Gus Dur memang gak layak disejajarkan dgn Bung Hatta, Bung Karno, Sultan IX, 
bahkan Bung Harto sekalipun. 

Soalnya selama Gus Dur berkuasa lebih suka bikin masalah daripada menyelesaikan 
masalah. Sbg jurnalis, saya selalu memantau omongannya setiap jumat sore yg 
slalu kontroversial dan kadang bikin resah.. 

Tp, sy sepakat memang setiap pemimpin ada sisi positif maupun negatif. 



Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: [email protected]
Date: Sun, 25 Apr 2010 05:29:34 
To: <[email protected]>; <[email protected]>; 
<[email protected]>
Subject: [ekonomi-nasional] Re: [Indonesia-Rising] Riwayat Suharto mau difilmkan

Ya kalau dicari kesalahannya semua pemimpin ada salahnya pak. Soekarno sendiri 
tidak kecil kesalahannya waktu menerapkan demokrasi terpimpin dan mengangkat 
dirinya presiden seumur hidup. Disaat rakyat harus makan bulgur dia malah kawin 
lagi sampai isterinya lebih dari lima. Yang saya maksud pemimpin itu yang punya 
visi jauh kedepan berani tidak populer untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. 
  

Sent from my BlackBerry®

powered by Sinyal Kuat INDOSAT



-----Original Message-----

From: Adyanto Aditomo <[email protected]>

Date: Sun, 25 Apr 2010 12:44:55 

To: <[email protected]>

Subject: Re: [Indonesia-Rising] Riwayat Suharto mau difilmkan



Soal Gusdur saat menjabat sebagai Presiden, ternyata sikapnya tidak seperti 
yang diharapkan oleh masyarakat Indonesia.

Gus Dur kelihatannya terjebak dalam Lumpur Kekuasan sehingga membenamkannya 
dalam Kerakusan Kekuasan.

Ketika Gus Dur sudah mulai terdesak akibat tidak bisa menjelaskan kebijakannya 
lagi, terutama soal uang sumbangan dari Sultan Brunei, maka Gus Dur membuat 
Dekrit Presiden untuk membubarkan MPR.

Untung saja Gus Dur tidak mendapat dukungan dari Masyarakat dan TNI seperti 
Sukarno saat membuat Dekrit Presiden th. 1959, sehingga kekacauan politik yang 
lebih parah bisa dihindari.

Sebagai konsekuensi logis, karena Dekrit nya di tolak oleh masyarakat dan TNI, 
maka Gus Dur harus lengser dari kursi Kepresidenan.

 

Jadi Gus Dur tidak bisa disejajarkan dengan Sukarno - Hatta.

 

Salam,

 

Adyanto Aditomo



--- Pada Ming, 25/4/10, [email protected] <[email protected]> menulis:





Dari: [email protected] <[email protected]>

Judul: Re: [Indonesia-Rising] Riwayat Suharto mau difilmkan

Kepada: [email protected], [email protected], 
[email protected]

Tanggal: Minggu, 25 April, 2010, 3:23 AM





  







Wah saya fikir mbak Aprinovita ini termasuk bagian dari bangsa yg besar yaitu 
bangsa yang bisa menghargai jasa pahlawan/ pemimpinnya. Sayangnya masih perlu 
dikoreksi dalam mendefinisikan pemimpin. Menurut saya, ini subyektif lho, yang 
selama ini pernah jadi presiden atau wkl presiden RI yang bisa dikategorikan 
pemimpin rakyat hanya 4 yaitu Soekarno, Hatta, Hamengkubuwono IX dan Gusdur. 
Yang lain hanya pemimpin kabinet. Mhn maaf kalau tdk berkenan. 

Sent from my BlackBerry®

powered by Sinyal Kuat INDOSAT





From: aprinov...@yahoo. com 

Date: Sun, 25 Apr 2010 03:02:33 +0000

To: <Indonesia-Rising@ yahoogroups. com>; <Forum-Pembaca- kom...@yahoogrou 
ps.com>

Subject: Re: [Indonesia-Rising] Riwayat Suharto mau difilmkan



  



Ass Wr Wb dan Salam sejahtera putra putri NKRI, 



Sejahat apapun yang kita sebagai putra putri NKRI memberikan nilai atau juluki 
bapak Suharto, beliau tetap saya hormati dan hargai SEBAGAI BAPAK PEMBANGUNAN 
NKRI. Tanpa beliau tidak akan ada gedung gedung yg menjulang tinggi, 
perekonomian NKRI dikenal di luar negeri, kekuatan military kita tidak disegani 
buktinya sampai kita diembargo USA dan NATO dan perekonomian kita dihancurkan, 
pendidikan kita diakui ditaraf international dan kita berhasil menjadi 
pengekspor beras terbesar di dunia serta palm plantation terbesar di dunia. 



Memang kesalahan pak Harto beliau tidak berhasil menangani dan mengawasi oknum 
oknum di sekitarnya di dalam kegiatan korupsi. 



Hutang hutang kita meningkat bukan hanya di tangan pemerintah Suharto akan 
tetapi sekarang lebih parah, kita bukan hanya berhutang akan tetapi menjual 
NKRI kita bagian demi bagian ke bangsa asing, contohnya pertambangan telah 
boleh menjadi hak milik bangsa asing yg sebenarnya telah melanggar pasal 33 UUD 
45.



Presiden yg berhasil membayar hutang NKRI adalah IBU MEGAWATI SOEKARNO PUTRI. 
Jadi ibu Mega dapat kita sebutkan ibu PEMBEBAS HUTANG bukan ibu cengeng atau 
TUKANG NANGIS walaupun tiada hari tanpa menangis bila beliau pidato.



Cinta kasihku menyertai kalian dan Tuhan memberkati.



Wass Wr Wb,

Aprinovita Nurfirdaus

Powered by Telkomsel BlackBerry®





From: Abbas Amin <abas_amin08@ yahoo.com> 

Date: Sat, 24 Apr 2010 19:40:26 -0700 (PDT)

To: <indonesia-rising@ yahoogroups. com>

Subject: [Indonesia-Rising] Riwayat Suharto mau difilmkan



  











Saya membaca pembukaannya, dan disini tetap Suharto dianggap sebagai Bapak

Pambangunan. Tapi masih untung tak disebutkan Bapak Pembangunan NKRI.

Mungkin yang dimaksud adalah bapak pembangunan generasi Korup ?

Bapak Pembangunan rekauasa; itu lebih cocok.



Yang mau memfilmkan kisah suharto ini, tentu adalah pendukung suharto; pasti.



Kenapa bisa terjadi demikian ? Karena Korupsi tak bisa diberantas di NKRI.

Saat mau diadili Suharto selalu pura2 sakit, akhirnya tak kunjung terbuka 
kasusnya.

Maka jadilah tak terbukti Suharto bersalah apa2.

Hanya saja, bukti utama adalah HUTANG yang ditinggalkannya, untuk seluruh rakyat

Indonesia.























[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Ingin bergabung ke milis ekonomi-nasional?
Kirim email ke [email protected]
http://capresindonesia.wordpress.com
http://infoindonesia.wordpress.comYahoo! Groups Links



Kirim email ke