Namanya cari duit ... Kalo berkah, ya syukur. Kalo gak, yang haram aja susah... kata kuli pelabuhan --- encep saefudin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > > > --- On Sun, 4/20/08, A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > > > http://infoindonesia.wordpress.com > > Di TV Trans 7 diberitakan Indef menyuruh > pemerintah > > menaikan harga Premium. Begitu pula KADIN. Padahal > hingga > > saat ini pemerintah belum ingin menaikan harga BBM > > tersebut. > > > > Pernyataan Indef dan juga KADIN jelas sangat > bertentangan > > dengan keinginan sebagian besar rakyat Indonesia > yang tidak > > ingin harga BBM naik. Apalagi rakyat sudah didera > dengan > > berbagai kenaikan harga pangan. Pernyataan mereka > sangat > > tidak manusiawi. Para pengusaha pun sebagian besar > pasti > > tidak menyetujuinya. > > saya setuju sekali..... > > > > > Sesungguhnya meski harga minyak naik sampai US$ > 200/barrel > > pun Indonesia masih tetap untung karena produksi > minyak > > domestik Indonesia jauh lebih besar dari impor. > Lihat > > perhitungan dan simulasinya di: > > > > > http://agusnizami.wordpress.com/2007/11/08/simulasi-harga-minyak-dengan-transaksi-minyak-indonesia > > > > Saran Indef dan KADIN itu justru sangat berbahaya > bagi > > perekonomian Indonesia. Harga berbagai barang akan > semakin > > naik. Makin banyak rakyat miskin di Indonesia. > Subsidi yang > > harus diberikan pemerintah harus bertambah, > sementara > > pendapatan pajak yang rp 500 trilyun akan > berkurang. > > > TIDAK BERBAHAYA, KOK. sungguh! asalkan...subsidi > yang seharusnya untuk bbm dialihkan ke subsidi > kebutuhan primer yaitu KESEHATAN, PENDIDIKAN, > PANGAN. ini kan cuma permainanan akuntansi keuangan > saja. dan, pendapat saya ini pernah saya tanyakan > kepada Bapak Achjar Iljas, saat itu masih menjadi > deputi gubernur BI, sekitar tahun 2002. waktu itu > hari pertama kerja setelah liburan panjang Idul > Fitri. > > Beliau jawab, mungkin saja terjadi. yang penting, > mari kita sama-sama bikin beberapa skenario bila > harga premium dilepas. misalkan kita bikin empat > skenario. dalam setiap skenario kita lihat apa yang > terjadi dan apa yang harus kita lakukan. > > sebenarnya pasangan SBY-JK menjadi presiden pada > saat tidak tepat karena seringnya terjadi bencana, > harga minyak bumi naik, dan harga pangan dunia pun > naik. > > ketika saya bertemu badan ketahanan pangan sekitar > awal tahun 2008, beliau menjelaskan bahwa negara > india dan thailand sudah melarang ekspor beras. dan, > tampaknya sejumlah negara pun akan ambil keputusan > sama. ini untuk antisipasi krisis pangan. karena > itu, pernyataan bulog boleh ekspor beras, menurut > saya, hanya lips service saja supaya kesannya > indonesia boleh ekspor beras. tapi, pernyataan bulog > sungguh bijak juga : kami belum berencanan ekspor > beras. tentu saja kalau ekspor justru malah kacau > negara ini. > > bersyukurlah bahwa sebenarnya kita tidak krisis > pangan bila pangan itu diterjemahkan dengan komoditi > pokok yang lebih luas bukan sekadar beras. komoditi > itu seperti jagung, sagu, singkong, dan sebagainya. > karena gaya hidup, makanan ini termarjinalkan. > > > > > > Apalagi naiknya harga minyak terhadap dollar dari > awalnya > > US$20/barrel hingga US$ 117/barrel selain akibat > monopoli > > perusahaan minyak dunia atas minyak pasca > dikuasainya > > Afghanistan dan Iraq oleh AS dan sekutunya serta > spekulasi > > pemain bursa komoditas, juga akibat turunnya nilai > dollar. > > Ahmadinejad presiden Iran berkata bahwa harga > minyak > > sebesar US$ 115/barrel masih terlalu murah bukan > karena > > harga minyak naik. Tapi karena nilai dollar turun > akibat > > pemerintah AS mencetak dollar terlalu banyak untuk > menutupi > > pengeluaran perang. Menurut Stiglits biaya perang > AS > > mencapai US$ 3 trilyun (Rp 27 ribu trilyun lebih). > > > > Dan memang dalam sebulan saja dollar AS melemah > dari !,54 > > US$/Euro menjadi 1,6 US$/Euro. > > > > Banyak solusi lain yang bisa diterapkan untuk > mengatasi > > kenaikan harga minyak terhadap nilai dollar. > Pertama > > pemerintah harus memikirkan pembelian minyak > dengan valuta > > asing yang kuat seperti Euro dan Yen. Coba > negosiasi ke > > Iran untuk membeli minyak dengan harga murah. > Jangan beli > > di bursa komoditas NYMEX yang harganya sudah > dipermainkan > > spekulan pasar. > > > > Kemudian pemerintah bisa menambah produksi minyak > yang > > sekarang tinggal 977.000 bph menjadi minimal 1,1 > juta bph > > (dulu mencapai 1,3 juta bph). Caranya dengan > memberi > > pinjaman Rp 20 trilyun kepada UKM yang dibimbing > perusahaan > > minyak besar seperti Pertamina, Medco, dan Elnusa > untuk > > menghidupkan sumur-sumur minyak tua yang saat ini > > ditelantarkan. Dari mana uang tersebut? Subsidi > pemerintah > > sebesar Rp 60 trilyun lebih untuk bunga SBI dan > ORI > > sebagian bisa dialihkan untuk pinjaman tersebut. > > setuju... > > > Lalu pemerintah bisa melarang pemakai kendaraan > pribadi > > untuk membeli premium. Jika mereka beli, bayar > dengan harga > > non subsidi. Harga subsidi hanya untuk kendaraan > plat kuning > > serta bis dan truk pengangkut barang/sembako. > > KAGAK SETUJU. seharusnya bukan pelarangan. tapi, > pemerintah sebaiknya membangun jalan sampai puluhan > ribu kilometer lagi. beberapa tahun silam, china dan > malaysia belajar bikin jalan tol jagorawi. sekarang, > panjang jalan tol di china sekitar 10.000 km. > malaysia sekitar 2000 km. sementara panjang jalan > tol di indonesia masih 800 km. > > kalau jalan di tambah, mobilitas perekonomian justru > makin booming. akhirnya, orang bebas membeli bbm > sesuai dengan seleranya. kenapa? karena setiap orang > punya penghasilan. > > > > > Pemerintah juga bisa menaikan pajak STNK bagi > > kendaraan-kendaraan mewah serta bea masuk impor > bagi mobil > > mewah. > > ini bukan solusi...tp, boleh diperhitungkan. > > > Jadi banyak solusi yang dapat diambil ketimbang > menaikan > > harga premium. > > benar > > > > > === > > Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS > > > > Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252 > > > > Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. > Sementara > > hanya dari Telkomsel > > Informasi selengkapnya ada di > http://www.media-islam.or.id > === message truncated === ____________________________________________________________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
