Wahai Pemerintah & Para Pejabat Tinggi yg masih suka KORUPSI & Para KORUPTOR 
negeri tercinta Indonesia.....

Masih punyakah HATI NURANI dlm diri kalian semua ....??????

Dariku, AL-Pacitan

indosiar.com, Jember - Puluhan keluarga miskin di Desa Krajan Utara, Kecamatan 
Arjasa, Jember, sehari-hari mengkonsumsi nasi campur sisa slep padi atau biasa 
disebut bekatul. Mereka mengaku terpaksa karena penghasilan mereka tidak cukup 
untuk membeli beras yang harganya melambung. 

Melambungnya harga beras setidaknya menyebabkan warga Jember bagian utara 
merasakan dampaknya. Ada sekitar 40 kepala keluarga mengkonsumsi nasi aking 
campur bekatul sebagai makanan sehari-hari. 

Seperti dialami pasangan suami istri Naim dan Misri warga Krajan Utara, 
Kecamatan Arjasa ini. Setiap harga beras melambung keluarga buruh tani ini 
terpaksa mengkonsumsi makanan jauh dari bergizi. Yakni nasi aking campur nasi 
jagung dan bekatul. Bekatul  pada umumnya dimanfaatkan warga sebagai makanan 
tambahan bagi berbagai hewan ternak.

Menurut Misri, cara ini ditempuh agar 6 orang anggota keluarganya tetap bisa 
bertahan hidup dari sesaknya himpitan ekonomi. Lebih memprihatinkan jatah makan 
keluarga ini hanya dua kali sehari yakni siang dan sore hari, sementara pagi 
harinya makan singkong rebus. 

Menurut warga harga beras Raskin (beras rakyat miskin) di desa ini mencapai 
5000 rupiah perkilogram. Sedang beras kualitas sedang sedang melambung hingga 
6000 rupiah. (Nursalim/Sup)



-- 
This message has been scanned for viruses and
dangerous content by MailScanner, and is
believed to be clean.



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke