Front Rakyat Menggugat

Pernyataan Sikap

Bebaskan seluruh Aktivis FRM yang ditangkap, aktivis FIS-Mercubuana,
Aktivis FORKOT dan aktivis FRM/LMND di berbagai daerah.
Tolak Kenaikan Harga BBM! Turunkan Harga Kebutuhan Pokok!
Lawan Kebijakan Neoliberalisme dan Usir antek-anteknya!

Sejak pemerintah menyampaikan rencana menaikkan harga BBM, gelombang
aksi massa menentang rencana ini terus berlanjut diseluruh wilayah
Indonesia. gelombang-gelombang penolakan ini sudah meluas dan
melibatkan hampir seluruh sektor rakyat (buruh, petani, Kaum miskin
kota, mahasiswa, nelayan, dan pengusaha kecil). Metode dan cara-cara
yang dilakukan cukup variatif dan radikal, seperti penyanderaan mobil
tangki BBM, penyegelan SPBU, pendudukan, mogok makan, rally-rally,
hingga mengumpulkan tanda-tangan. Keseluruhan metode dan cara itu
merupakan alat/senjata mahasiswa dan rakyat menghadapi sikap
pemerintah yang sama sekali tidak memperhatikan aspirasi rakyat.

Di beberapa daerah, SBY –JK lewat alat kekerasannya (POLRI/TNI),
melakukan serangan brutal yang berujung bentrokan terhadap aksi-aksi
penolakan BBM. Di Bima NTB, 11 orang aktivis ditangkap secara
sewenang-wenang. Di Manado, Sulawesi Utara, 3 orang ditangkap dalam
aksi menolak kenaikan harga BBM. di Ternate, Maluku Utara, aksi
dibubarkan oleh kepolisian dan menangkap 14 orang aktivis LMND. 

Di Jakarta, Front Rakyat Menggugat (FRM) melakukan aksi penolakan
kenaikan BBM dari tanggal 12 mei, 20 mei, dan 21 Mei 2008. dalam aksi
tanggal 20 Mei 2008 kemarin, 13 aktivis FIS dan Mercubuana yang
seyogianya melakukan aksi bersama dengan FRM di bunderan HI dan Istana
merdeka, ditangkap oleh kepolisian dengan alasan tidak jelas. Hari ini
(21/05/08), 18 aktivis Front Rakyat Menggugat (FRM) kembali ditangkap
oleh kepolisian, disertai dengan pemukulan dan tendangan.  Kedelapan
belas aktifis FRM yang ditangkap adalah Bilal Muhammad (LMND),
Maximilian Renaldo (LMND), Wahyu, Ilal, Teddy, Aris, Humuntal,
Murherodian, Chubal, Hadi, Iksan, Ferdinand, Irvan, Bimbi, Eko, Hardi,
Syarifuddin, dan Murdani. Sampai saat ini masih ditahan di POLDA Metro
Jaya. Disamping itu, kepolisian juga telah menangkap puluhan aktivis
dari Forum Kota (FORKOT), yang juga melakukan demo menolak kenaikan BBM.

Penangkapan dan tindakan brutal membubarkan aksi massa menolak
kenaikan BBM oleh pihak kepolisian merupakan bukti bahwa rejim SBY-JK
sangat kalap dan reaktif dalam menanggapi protes –protes mahasiswa dan
rakyat. Ini juga semakin memberikan keyakinan kepada kami, mengenai
kuatnya kepentingan asing dibalik rencana menaikkan harga BBM.
kepentingan asing itu adalah penguasaan lapangan migas Indonesia oleh
asing dan orientasi ekspor migas kenegara maju sedangkan pasokan dalam
negeri terbengkalai. Selama ini, kekayaan alam terutama migas mengalir
kekantong-kantong perusahaan asing seperti Sheel, Chevron, ExxonMobil,
BP, CNOOC, ConocoPhilips, dan lain-lain. Campur tangan asing dalam
pengelolaan migas nampak jelas dalam UU nomor 21 tahun 2001 tentang
Migas dan UU nomor 25 tahun 2007 tentang penanaman Modal. Mereka para
ekonom neoliberal, menteri-menteri dan partai pendukungnya bersikukuh
mempertahankan sistem ekonomi neoliberalisme yang berbasiskan
penghisapan terhadap rakyat Indonesia. Mereka inilah yang sesungguhnya
biang kerok dari kehancuran ekonomi saat ini. Dan, mereka-lah yang
seharusnya ditangkap dan penjarakan oleh pihak kepolisian karena telah
menjadi antek asing, menggadaikan kedaulatan dan kemandirian politik
bangsa kepada negara-negara Imperialis. 

Kenaikan BBM akan berdampak luas bagi seluruh rakyat Indonesia.
kenaikan BBM akan mendorong kenaikan harga berkali-kali lipat, padahal
rakyat sudah sangat dibebani oleh kenaikan harga sembako akibat krisis
pangan. Kenaikan BBM juga berpengaruh pada sektor Industri sebagai
salah satu pilar tenaga produktif nasional. Selain efisiensi, PHK
Massal, sistem perburuhan seperi upah murah, kontrak dan outsourcing
akan menjadi pilihan utama pengusaha. Membengkaknya biaya produksi
turut mendorong alat-alat pertanian juga semakin mahal, seperti pupuk,
traktor, dan lain-lain. Program BLT (bantuan Lansung Tunai) tidak akan
manpu sedikitpun mengurangi dampak luas kenaikan BBM ini. Karena,
nilai yang didapat oleh rakyat lewat BLT tidaklah setara dengan nilai
yang harus dibayarkan akibat kenaikan harga BBM.

Menghadapi persoalan diatas, mau tidak mau, suka tidak suka,
perlawanan dan penentangan lewat aksi massa di jalanan merupakan jalan
yang paling tepat, paling sah untuk dilakukan rakyat Indonesia saat
ini. Pernyataan SBY maupun Yusuf Kalla yang menyudutkan perlawanan
yang dilakukan oleh rakyat adalah bentuk kekhawatiran bahwa rejim
pro-imperialisme ini akan jatuh, akan kehilangan dukungan dari rakyat.
Tidak ada jalan lain, rakyat harus menggagas jalan baru; haluan
ekonomi baru dan pemerintahan baru!

Berdasarkan kenyataan diatas, Kami dari Front Rakyat Menggugat
menyatakan sikap sebagai berikut:
1.      bebaskan 18 aktifis FRM yang ditangkap kemaren (21/05/08)- (Bilal
Muhammad (LMND), Maximilian Renaldo (LMND), Wahyu, Ilal, Teddy, Aris,
Humuntal, Murherodian, Chubal, Hadi, Iksan, Ferdinand, Irvan, Bimbi,
Eko, Hardi, Syarifuddin, dan Murdani), 13 orang aktifis FIS dan
Mercubuana, puluhan aktifis Forum Kota (FORKOT), dan puluhan aktifis
FRM dan LMND yang ditangkap didaerah.
2.      Batalkan rencana pemerintah menaikkan harga BBM dan Turunkan Harga
Kebutuhan Pokok. 
3.      Lawan Kebijakan Neoliberalisme dan Usir kekuatan politik (menteri
dan parpol) dan ekonom pro kepada Neoliberalisme.

Demikian Statemen ini kami buat. Atas Kerjasamanya kami ucapkan banyak
terima kasih.

Jakarta, 22 Mei 2008
Front Rakyat Menggugat (FRM)
Juru Bicara: Lalu Hilman Afriandi (No. HP 0818467080)


Kirim email ke