Yup...salam sukses buat mas Gianto dan rekan2 di cimanggis, depok... Saya sepakat dengan mas gianto, dan juga mas imam, saya juga meraskan kesedihan, keika menyadari bahwa permasalahan kemiskinan hanya menjadi objek 'gosip' belaka, tanpa langkah nyata untuk memeranginya. Saya juga berminat untuk belajar banyak dari temen-temen untuk mengembangkan program bank 'kampung' ini, kebetulan saya punya kerabat yang mempunyai sebuah lembaga yang bergerak di 'micro finance' di Jawa timur. Kalo boleh, kalo rekan2 berminat untuk kopi darat, saya sangat senang kalo bisa diajak gabung, Selamat berjuang!! Kind Regard Maya,
Imam Soeseno <[EMAIL PROTECTED]> wrote: naturlich, man!!! kita maju basamo!!! is 2008/4/23 Rachmat Priatna : > bagi2 ilmunya euy, gua mo kembangkan di Cimande > rp > > > On 23/04/2008, Imam Soeseno wrote: > > > > Mas Gianto > > Bravo untuk anda dan pasukan!!! > > Saya tertarik utk kopi-darat dengan Mas Gianto dan teman2 di Depok tsb. > > Terus terang, saya melihat uang yang begitu kecil sangat berarti bagi > > gerakan pedesaan. Saya berterimakasih sekali pada Pak Edi Basuno dan Bu > > Rita yang membukakan mata melihat bagaimana petani2 miskin dan istri2 mereka > > di Desa Balekambang, Nagrak, membentuk kelompok keuangan mirip bank > > kampungan pak Yunus ini (tekanan pada pemanfaatan/penggalangan social > > capitalnya). > > > > Bolehkah meminta contact details Mas Gianto. > > Saya bisa dikontak di 0811110306 atau 0251 7174000 dan di email > > [EMAIL PROTECTED] ini. > > Terimakasih sekali atas berbagi pengalaman ini. > > > > Merdeka!!! > > is > > > > On Tue, Apr 22, 2008 at 4:20 PM, Gianto feui wrote: > > > > > Akhirnya ada momen untuk terlibat diskusi. Awalnya sy hanya membaca > > > setiap diskusi dalam milist ini tanpa terlibat aktif. Sy turut sedih > > > sekaligus resah ketika kemiskinan hanya menjadi obyek diskusi di ruang > > > kelas, seminar, milist dsb tanpa pernah berujung pada aksi nyata yang > > > berdampak langsung pada si miskin. > > > > > > Dari perkembangan diskusi yg sy ikuti terkait dengan kebijakan ekonomi > > > Indonesia, sy menyimpulkan adanya kesamaan pandangan ttg ketidaksetujuan > > > akan kebijakan2 pemerintah saat ini yang mengarah pada liberalisasi > > > ekonomi. > > > Kenaikan harga BBM secara sepihak tanpa memperhatikan tingkat daya beli > > > setiap lapisan masyarakat, kebijakan pangan nasional yg semakin pragmatis > > > (mengandalkan impor), privatisasi yang tidak ada bedanya dgn asingisasi > > > atau > > > singapuraisasi. Ditambah lagi program pengentasan kemiskinan yg tidak > > > berbasis pemberdayaan (semisal BLT) yang justru men-disempower masyarakat. > > > > > > Jika kita analisa lebih komprehensif dan mendalam(seperti diskusi2 > > > sebelumnya), akan kita temukan gejala strukturisasi kemiskinan. > > > Strukturlah > > > yg membuat masyarakat miskin tetap miskin bahkan bertambah miskin. Dan > > > struktur ini dibentuk oleh sebuah sistem (yg saat ini sudah secara > > > legal)dipraktekkan pemerintah dalam membuat kebijakan ekonominya, yaitu > > > sistem ekonomi kapitalis. > > > > > > Sistem harus dilawan dengan sistem, bukan tindakan reaktif apalagi > > > sekedar kritik tanpa solusi. Salah satu bentuk perlawanan itu telah di > > > praktekan