Kelulusan Tak Capai Target
Hasil Nasional Belum Diungkap
Senin, 16 Juni 2008 | 00:28 WIB

Jakarta, Kompas - Tingkat kelulusan SMA/SMK sederajat tahun 2008 di
sejumlah daerah tidak mencapai target yang ditetapkan sebelumnya.
Standar kelulusan yang dinaikkan menjadi 5,25 dituding menjadi
penyebabnya. Meski demikian, ada pula daerah-daerah yang angka
kelulusannya melampaui target.

Di Jawa Tengah, misalnya, sesuai hasil yang diumumkan Sabtu (14/6),
persentase kelulusan siswa SMA/SMK sederajat menurun meski tidak di
semua kabupaten/kota. Di Kota Tegal, misalnya, persentase kelulusan
siswa SMA/MA hanya 86,01 persen, padahal tahun lalu mencapai 92,37
persen.

Begitupun untuk persentase kelulusan siswa SMK, tahun ini hanya 84,22
persen. Padahal, tahun lalu mencapai 86,32 persen.

Kepala Subdinas Perencanaan dan Pengembangan Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan Jawa Tengah Satoto Rahardjo mengatakan, tingginya angka
ketidaklulusan antara lain karena sarana dan prasarana pendidikan yang
kurang mendukung.

Di Kalimantan Tengah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalteng
Hardy Rampay di Palangkaraya mengatakan, kelulusan siswa SMA/MA di
Kalteng tahun ini 95,31 persen. Adapun siswa SMK 91,8 persen. Angka
ini turun dibandingkan tahun 2007, yakni tingkat kelulusan SMA/MA di
Kalteng 98 persen dan SMK 92 persen.

Di Probolinggo, Jawa Timur, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas
Pendidikan Kabupaten Probolinggo Mochamad Fauzan mengatakan,
dibandingkan tahun lalu tingkat kelulusan siswa justru meningkat.
Misalnya kelulusan siswa SMA 96,03 persen tahun lalu menjadi 98,09
persen tahun ini. Sementara tingkat kelulusan siswa SMK naik menjadi
99,41 persen dari 97,36 persen pada tahun lalu.

Enggan beri tahu

Secara terpisah di Jakarta, Menteri Pendidikan Nasional Bambang
Sudibyo sepertinya masih enggan memberikan informasi terkait hasil
ujian nasional. Wewenang mengumumkan hasil ujian nasional dilimpahkan
sepenuhnya kepada Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

"Yang berwenang mengumumkan itu BSNP. Saya juga tidak tahu. Itu
kompetensi dari BSNP untuk menjawab," ujarnya.

Ia mengatakan, pengurus BSNP telah menghadap dirinya. Namun, menurut
Bambang, mereka hanya melaporkan mekanisme dan pelaksanaan ujian
nasional. Namun mengenai hasilnya, yang punya kewenangan ialah BSNP
sebagai penyelenggara ujian nasional. Diberitakan sebelumnya, berbeda
dari tahun sebelumnya, kali ini para anggota BSNP sendiri enggan
menginformasikan hasil ujian nasional.

Di DKI Jakarta sendiri jumlah siswa SMA yang memenuhi batas nilai
standar ujian nasional ialah 52.537 anak atau 92,25 persen dari 56.953
peserta ujian. Sedangkan 4.416 murid belum berhasil lulus dari batas
nilai standar tersebut. Persentase kelulusan tersebut menurun
dibandingkan tahun lalu, yakni 96,19 persen.

Sebaliknya untuk SMK, dari 57.515 murid SMK peserta ujian, sebanyak
53.940 anak atau 93,78 persen berhasil memenuhi batas nilai standar.

Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi DKI Jakarta Margani
mengatakan, hasil ujian nasional di DKI Jakarta masih dapat dikatakan
baik karena angka kelulusan ujian nasional masih dalam kisaran 90
persen. (A05/DMU/HLN/CAS/LAS/(WIE/MDN/A08/INE/RAZ/A10)

sumber : kompas


-- 
**********************************
Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist dari sumber terpercaya
************************************


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke