Gempa bumi 27 mei 2006 yang melanda Yogyakarta,Jateng dan sekitarnya sampai saat ini masih menjadi ujian tersendiri bagi para pelaku bisnis keuangan (Lembaga Keuangan). Terlebih lagi Lembaga Keuangan Syariah Bank ataupun Non Bank yang sangat tergantung dengan akad yang telah disepakati dengan anggota/nasabah pembiayaan. Secara garis besar terdapat dua permasalahan utama bagi lembaga keuangan syariah untuk segera kembali dalam keadaan normal. Permasalah pertama adalah kesulitan likuiditas akibat terjadinya rush (terutama bagi BMT) dan permasalahan yang kedua adalah potensi kesulitan likuiditas akibat pembiayaan macet.
Bagi Lembaga Keuangan Syariah terutama Mikro (BMT), kesulitan pada fase recovery telah dapat dilewati dengan mempersiapkan likuiditas untuk penarikan meskipun   berbagai cara dilakukan. Namun lembaga keuangan syariah dengan karakteristik akadnya, mendapatkan kendala terkait dengan perilaku pembiayaan yang menggunakan akad berbasis Mudharabah atau Musyarakah. Dalam konteks gempa, secara Syariah bagaimana seharusnya sebuah Lembaga Keuangan Syariah memperlakukan nasabah/anggota pembiayaannya yang berbasis akad Musyarakah atau mudharabah (yang menjadi korban)? Selain hal tersebut, terkait dengan Bank Syariah, bagaimanakah kebijakan bank Indonesia selaku regulator perbankan mensikapi musibah ini bagi perbankan syariah diwilayah gempa?
Untuk itu perlu kiranya seluruh praktisi Lembaga Keuangan Syariah baik perbankan maupun non Bank juga para akademisi mengetahui secara gamblang dan tanpa keraguan secara syar’i mengenai perilaku yang seharusnya diterapkan. Baik dari sisi kebolehan syariah maupun tingkat aplikasi praktis dilapangan.
Kami dari Sharia Economic Service (SES) Yogyakarta bekerjasama dengan Asbisindo DIY dan Pusat Studi Ekonomi Dan Kebijakan Publik (PSE-KP) mengundang para praktisi, akademisi dan pemerhati Lembaga Keuangan Syariah untuk hadir pada seminar yang Insyaallah dilaksanakan pada :
Hari                  : Sabtu
            Tanggal            : 16 september 2006
            Pukul                : 08.00 – 12.00 WIB
Tempat             : Ruang Seminar Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik                                            (PSE-KP) UGM (Jl. Teknika Utara, Barek, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 564926)
pembicara :
Dr. Setiawan Budi Utomo (Direktorat Perbankan Syariah)
dra. Mursida Rambe (Ketua Puskopsyah DIY)
M. Natsir Rani (Ketua Asbisindo DIY)
keynote speech :
Jarot Sumartono* (Pimpinan Bank Indonesia Yogyakarta)
 
 
Untuk Informasi Lebih Lanjut
Contact Person: Salaby             : 081578721487, (0274)7809818


Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com __._,_.___

Terima kasih atas doa dan dukungan dari segenap anggota milis Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) atas terselenggaranya acara "Indonesia Syariah Expo 2006" 2-6 MEI 2006 Assembly Hall, JCC Senayan Jakarta.
Sampai jumpa di ISE 2007.





SPONSORED LINKS
Islamic clothing Islamic matrimonial Islamic books
Islamic music Islamic home financing

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke