Bismillahirrohmanirrohim...

Ada catatan penting di negeri terkait dengan ekonomi.
1. Bangsa ini belum bisa lepas dari karakter ekonomi Kapitalistik - Liberalistik
2. Bangsa ini belum bisa lepas dari dominasi China.

Maka kondisi ini memparah keadaan ekonomi bangsa pribumi sendiri...semua ini 
tak lepas dari kebijakan ekonomi penguasa yang cari aman dan nyaman buat 
dirinya sendiri.

Maka mulai hari ini kita harus bisa mencoba mencari alternatif untuk Peminpin 
negeri ini yang memiliki karakter, terutama yang tidak mudah tunduk pada 
kepentingan asing, tidak mudah tergiur dan tertipu tawaran Zionis Yahudi. Ada 
beberapa yang bisa ditawarkan sebagai wacana :
Hidayat Nurwahid - Iwan Fals
Prabowo Subianto - Hidayat Nur wahid
Yusril Ihza Mahendra - Prabowo Subianto
Yusril Ihza Mahendra - Hidayat Nur Wahid
Prabowo Subianto - Iwan Fals


----- Original Message ----
From: Taufik Dwidjowinarto <[EMAIL PROTECTED]>
To: Milis : ekonomi nasional <[email protected]>
Sent: Sunday, June 29, 2008 7:17:08 PM
Subject: [ekonomi-nasional] Re : Tolak Privatisasi BUMN !!!


Salam Sejahtera !!!.

Salah satu faktor -yg paling utama- dalam kekalahan Megawati Soekarnoputri 
dalam Pilpres –juga kekalahan PDIP dalam Pemilu Legislatif- pada tahun 2004 
yang lalu adalah para pemilih (baca : mayoritas rakyat pemilih) bosan dan muak 
dengan berubahnya janji Membela Wong Cilik yangb berubah realisasinya menjadi 
Membela Wong Licik.

Catatan paling kelam yang terekam dibenak banyak orang adalah Privatisasi 
besar-besaran (baca Gelombang raksasa agenda Asingisasi dan program Obralisasi 
BUMN) dengan ikon terpopulernya adalah kebijakan privatisasi dengan pola 
men-Singapore- kan BUMN Indosat juga Telkomsel adalah merupakan hal yang paling 
harus disesalkan bahkan penyesalan itu tak pudar sampai dengan hari ini.

Rakyat ingin mengakhiri kelanjutan dari program-program itu, maka harapan 
mayoritas rakyat pemilih ini digantungkannya ke figur yang menjanjikan yaitu 
bapak Jenderal (purn) Soesilo Bambang Yudhoyono sebagai pilihan untuk jabatan 
Presiden Republik Indonesia periode jabatan tahun 2004-2009.

Lha, kalau ternyata pada pemerintahan pimpinan bapak Jenderal (purn) Soesilo 
Bambang Yudhoyono ini polanya cuma pengulangan yang terjadi di masa 
pemerintahan Megawati, maka ya boleh dikatakan sebagai untuk kesekian kalinya 
mayoritas rakyat pemilih terperosok pada lubang yang sama lagi. Ironis !!!.

Semoga, apa yang sudah dilakukan oleh Megawati Soekarnoputri tak diulangi lagi 
oleh bapak Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono. Sebab jika itu terjadi lagi maka 
sungguh patut dikasihani mayoritas rakyat pemilihnya yang telah terbohongi 
lagi. Ironis !!!.

Megawati dan PDIP telah merasakan dan membuktikan ‘hukuman’ dari mayoritas 
rakyat pemilih, seperti yang telah ditunjukkan oleh mayoritas rakyat pemilih 
pada Pilpres dan Pemilu tahun 2004 yang lalu.

Rasanya, sulit memperbaiki citra yang telah melekat bahwa Megawati dan PDIP 
adalah Partai Pembela Wong Licik bukan Wong Cilik. Rasanya saat ini masih belum 
terhapuskan dan dimasa dating pun masih sulit menghapuskan catatan kelam itu 
dari benak rakyat, apalagi ditambah dengan track record sepak terjang Megawati 
dan PDIP selama ini boleh dibilang tak pernah ramah terhadap kepentingan umat 
Islam.

Maka seandainya, sepak terjang pemerintahan pimpinan bapak Presiden Soesilo 
Bambang Yudhoyono ternyata tak lebih baik dari pemerintahan Megawati –dalam hal 
program Asingisasi & program Peningkatan Kesejahteraan Rakyat & agenda 
Islamopobhia- maka sungguh kasihan mayoritas rakyat pemilih, kemana dan kepada 
siapa lagi mayoritas rakyat pemilih ini akan menggantungkan harapannya & 
menitipkan nasibnya ?. Ironis !!!.
Wallahu’alambishawab.

Tabik & Salam Merdeka !!!.



--- In ekonomi-nasional@ yahoogroups. com, "cahyono" <cahyo_okee@ ...> wrote:

Satu persatu aset BUMN kita akan di privatisasi (bahasa halusnya di jual), 
privatisasi BUMN merupakan salah satu bentuk investasi asing dalam bentuk 
portofolio.

Lalu apakah maksud pemerintah di balik pemprivatisasiannya ini, apa untungnya ?.

Yang jelas dengan privatisasai ini maka BUMN memeroleh modal yang lebih besar 
sehingga dapat memproduksi lebih banyak lagi. Salah satu tujuan penting 
pemerintah adalah agara pertumbuhan ekonomi bias meningkat, karena dengan 
masuknya modal asing maka PDB kita akan meningkat demikian juga dengan 
pertumbuhan  ekonomi kita. Bukankah hal ini bagus? Tunggu dulu…

Bagi saya pertumbuhan ekonomi atau kenaikan PDB riil bukanlah tolok ukur yang 
utama bagi kesejahteraan suatu  bangsa, mengapa ?. Karena PDB memasukan semua 
unsur pendapatan yang ada dalam negeri termasuk pendapatan orang asing yang 
berinvestasi di Indonesia. Dan kenaikan PDB ini hanya akan dinikmati oleh 
mereka yang berinvestasi dalam privatisasi ini. Pertumbuhan ekonomi yang ada di 
Indonesia adalah ukuran kesejahteraan semu yang dipakai pemerintah, karena 
pertumbuhan ekonomi ini hanyalah dinikmati oleh mereka yang kaya-kaya saja 
sedangkan yang miskin bertambah miskin, buktinya adalah kekayaan abu rizal 
bakrie yang berlipat-lipat hanya dalam waktu beberapa bulan saja, dan bukti 
yang terparah adalah bahwa penerimaan negara dari sektor pajak 95% berasal dari 
66.000 Wajib Pajak (menurut Darmin Nasution) !!! Bukankah ini bukti bahwa 
kesenjangan sangat lebar, dan mereka yang kaya sangatlah kaya sekali, dan yang 
miskin sangatlah miskin sekali. Seharusnya
 berdasarkan data
penerimaan pajak yang detail, kita bisa mendapatkan informasi persebaran PDB. 
dan seharusnylah pemerintah yang tahu akan hal ini, tapi saya yakin pemerintah 
tidak akan membeberkannya, hasilnya sangat menyedihkan.

Pemerintah selalu berfikir bahwa jika kondisi ekonomi makro baik maka mikronya 
adalah baik juga! Padahal teori ini adalah teori yang FATAL !!!!! Khususnya 
jika diterapkan di negara Indonesia yang luas dan beraneka ragam sehingga 
timbul kesenjangan yang sangat.

Jika BUMN membutuhkan modal, kenapa harus diprivatisasi, mengapa tidak menjual 
obligasi saja, atau bisa berhutang untuk permodalan, karena jika diprivatisasi 
maka pemilik saham juga merupakan pemilik perusahaan yang bisa menyetir 
jalannya perusahaan.

TOLAK PRIVATISASI BUMN !!!

============ ========= ====















------------ --------- --------- ---

website rekaman suara tausiyah sufi tasawuf
Tarekat Qodiriyah Wa Naqsyabandiyah
klik
http://www.SyaikhAc hmadSyaechudin. org

------------ --------- --------- ---

------------ --------- --------- ---
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers

[Non-text portions of this message have been removed]

    


      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

Ingin bergabung ke milis ekonomi-nasional?
Kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
http://capresindonesia.wordpress.com
http://infoindonesia.wordpress.comYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-nasional/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke