PDB & KOMPOSISI KREDIT PERBANKAN
Realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2005 meningkat dibandingkan tahun
sebelumnya, yakni 5,6% pada tahun 2005 dan 5,1% pada tahun 2004. Realisasi
pertumbuhan tersebut lebih rendah daripada prakiraan Bank Indonesia akibat
dampak tekanan eksternal yang lebih berat. Secara sektoral, seluruh sektor
mencatat pertumbuhan positif. Pertumbuhan berbagai sektor ekonomi pada tahun
2005 sangat dipengaruhi oleh sensitivitas masing-masing sektor ekonomi terhadap
depresiasi nilai tukar dan perlambatan permintaan dunia.
Meskipun stabilitas makroekeonomi mengalami tekanan berat, industri perbankan
tetap menunjukkan kinerja yang baik selama tahun 2005, khususnya dalam peran
nya di bidang pembiayaan ekonomi. Penyaluran kredit, meskipun melambat tetap
tumbuh mencapai perkiraan target yang ditetapkan awal tahun. Akan tetapi,
tingginya suku bunga domestik, sebagai dampak tekanan kondisi makro
mengakibatkan menurunnya kualitas kredit perbankan.
Komposisi Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tahun 2005 paling besar berasal
dari sumbangan sektor ekonomi industri pengolahan sebesar 28,06%. Sektor
ekonomi yang mempunyai peran cukup besar (komposisi di atas 10% terhadap PDB),
adalah sektor perdagangan, hotel dan restoran (15,75%), sektor pertanian
(13,39%), sektor pertambangan (10.44%), dan sektor jasa-jasa sosial masyarakat
(10,10%). Berbeda dengan komposisi PDB, pada pembiayaan kredit yang diberikan
oleh perbankan, komposisi terbesar pada tahun 2005 ada pada sektor lain-lain
(kredit konsumtif) yakni sebesar 29,95%. Sektor produktif yang dibiayai oleh
perbankan paling besar ada pada sektor industri pengolahan (komposisi 24,62%
dari kredit yang diberikan). Sektor ekonomi lain yang cukup besar yang mendapat
kredit perbankan adalah sektor perdagangan, hotel dan restoran (19,53%) dan
keuangan, persewaan dan jasa perusahaan (10,44%). Hal ini menunjukkan bahwa
sektor pertanian, sektor pertambangan, dan sektor jasa sosial masyarakat yang
cukup besar memberikan kontribusi pada PDB Indonesia, justru tidak memiliki
komposisi yang cukup besar dalam pemberian kredit oleh perbankan. Sebaliknya,
sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan yang memberikan kontribusi PBD
sebesar 8,36% mendapatkan komposisi yang lebih besar pada kredit yang diberikan
oleh perbankan (10,44%).
Dengan demikian, dari total kredit yang diberikan oleh perbankan nasional,
outstanding akhir tahun 2005 yang membiayai sektor produktif sebesar 70,05%,
sedangkan 29,95% merupakan pembiayaan sektor konsumsi. Hal ini dapat dimaklumi,
karena pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2005 dikuasai oleh pertumbuhan
total konsumsi yang mencapai 73,7% dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan
pertumbuhan investasi hanya 22,0%.
Bersambung.....................
Penulis: MERZA GAMAL (Pengkaji Sosial Ekonomi Islami)
Terima kasih atas doa dan dukungan dari segenap anggota milis Masyarakat
Ekonomi Syariah (MES) atas terselenggaranya acara "Indonesia Syariah Expo 2006"
2-6 MEI 2006 Assembly Hall, JCC Senayan Jakarta.
Sampai jumpa di ISE 2007.
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ekonomi-syariah/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/