M.Yunus. Perlu diketahui, Yunus membuat grameen bank didasari > > > oleh > > > kesadaran mendalam bahwa sistem keuangan yg berkembang saat ini tidak akan > > > pernah berpihak pada masyarakat miskin (lebih lanjut baca Bank Kaum > > > Miskin, > > > M. Yumus). Oleh karena itu beliau membuat model sistem keuangan baru yg > > > lebih berpihak pada masyarakat miskin. > > > > > > Kata kunnci dari sistem yg dikembangkan M. Yunus itu adalah Social > > > Capital, yang bentuknya adalah tanggung jawab, rasa saling percaya > > > ternyata > > > selama ini tidak diperhitungkan dalam pertimbangan merangcang kebijakan > > > ekonomi (kapitalis), terutama dalam program pengentasan kemiskinan. > > > Padahal > > > modal sosial ini benar2 ada dan terintegrasi dengan kemiskinan itu > > > sendiri. > > > > > > Dengan ide dasar ini pula sy bersama tmn mahasiswa UI dibawah payung > > > Comunity Development BEM UI(selama setahun ini) berusaha membuat konsep > > > dan > > > implementasi pemberdayaan masyaarakat miskin dengan memberi akses modal > > > kepada masyarakat miskin di desa Leuwinanggung, Cimanggis Depok. Konsep > > > umumnya mengadopsi apa yang dilakukan M. Yunus dengan berbagai modifikasi > > > sesuai dengan kultur dan permasalahan setempat. > > > > > > Inti dari operasionalnya, mayarakat miskin yg membutuhkan modal harus > > > membentuk kelompok (1 kelompok 5 anggota) dan setiap anggota mendpat modal > > > Rp500rb. Modal diberikan dalam tiga tahap; tahap pertama untuk 2 anggota, > > > tahap kedua untuk 2 anggota dan tahap terakhir untuk satu anggota. Skrg > > > sudah sampai pengucuran modal tahap ketiga, penilaian untuk sementara > > > cukup > > > bagus, dari tahap pertama ( 8 bulan lalu ), NPL rendah (nol) artinya > > > minimal > > > tanggung jawab mereka terhadap kreditur tinggi, usaha mereka sedikit > > > berubah > > > ke arah yang lebih baik walaupun blm signifikan, indikasinya adalah > > > tingkat > > > tabungan mmeningkat secaral gradual, dan mereka juga mulai menjalankan > > > manajemen keuangan yang lebih baik. Krn dengan sistem ini kami berusaha > > > memberi pelatihan sederhana ttg manajemen keuangan sederhanayg intinya > > > bgmn > > > memisahkan antara pengeluaran konsumsi dan investasi ( krn ini salah satu > > > mslh umum yg kita temukan dilapangan) > > > > > > Memang secara umum proyek ini belum bisa dikatakan berhasil karena > > > terlalu dini untuk menilainya, disatu sisi ini adalah proyek jangka > > > panjang. Tapi sy sendiri optimis. > > > > > > Ada beberapa kendala yang mudah2n saudara2 bisa membantu..kami > > > merumuskan dua fase perkembangan dalam proyek ini, fase konsolidasi dan > > > ekspansi kelompok. untuk melangkah ke fase ekspansi kita butuh suntikan > > > modal. Modal awal dulu (fase konsolidasi kelompok)cuma Rp.8 juta untuk dua > > > kelompok, dan untuk fase selanjutnya tentu lebih besar dari itu. > > > > > > Secara pribadi sy berharap proyek ini menjadi model pemberdayaan > > > masyarakat pagi siapa saja yg peduli terhadap masyarakat miskin. Tetapi, > > > kami secara kelembagaan memiliki keterbatasan dana untuk melangkah ke fase > > > selanjutnya. > > > > > > Jika ada saudara2 yg tertarik untuk berdiskusi (sumbang saran), atau > > > memiliki akses buat funding, kami sangat senang sekali. Bagi saudara2 yg > > > tertarik sy akan kirimkan proposal kegiatannya > > > > > > > > > > > > > > > > > > Salam > > > > > > > > > > > > Gianto > > > > > > > > > > > > ----- Original Message ---- > > > From: Imam Soeseno > > > To: ekonomi-nasional > > > Sent: Tuesday, April 22, 2008 11:22:29 AM > > > Subject: [ekonomi-nasional] Bank Kaum Miskin - Kisah Yunus dan Grameen > > > Bank Memerangi Kemiskinan > > > > > > Kemarin malam, saya sempat menyambar buku ini di Gramedia, Bokir. > > > Baca > > > sedikit, eh, menarik. Buku saya habiskan dalam semalam (saya cuma > > > tidur > > > beberapa jam, itu juga setelah mendapat balasan dari Prof Thomas > > > Suyatno > > > hehehe). Ketika sms teman2, saya sudah menyelesaikan bagian2 utama > > > buku > > > ini, khususnya bagaimana nitty-gritty pembentukan bank ini, yang sama > > > sekali > > > berbeda dengan bank manapun yang saya lihat sendiri di Indonesia. > > > > > > BRI pernah mengklaim Yunus dulu pernah belajar di cabang-cabang > > > mereka. > > > Antara lain memang tentang kredit 'Candak Kulak' yang terkenal itu. > > > BRI > > > untung besar meminjami bakul2 kecil, dengan cicilan harian atau > > > mingguan > > > yang kecil, 'pengembalian' diatas 30an persen. Ketika ikut2an ngiler > > > minjami para konglomerat, dengan pinjaman yang sangat besar, justru > > > BRI kena > > > kemplang.... Itulah bedanya konglomerat dengan bakul kecil. > > > > > > Yunus lebih gila dari itu, para pegawainya berkeluyuran ke desa-desa, > > > mendatangi ibu-ibu miskin agar bersedia meminjam. Dibujuk. Inovasi > > > sosialnya adalah memberi kepercayaan kepada kelompok masyarakat paling > > > teraniaya dan miskin (perempuan dalam Pakistan yang Islam bener2 tidak > > > > > > terbayangkan beratnya hidup mereka) dan bagaimana kelompok2 peminjam > > > dibentuk (bersosialisasi, bekerjasama, saling membantu, saling > > > mengencourage, saling menguatkan; tadinya perempuan2 itu tidak keluar > > > rumah > > > sendirian, tidak ketemu laki-laki lain, apalagi berurusan bisnis). > > > Terakhir, luar biasa perjuangannya membuat Bank ini menjadi bank milik > > > para > > > gembel2 itu.... sehingga pemerintah cuma pemegang saham minoritas. > > > > > > Yang menarik, bila konglomerat ngemplang, gembel2 perempuan itu justru > > > tingkat pengembaliannya diatas 98% (cuma 2% yang gagal bayar). Ketika > > > banjir dan badai menyapu bersih rumah2 para gembel, hutang mereka > > > tidak > > > dihapuskan, tapi direskedul. Kebanggaan (harga) diri dibangkitkan > > > dengan > > > membuktikan ketangguhan mereka. Ini inovasi sosial yang diciptakan > > > Yunus > > > melebihi semua keuntungan finansial bank kampungan ini (Grameen = > > > pedesaan). > > > > > > Saya si Moeka Kasar ini sempat meneteskan air mata buaya, membaca > > > cerita > > > seorang ibu miskin, yang diceraikan suaminya yang penjudi cukup dengan > > > kata > > > 'Aku Ceraikan Kau' tiga kali, mendapati rumahnya sudah dijual atapnya > > > oleh > > > suaminya; mendapati salah satu dari 2 anaknya mati tertimpa dinding > > > rumah... > > > dengan gigih menjadi peminjam dan pemilik Bank Kampungan ini dan bisa > > > melunasi kredit rumahnya, memiliki beberapa ekor sapi, dan berjualan > > > anyaman > > > bambu... > > > > > > Sebelum saya tutup, terimakasih kepada rekan2 yang membalas sms saya > > > dini > > > hari buta. > > > Semuanya mengkonfirmasi, masih banyak hal-hal kecil yang dapat kita > > > lakukan > > > untuk sodara-sodara kita, tetangga-tetangga kita. > > > > > > Saya sarankan rekan2 semua membacanya. > > > Nikmati mujijat2 yang diciptakan Yunus. > > > Tuhan hadir dengan perjuangan Yunus. > > > Merdeka!!! > > > is > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > * Bank Kaum Miskin* > > > > > > * Muhammad Yunus* > > > > > > * (Peraih Hadiah Nobel Perdamaian 2006)* > > > > > > Terjemahan: Irfan Nasution > > > > > > Pengantar: Robert M.Z. Lawang > > > > > > ISBN 979-1260-01-x > > > > > > 269 + xxvi hlm.; 14 x 20,3 cm. > > > > > > Rp 56.000,- > > > > > > > > > "Kisah menakjubkan bagaimana seseorang dengan visi dan nilai-nilai > > > yang > > > tepat bisa membuat kaum mapan mendengarkannya." John Elkington, * > > > Guardian > > > * > > > > > > > > > > > > Sebagai dosen ekonomi Universitas Chittagong Muhammad Yunus merasa > > > resah > > > melihat kesenjangan antara teori yang diajarkannya dengan realitas > > > kemiskinan sehari-hari di Bangladesh. Dan ia pun memutuskan keluar > > > dari > > > ruang kelas untuk belajar langsung dari masyarakat miskin pedesaan. > > > Lahirlah > > > ide-ide cemerlang pengentasan kemiskinan yang sangat relevan dengan > > > kondisi > > > Indonesia saat ini. > > > > > > Ikutilah pergulatan mengharukan Yunus dan Grameen Bank dalam > > > memberdayakan > > > masyarakat miskin, membela hak-hak kaum perempuan yang selama ini > > > diabaikan, > > > melawan kelambanan birokrasi, kekolotan sikap keagamaan, kekakuan cara > > > berpikir akademis, > > > > > > dan kesewenang-wenangan lembaga keuangan internasional seperti Bank > > > Dunia. > > > > > > WAJIB DIBACA OLEH SETIAP AKADEMISI, > > > AKTIVIS, DAN PENGAMBIL KEBIJAKAN. > > > > > > > > > > > > Dilengkapi kata pengantar Robet M.Z. Lawang (Guru Besar Sosiologi > > > Modern > > > FISIP Universitas Indonesia) > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > ------------------------------------ > > > > > > > > > Ingin bergabung ke milis ekonomi-nasional? > > > Kirim email ke [EMAIL PROTECTED] > > > http://capresindonesia.wordpress.com > > > > > > http://infoindonesia.wordpress.comYahoo! > > > Groups Links > > > > > > > > > > > > > > > > > > ____________________________________________________________________________________ > > > Be a better friend, newshound, and > > > know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. > > > http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > ------------------------------------ > > > > > > > > > Ingin bergabung ke milis ekonomi-nasional? > > > Kirim email ke [EMAIL PROTECTED] > > > http://capresindonesia.wordpress.com > > > > > > http://infoindonesia.wordpress.comYahoo! > > > Groups Links > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Ingin bergabung ke milis ekonomi-nasional? Kirim email ke [EMAIL PROTECTED] http://capresindonesia.wordpress.com http://infoindonesia.wordpress.comYahoo! Groups Links --------------------------------- Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. [Non-text portions of this message have been removed]
