsi, siapa yang bertanggung jawab atas desa dan warga?," cerita pria 38 tahun itu. Dia lantas menceritakan, sebelum kejadian amuk awan panas tersebut, rumahnya kedatangan tamu seorang perempuan yang ingin menumpang memasak di timur rumah. "Aneh, padahal pawon (dapur) saya ada di sebelah barat. Tapi, kenapa dia ingin masak di timur," katanya. "Perempuan itu seakan ingin memberi isyarat kepada saya bahwa semburan lava dan wedhus gembel tersebut hanya akan melewati sebelah timur, yakni Kali Gendol," jelas pria yang juga menjadi salah satu abdi dalem Keraton Jogja itu. " ============================================================ Ya Allah mengapa media selalu memberitakan itu, mengapa tidak ajaran Islam dan ketakwaan yang ditonjolkan. Ya Allah tuhan kami, engkau beri waktu mereka... seharusnya mereka bertobat, ternyata mereka malah membabi buta dalam menangkap pelajaranMu. Ya Allah jika engkau kehendaki, berilah pelajaran kepada simbol-simbol kesaktian mereka, sehingga pelajaran dari engkau lebih mudah diterima, daripada selalu berbicara kesaktian yang tidak universal, Ya Allah kabulkanlah doa kami, Engkaulah sebaik-baik pelajaran Inilah pelajaran Allah, namun semua tidak terceritakan - terkecohnya BPPTK tgl 13-14-juni-2006 saat memberi status awas-siaga-awas lagi, sekaligus juga terkecohnya tokoh juru kunci yg menyatakan merapi aman ternyata sudah membawa korban jiwa 2 orang. PEsan yang tertangkap adalah "jangan main-main dengan merapi" - Pengungsi setelah kembali di suruh keluar lagi tidak sampai satu hari, pesan yg tertangkap adalah "jangan dekat-dekat" dengan merapi - di banyak media menggambarkan alat berat evakuasi bunker yg berdampingan dengan evakuasi lumpur di sidoarjo. Pertanda lumpur itulah yang harus dicermati sebagai semburan tanpa henti --------- Berikut ini tambahan info soal lumpur di Sidoarjo dari milis lain. ".. Dari RedTOLERANSI (sementara): No Comment. koentyo soekadar <[EMAIL PROTECTED]> schrieb: kalau ini terjadi di Jepang, mestinya dia sudah harus harakiri (bunuh diri dengan cara membelah perut sendiri dengan samurai), tetapi apa yang dilakukan oleh MENKO KESRA? harakanan, alias memasukkan kepalanya kedalam lumpur (bahasa Sidoarjonya : mingslep) seperti burung kasuari yang memasukkan kepalanya kedalam pasir kalau bahaya mengancam dasar Sontoloyo ! "djon di." <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Mauliate, Dorpi, - - - aku teruskan kirimanmu ini ke mana-mana. Horas ! Djon D. Siregar.- "B.DORPI P." <[EMAIL PROTECTED]> wrote: "kijeromartani" [EMAIL PROTECTED] Fri, 16 Jun 2006 17:48:01 -0000 Singo- Lumpur Panas Menko Kesra Tokoh yang satu ini, bisa kita sebut nayapraja "bhuto cakil" sontoloyo. Sekarang lagi kena batunya, dan kita lihat tabiat asli si bejat, akan jadi pengkhianat laknat ataukah memang pembela rakyat. Kalau sudah sampai begini, si bhuto cakil tidak tobat, maka dia harus segera "mati" kelelep megap-megep di kubangan lumpur dosah. Silahkan lihat artikel berjudul Nayapraja "Bhuto Cakil" Sontoloyo di http://360.yahoo.com/kijeromartani Salam Sontoloyo Ki Jero Martani Singo wrote: Dalam sebuah obrolan ngalor ngidul diwarung kopi kemarin, terlontar pertanyaan dari seorang kawan; MENGAPA meskipun sudah berlangsung lebih dua Minggu banjir lumpur di Sidoarjo, Menko Kesra A. Bakrie belum meninjau kesana bahkan sama sekali tidak memberikan komentar sedikitpun juga ?. Rupanya dalam kasus tersebut sang Menko benar-benar "memegang" lumpur panas Sidoarjo, sebab salah satu pemilik saham Lapindo Brantas adalah Bakrie. SARU, sebagai Menko KESEJAHTERAAN Rakyat, kok malah MENYENGSARAKAN RAKYAT !. Menurut pendapat teman-teman, apa yang akan dilakukan Menko Kesra ?. nuwun sewu. singo. "Ada dua hal yang tidak terbatas, yaitu: Alam Semesta ini dan Kebodohan Manusia; namun mengenai Alam Semesta tersebut masih saya ragukan . . ." (Albert Einstein) "Never argue with a fool, people might not know the difference." And: "Never argue with an Idiot. He'll drag you down to his level and then beat you with experience." .." [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Something is new at Yahoo! Groups. Check out the enhanced email design. http://us.click.yahoo.com/rlNZQC/gOaOAA/cosFAA/GEEolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Ingin bergabung ke milis ekonomi-nasional? Kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
